Israel Nyatakan Serangan Darat Dimulai, Warga Palestina Mengungsi Tinggalkan Gaza City

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 21 Agustus 2025
Israel Nyatakan Serangan Darat Dimulai, Warga Palestina Mengungsi Tinggalkan Gaza City

Teknologi Iron Dome milik Israel. (Foto: Pexels/Shuaizhi Tian)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — WARGA Palestina mulai meninggalkan beberapa wilayah di Gaza City. Mereka mengungsi setelah militer Israel menyatakan telah memulai tahap awal dari rencana serangan darat. Pasukan Israel dikabarkan telah membangun pijakan di pinggiran kota yang menjadi rumah bagi lebih dari satu juta warga Palestina. Sebelumnya, kota itu telah dibombardir serangan udara dan artileri selama berhari-hari.

Seperti dilansir BBC, situasi ini mendorong Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali menyerukan gencatan senjata segera untuk menghindari kematian dan kehancuran yang menurutnya akan tak terelakkan akibat serangan darat tersebut. Namun, Israel ingin menunjukkan bahwa pihaknya tetap melanjutkan rencana merebut seluruh Gaza City meskipun mendapat kritik internasional.

Ratusan warga Palestina di Distrik Zeitoun dan Sabra di Gaza City telah mengungsi ke bagian barat laut kota. Seorang juru bicara militer Israel mengatakan pasukan sudah beroperasi di wilayah Zeitoun dan Jabalia untuk mempersiapkan serangan. Rencana serangan itu telah disetujui Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Selasa (19/8) dan akan diajukan ke kabinet keamanan akhir pekan ini.

Sekitar 60.000 pasukan cadangan akan dipanggil mulai awal September untuk membebaskan personel aktif agar dapat dikerahkan dalam operasi tersebut. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan ia mempercepat tenggat untuk merebut apa yang ia sebut sebagai benteng teror terakhir di Gaza.

Baca juga:

Krisis Kemanusian di Gaza Semakin Memburuk, Kematian dan Kelaparan Ekstrem Melonjak



Dalam sebuah pernyataan, Hamas menuduh pemimpin Israel itu melanjutkan perang brutal terhadap warga sipil tak berdosa di Gaza City. Hamas mengkritik apa yang mereka sebut sebagai pengabaian atas proposal gencatan senjata baru dari mediator regional. Israel sendiri belum secara resmi menanggapi rencana tersebut.

Ratusan ribu warga Palestina di Gaza City diperkirakan akan diperintahkan untuk mengungsi ke Gaza Selatan sebagai bagian dari persiapan rencana pengambilalihan oleh Israel.

Banyak sekutu Israel mengecam rencana ini. Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan, pada Rabu (20/8), bahwa hal tersebut hanya akan membawa bencana bagi kedua bangsa dan berisiko menjerumuskan seluruh kawasan ke dalam siklus perang permanen.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) juga menyatakan pengungsian lebih lanjut dan meningkatnya pertempuran berisiko memperburuk situasi yang sudah sangat katastrofis bagi 2,1 juta penduduk Gaza.

Pemerintah Israel mengumumkan niat mereka untuk menaklukkan seluruh Jalur Gaza setelah perundingan tidak langsung dengan Hamas terkait dengan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera gagal, bulan lalu.(dwi)

Baca juga:

Otoritas Palestina Segera Bentuk Komite Sementara Pemerintahan di Jalur Gaza.

#Israel #Gaza #Palestina
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Dunia
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Hamas setiap hari selalu memberikan laporan pelanggaran yang dilakukan Israel ke negara mediator gencatan senjata Gaza.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Desember 2025
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Indonesia
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Denmark, Prancis, Yunani, Slovenia, dan Inggris mengecam kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Dunia
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
Pemerintah AS juga mengumumkan pencabutan larangan visa nonimigran bagi warga Turkmenistan.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Desember 2025
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
Dunia
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
Trump mengatakan pasukan stabilisasi itu telah beroperasi secara efektif dan akan semakin kuat dengan dukungan internasional yang meluas.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 Desember 2025
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
Dunia
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait kasus kejahatan perang di Gaza
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Desember 2025
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Dunia
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Dewan Perdamaian tersebut merupakan komponen kunci dari kesepakatan gencatan senjata Trump untuk Jalur Gaza
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Desember 2025
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Indonesia
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
Penyerbuan ini dianggap melanggar Piagam PBB dan Resolusi Dewan Keamanan 2730 yang keluar 24 Mei 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Desember 2025
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
Dunia
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Membuka Rafah dua arah menjamin kebebasan bergerak warga Palestina di Gaza, serta memastikan tidak ada penduduk yang dipindah paksa.
Wisnu Cipto - Sabtu, 06 Desember 2025
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Dunia
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan pembahasan gencatan senjata dengan Israel akan dilanjutkan dalam pertemuan pada 19 Desember 2025.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Desember 2025
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Dunia
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Kantor Perdana Menteri mengatakan Netanyahu telah menyerahkan permintaan pengampunan kepada Departemen Hukum Kantor Presiden.
Dwi Astarini - Senin, 01 Desember 2025
 Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Bagikan