Israel Mau Relokasi Paksa Warga Gaza Utara, Komisi I DPR: Bertentangan dengan Prinsip Kemanusiaan
Israel bakal relokasi paksa warga Gaza Utara ke Selatan. Foto: ANTARA/Anadolu/py
MerahPutih.com - Rencana Israel untuk merelokasi paksa warga Gaza Utara ke selatan diduga melanggar Konvensi Jenewa.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono.
"Pemindahan paksa terhadap warga sipil, terlebih dalam situasi konflik bersenjata, merupakan pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan serta hukum internasional," kata Dave kepada wartawan, Selasa (19/8).
Dave menilai, langkah yang akan diambil Israel itu bukan hanya sebagai relokasi administratif. Namun, kata dia, merupakan sebuah tindakan yang berpotensi memperparah penderitaan warga Gaza.
Baca juga:
Warga Israel Demo, Serukan Pengakhiran Perang Gaza dan Pengembalian Sandera
"Kebijakan semacam ini tidak hanya menimbulkan risiko kemanusiaan yang serius, tetapi juga berpotensi menciptakan dampak jangka panjang terhadap stabilitas kawasan dan memperdalam krisis yang dihadapi masyarakat terdampak," tutur dia.
Jadi, Dave mendorong Indonesia mengambil sikap tegas.
"Indonesia, sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan hukum internasional, perlu menyampaikan sikap tegas melalui jalur diplomatik dan berbagai forum internasional,” jelas dia.
Baca juga:
Eropa Mulai Bersuara Keras, Para Menteri Luar Negeri Desak Israel Akhiri Kelaparan di Gaza
Politikus Golkar ini juga meminta pemerintah Indonesia memperkuat peran aktif dalam mendorong gencatan senjata yang berkelanjutan, kemudian membangun solidaritas global untuk melindungi warga sipil Gaza.
“Pemerintah juga harus terus mendorong penghentian segala tindakan yang memperburuk krisis kemanusiaan dan melanggar hukum humaniter internasional, demi menjaga hak-hak dasar dan martabat rakyat Palestina," jelasnya. (knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina
20 Ribu TNI Dikirim ke Gaza: Jatah Terbesar AD 60%, 3.650 Personel dari AU