Headline

Israel Bangun Tembok Baru, Warga Palestina di Tepi Barat Kian Terkucil

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 03 Maret 2018
Israel Bangun Tembok Baru, Warga Palestina di Tepi Barat Kian Terkucil

Pengunjuk rasa Palestina berlari saat terjadi bentrokan dekat pemukiman Yahudi Beit El, dekat kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pemerintahan Zionis Israel kembali membangun tembok baru di Tepi Barat Gaza. Akibatnya, ribuan warga Palestina di Tepi Barat makin terkucil. Bukan hanya itu, warga Palestina kian terjepit karena rumah mereka ditutup tembok bangunan Israel.

Tembok-tembok tersebut merupakan bagian dari pembangunan pemukiman baru Yahudi di kawasan tersebut. Seorang warga Palestina Hossam Hamid mengaku rumah mereka di Kota Al-Beira dekat Ramallah sudah dikelilingi tembok bangunan Yahudi.

Keluarga Palestina itu tak bisa lagi menikmati minum kopi panas pada pagi hari di kebun rumah, yang dulu digadang-gadang sebagai keindahan alam, gara-gara tembok setinggi enam meter yang dibangun belum lama ini oleh penguasa Yahudi.

Rumah Hamid, yang berada di Kamp Pengungsi Jalazon, terletak di antara Permukiman Yahudi Bet El dan tembok baru sepanjang 700 meter yang mulai dibangun Israel pada November.

Penguasa Yahudi telah mempercepat pembangunan penghalang beton, terutama setelah keputuan AS pada Desember untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, tindakan yang bukan hanya telah mengakibatkan lonjakan bentrokan antara pemrotes Palestina dan tentara Israel, tapi juga membuat marah jutaan orang Muslim di seluruh dunia.

"Israel menyatakan tembok itu bertujuan "melindungi pemukim Bet El dari kemungkinan serangan oleh orang Palestina". "Itu adalah pelanggaran baru yang tidak adil dan tidak sah terhadap kami," kata Hamid dengan nada suara tinggi kepada Xinhua sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (3/3).

"Orang Israel lah yang menyerang kami, bukan sebaliknya, “ terang Hamid seraya mengatakan keluarganya telah memiliki rumah tersebut sejak 1978, bertahun-tahun sebelum berdirinya permukiman Israel.

"Hidup mulai memburuk setelah permukiman itu didirikan," ia mencela.

Sejak Israel membangun permukiman, keluarga tersebut tak bisa lagi melakukan pekerjaan pembangunan di kebun mereka atau memperluas rumah mereka, yang menampung 22 orang.

"Kami sekarang terperangkap antara tembok dan permukiman," kata Hamid.

Selama pembangunan tembok tersebut, pasukan Israel menghalangi keluarga Hamid pindah atau keluar rumah mereka, dan membuat lubang di tembok rumahnya sebagai satu-satunya pintu masuk buat mereka.

Mahmoud Mubarak, Ketua Komite Rakyat bagi Layanan Kamp Pengungsi Jalazon, mengatakan kepada Xinhua bahwa kondisi keluarga Hamid telah sangat sulit akibat pembangunan tembok Israel itu.

Mubarak menjelaskan semua rumah di dekat atau menghadap ke Permukiman Bet El secara berkala diserang oleh pemukim Yahudi di bawah perlindungan militer Israel.

"Bahaya dari dilanjutkannya pembangunan tembok berada pada kemungkinan perampasan lebih banyak tanah milik orang Palestina," kata Ketua Komite Rakyat tersebut.

Tepi Barat, yang diduduki Israel pada 1967, adalah tempat tinggal bagi sebanyak setengah juta pemukim Yahudi, dan 2,7 juta orang Palestina.

Namun ketegangan antara orang Palestina dan pemukim Yahudi seringkali berubah jadi kerusuhan.

Orang Palestina menuduh pemukim Yahudi membakar banyak masjid dan rumah di berbagai kota di Tepi Barat, menulis slogan rasis di tembok bangunan itu dan menyerang harga warga Palestina hampir setiap hari.(*)

#Jalur Gaza #Konflik Palestina #Israel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Dunia
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Pesawat Ethiopian Airlines menuju Tel Aviv dilaporkan putar balik setelah Israel mengetahui pilotnya warga Indonesia. Simak kronologi dan penyebabnya.
ImanK - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Dunia
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Bagikan