Jadi Tersangka, Penghina Wali Kota Tri Risma Menangis dan Memohon Maaf

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 04 Februari 2020
Jadi Tersangka, Penghina Wali Kota Tri Risma Menangis dan Memohon Maaf

Polrestabes Surabaya menetapkan Dzikria Dzatil sebagai tersangka penghinaan Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, melalui akun Facebook dengan menyamakan Risma seperti kodok. Foto: MP/Budi Lentera

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polrestabes Surabaya menetapkan Dzikria Dzatil sebagai tersangka penghinaan Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, melalui akun Facebook dengan menyamakan Risma seperti kodok.

"Setelah menjalani pemeriksaan beberapa saksi, kita jemput pelaku di rumahnya di Bogor, Jawa Barat. Dan, beberapa hari dilakukan pemeriksaan, statusnya naik menjadi tersangka," ungkap Kapolrestabes Surabaya, Konbes Pol Sandi Nugroho di Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2)

Baca Juga

Megawati Puji Risma hingga Ganjar di Rakernas PDIP, Sinyal Restu Pilpres 2024?

Sandi Nugroho menjelaskan bahwa Dzikria terbukti bersalah karena telah melakukan penghinaan, ujaran kebencian, dan kejahatan ITE.

Surabaya
Polrestabes Surabaya menetapkan Dzikria Dzatil sebagai tersangka penghinaan Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, melalui akun Facebook dengan menyamakan Risma seperti kodok. Foto: MP/Budi Lentera

Penyidikan kasus ini, lanjutnya, bermula dari desakan masyakarat Surabaya terhadap pemkot untuk melaporkan pelaku.

"Setelah ada laporan masuk ke kepolisian, kita lakukan pemeriksaan 16 saksi, termasuk saksi ahli, hingga berujung pada penetapan tersangka." lanjut Sandi.

Sebenarnya, saat diamankan di rumahnya, Dzikri sudah mengira bakal ditangkap. Hal itu diketahui ketika ponsel yang dijadikan alat bukti, sempat tidak ditemukan barang bukti. Sebab, ponsel tersebut telah direset ulang untuk menghilangkan jejak postingannya.

"Makanya, saya berharap agar seluruh masyarakat bisa lebih bijak dalam penggunaan media sosial. Jangan suka menghina. Mari kita manfaatkan media sosial dengan hal hal yang positif." tutupnya.

Baca Juga

Di Pameran Rempah PDIP, Risma Kagumi Nanas Besar dan Andaliman dari Taput

Di tempat yang sama, sambil menangis sesenggukan, Dzikria Dzatil mengakui kesalahannya dan menyesal. Ia menceritakan,bahwa penyesalan itu sebenarnya bukan pada saat ia tertangkap. Tetapi, penyesalan itu muncul ketika seusai memposting hinaan tersebut, ia mulai dibully di dunia maya, bahkan anaka anaknya diteror.

"Saya dibully, anak anak saya diteror. Kami sekeluarga jadi tidak tenang," sesalnya sambil menangis.

Akibat perbuatan yang dilakukan hingga berujung pidana ini, Dzikria berharap agar Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini bisa memaafkan.

Polrestabes Surabaya menetapkan Dzikria Dzatil sebagai tersangka penghinaan Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, melalui akun Facebook dengan menyamakan Risma seperti kodok. Foto: MP/Budi Lentera
Polrestabes Surabaya menetapkan Dzikria Dzatil sebagai tersangka penghinaan Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, melalui akun Facebook dengan menyamakan Risma seperti kodok. Foto: MP/Budi Lentera

Dzikria juga meyakinkan, bahwa dirinya tidak seperti yang masyarakat Surabaya pikirkan, bahwa dirinya membenci Tri Risma Harini.

"Saya sama sekali tidak membenci Bunda Risma. Saya hanya terpancing oleh status status negatif di dunia maya. Jadi saya berharap agar Bunda Risma mau memaafkan saya." singkatnya.

