Pujian Megawati Sinyal Restu Pilgub DKI, Risma: Saya Pantang Meminta Jabatan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 11 Januari 2020
Pujian Megawati Sinyal Restu Pilgub DKI, Risma: Saya Pantang Meminta Jabatan

Tri Rismaharini (tengah) saat mengunjungi pameran rempah-rempah nusantara di arena Rakernas I dan HUT Ke-47 PDIP. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, tidak "gede rasa" atau GR ketika mendapat pujian dan ungkapan terima kasih dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Risma tak mau buru-buru berpikir bahwa pujian Megawati itu adalah sinyal kepada dirinya untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta berikutnya, Risma memilih mengerjakan tugasnya di partai sekaligus menuntaskan jabatannya hingga tahun 2020.

Baca Juga:

Di Pameran Rempah PDIP, Risma Kagumi Nanas Besar dan Andaliman dari Taput

"Saya terus terang tidak pernah berpikir peluang untuk jabatan. Karena bagi saya itu pantang meminta jabatan," kata Risma di lokasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1).

Risma mengaku perjalanan hidupnya selalu mengalir. Tidak ada ambisi jabatan yang diinginkan, apalagi selepas nanti tidak menjabat orang nomor satu di Surabaya.

Maka bagi Risma, pujian dari Megawati adalah motivasi agar kepala daerah lainnya dari partai pemenang pemilu dua kali berturut-turut itu bekerja lebih keras.

"Saya terima kasih atas kepercayaan dari Bu Mega. Meskipun saya selalu sampaikan bahwa tujuan (kerja) saya bukan saya mendapat penghargaan atau apapun," tuturnya.

Lebih jauh, dicecar wartawan soal kemungkinan maju sebagai calon kepala daerah di Jakarta, Risma mengaku belakangan ini kerap ditanyai oleh berbagai orang. Yakni terkait langkah selanjutnya atau '"aik kelas" setelah habis dua periode jabatan wali kota di Surabaya. Dan, Risma memilih untuk menyerahkannya kepada takdir dari Yang Maha Kuasa.

"Nanti itu. Tuhan akan mengatur jalan hidup saya. Semua saya serahkan pada Tuhan. Karena saya sampaikan, saya tidak mau kemudian, saya punya nafsu, mohon maaf di dalamnya ada nafsu kekuasaan. Itu yang saya tidak mau, karena itu berat," ujar Risma.

Tri Rismaharini (tengah) saat mengunjungi pameran rempah-rempah nusantara di arena Rakernas I dan HUT Ke-47 PDIP. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Tri Rismaharini (tengah) saat mengunjungi pameran rempah-rempah nusantara di arena Rakernas I dan HUT Ke-47 PDIP. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Sebelumnya, Megawati memuji Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serta Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Empat kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut dianggap Megawati telah sukses membangun daerahnya masing-masing.

Pujian itu disampaikan Megawati dalam pidato politik pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sekaligus HUT ke-47 PDIP di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1).

"Saya terima kasih kepada kader-kader PDIP yang memberikan baktinya kepada daerah masing-masing. Saya ingin sebutkan beberapa. Saya sangat berterima kasih terutama pada Bu Risma di Surabaya," kata Megawati.

Baca Juga:

Megawati Puji Risma hingga Ganjar di Rakernas PDIP, Sinyal Restu Pilpres 2024?

"Beliau (Risma) seorang wanita yang cerewetnya bukan main. Tetapi kalau saya berbicara berdua, kita selalu bilang gak apa-apa ya bu, kita perempuan memang harus cerewet," sambung Megawati.

Setelah Risma, puteri Proklamator RI Bung Karno ini kemudian melanjutkan memuji Azwar Anas, Hendrar Prihadi, Ganjar Pranowo dan I Nyoman Giri Prasta.

"Azwar anas dari Banyuwangi, Hendi dari Semarang, Ganjar Pranowo dari Jawa Tengah, siapa lagi ya. Itulah susahnya karena banyak, Bapak Presiden, jadi hafalkannya sering kali lupa. Tetapi itulah contoh-contoh yang telah bekerja mengabdi bagi daerahnya masing-masing," ungkap Megawati di rakernas yang juga dihadiri oleh Presiden Jokowi tersebut.

"Oh iya, Giri dari Badung Bali, siapa lagi ya, cukuplah," kata Megawati menambahkan. (Pon)

Baca Juga:

Dibujuk Mega hingga Puan, Ternyata Ini Alasan Risma Tolak Tawaran Menteri

#Tri Rismaharini #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Bagikan