Jadi Capres, Ganjar Harus Hati - Hati Bertindak
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo . (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Rapat DPP Partai ke-140 Diperluas Tiga Pilar, Jumat, di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden untuk Pemilu 2024.
"Pada jam 13.45, dengan mengucapkan bismillahirrohmanirrohim, menetapkan Saudara Ganjar Pranowo, sekarang Gubernur Jawa Tengah, sebagai kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasannya sebagai (bakal) calon presiden Republik Indonesia dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," kata Megawati.
Baca Juga:
Megawati Larang Kader PDIP Bahas Ganjar dan Cawapresnya Hari Ini
Disusungnya Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dari PDIP untuk Pilpres 2024 dinilai membuatnya makin disorot publik.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai, Ganjar Pranowo harus berhati-hati ke depan dalam bersikap di depan publik.
Sebab, kata dia, bila Ganjar salah bertindak akan mengakibatkan penurunan elektabilitasnya di tengah masyarakat.
"Tentu, antara tugasnya sebagai Gubernur Jawa Tengah dengan capres bisa saling tumpang tindih, dan itu potensi menurunkan simpati publik atasnya," ujar dia kepaa wartawan di Jakarta, Sabtu (22/4).
Ganjar perlu belajar dari kejadian pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia setelah ada penolakan kehadiran timnas Israel.
"Salah satu blunder yang dilakukan oleh Ganjar, maka akan fatal akibatnya bagi keterpilihannya pada pilpres 2024 nanti," ungkapnya.
Sikap Ganjar menolak timnas Israel yang mengakibatkan batalnya pagelaran piala dunia di Indonesia itu adalah ujian yang menguatkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bakal untuk memilihnya. Sebab, Ganjar memperlihatkan kualitas kepatuhannya kepada partai.
"Tapi, saat yang sama, itu ujian yang sangat blunder sebab berdampak sangat serius terhadap elektabilitas Ganjar dan PDIP," katanya.
Ray memprediksi, bursa cawapres dipastikan bakal makin menggeliat dan elektabilitas menjadi pertaruhannya.
Ia sangat yakin nama-nama cawapres bakal bermunculan melengkapi kekosongan pengumuman oleh PDIP dan Megawati.
Beberapa ketua umum partai politik (parpol) punya peluang mengisi slot cawapares untuk Ganjar, tanpa menutup kemungkinan posisi tersebut dijabat kalangan profesional atau non-parpol.
“Ketum-ketum parpol memang kurang populer dengan elektabilitas yang rendah. Sementara calon non parpol, popularitas tinggi tapi tidak memiliki partai,” tutup Ray.
Baca Juga:
OSO Tegaskan Hanura Ikut Gerbong Ganjar Capres 2024
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
DKPP Ungkap 31 Perkara Politik Uang di Pemilu dan Pilkada 2024, Perlunya Sinergi Kuat dari Bawaslu hingga KPU
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
Kader Partai Lain Loncat Gabung PSI, Jokowi Melihat Masa Depan Cerah
Pramono Bakal Tindak Bendera Partai yang Ganggu Keindahan Kota, Pasukan Oranye Jadi Andalan
Pegang SK Menkum, PPP Kubu Mardiono Ajak Agus Suparmanto Cs Gabung
Kata Menteri Hukum Soal Klaim 2 Ketum PPP Merasa Menang di Muktamar