Baca Juga

Pujian Megawati Sinyal Restu Pilgub DKI, Risma: Saya Pantang Meminta Jabatan

Berita ini laporan Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. (*)

#Tri Rismaharini #Wali Kota Surabaya #Ujaran Kebencian
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Aparat Diminta Pahami Antara Kritik, Ujaran Kebencian dan Hoaks
Perbedaan antara opini tajam, ujaran kebencian, dan hoaks sering kabur, tetapi secara hukum dan etika publik, pembatasan merupakan hal yang penting.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 04 Januari 2026
Aparat Diminta Pahami Antara Kritik, Ujaran Kebencian dan Hoaks
Indonesia
Terancam 6 Tahun Bui, Ini Jejak Pelarian Resbob Sebelum Diringkus di Semarang
YouTuber Muhammad Adimas Firdaus PS atau Resbob resmi menyandang status tersangka dan kini sudah ditahan di Polda Jawa Barat (Jabar)
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Desember 2025
Terancam 6 Tahun Bui, Ini Jejak Pelarian Resbob Sebelum Diringkus di Semarang
Indonesia
Resbob Ditangkap Polda Jabar, Sempat Kabur dan Pindah-pindah Tempat
Resbob akhirnya ditangkap Polda Jabar, Senin (15/12). Sebelum ditangkap, ia sempat kabur dan pindah-pindah tempat.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Resbob Ditangkap Polda Jabar, Sempat Kabur dan Pindah-pindah Tempat
Indonesia
Resbob Hina Suku Sunda, Komisi I DPR Minta Pelaku Ujaran Kebencian Ditindak Tegas
Komisi I DPR RI menanggapi kasus YouTuber Resbobs, yang menghina suku Sunda. Ia meminta pelaku ujaran kebencian ditindak tegas.
Soffi Amira - Senin, 15 Desember 2025
Resbob Hina Suku Sunda, Komisi I DPR Minta Pelaku Ujaran Kebencian Ditindak Tegas
Dunia
Ayah dan Anak Diduga Jadi Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Sydney
Penembakan terjadi saat upacara penyalaan lilin Hanukkah yang dihadiri banyak anggota komunitas Yahudi setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
Ayah dan Anak Diduga Jadi Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Sydney
Indonesia
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
Kasus ini mencuat setelah dalam salah satu siaran di YouTube, Resbob melontarkan ucapan bernada penghinaan terhadap pendukung Persib dan masyarakat Sunda. Tayangan tersebut kemudian viral dan memicu kemarahan publik.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 12 Desember 2025
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
Indonesia
Jurus Cagub Risma Entaskan Kemiskinan di Jatim
Pemerintah Provinsi akan melatih istri bekerja tanpa harus meninggalkan rumah
Wisnu Cipto - Selasa, 05 November 2024
Jurus Cagub Risma Entaskan Kemiskinan di Jatim
Indonesia
Supporter PSIS Semarang Dilaporkan Calon Wali Kota Semarang
Satu tokoh pendukung kesebelasan PSIS Semarang ini dilaporkan atas dugaan penyampaian ujaran kebencian.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 31 Oktober 2024
Supporter PSIS Semarang Dilaporkan Calon Wali Kota Semarang
Indonesia
Bayari Anak Keluarga Miskin Tebus Ijazah, Risma Makin Yakin Pendidikan di Jatim Harus Gratis
Risma berjanji akan menyelesaikan masalah kekeringan yang melanda wilayah pegunungan di Jatim.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 Oktober 2024
Bayari Anak Keluarga Miskin Tebus Ijazah, Risma Makin Yakin Pendidikan di Jatim Harus Gratis
Indonesia
Sekjen PDIP: Risma Simbol Resik-Resik demi Kemakmuran Rakyat Jawa Timur
Hasto Kristiyanto sebut Risma contoh pemimpin yang digerakkan oleh nilai kemanusiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 Oktober 2024
Sekjen PDIP: Risma Simbol Resik-Resik demi Kemakmuran Rakyat Jawa Timur
Bagikan