Israel Masih Bombardir Gaza, Korban Tewas Bertambah Jadi 400 Orang
Arsip - Foto udara menunjukkan bangunan dan mobil yang hancur pasca serangan Israel yang berlanjut di Rafah, Gaza, Palestina. ANTARA/Anadolu Agency
MerahPutih.com - Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke Jalur Gaza pada Selasa (18/3), menewaskan sedikitnya 404 orang dan melukai lebih dari 560 lainnya. Serangan ini mengakhiri gencatan senjata yang sempat berlaku selama bulan Ramadan.
Menurut laporan Al Jazeera, serangan menghantam kawasan pemukiman padat penduduk, menewaskan seluruh keluarga dalam satu serangan. Sejumlah warga yang sebelumnya telah kembali ke rumah mereka pascagencatan senjata turut menjadi korban.
“Kami terbangun oleh ledakan besar. Sebagian anggota keluarga saya masih tertimbun reruntuhan,” ujar Momen Qoreiqeh, warga Gaza yang kehilangan 26 anggota keluarga dalam serangan tersebut, seperti diberitakan Aljazeera.
Laporan dari rumah sakit Al-Ahli dan Al-Shifa menunjukkan kondisi darurat. Fasilitas kesehatan kewalahan menangani korban luka, sementara pasokan medis dan bahan bakar semakin menipis.
Baca juga:
Israel Serang Gaza Lagi, Setidaknya 326 Warga Palestina Tewas
“Setiap menit, satu korban bisa meninggal karena keterbatasan alat dan obat,” kata Muhammad Abu Salmiya, Direktur RS Al-Shifa.
Jurnalis Al Jazeera di Gaza, Hani Mahmoud, menyebut kota itu kini kembali menjadi “killing box”. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza menyerukan bantuan darah dan suplai medis darurat di tengah terus berlanjutnya serangan. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel