MerahPutih Kesehatan- Anak-anak berusia 5-16 tahun pengidap penyakit Thalassaemia terinfeksi HIV setelah melakukan transfusi darah di Islamabad, Pakistan.
Hal ini dibenarkan oleh Menteri Kesehatan Pakistan, Saira Afzal Tarar pada Kamis, 27/11. Tarar sangat menyayangkan akan kasus memilukan ini, dirinya berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Saya sudah laporkan kasus ini, dan saya berjanji akan menindaklanjutinya hingga selesai," jelasnya.
Menurut Javed Akram, wakil Rektor Pakistan Institute of Medical Sciences semua orang yang bertanggungjawab dalam kasus ini harus dihukum berat karena telah memberi penyakit yang mematikan pada orang yang sedang berusaha bertahan untuk hidup.
"Seseorang sedang berusaha melawan penyakit dan berjuang untuk hidup, kemudian mereka memberinya penyakit seumur hidup. Tentu saja ini tidak bisa diterima," ungkapnya.
Dr.Yasmin Rashid, sekretaris jenderal Federasi penyakit Thalassaemia Pakistan, menjelaskan anak-anak yang terinveksi HIV akibat transfusi darah itu berasal dari Islamabad, Rawalpindi, dan Lahore.
Dr. Yasmine juga menambahkan pusat transfusi darah di Pakistan hanya mendeteksi darah yang terinfeksi Hepatitis B dan C, untuk HIV tidak ada spesifikasi tesnya.
Hal ceroboh yang berakibat fatal ini terjadi di Pakistan, negara yang memiliki angka pengidap HIV/AIDS sangat sedikit. UNAIDS mencatata, hanya 0,05 penduduk Pakistan yang terinveksi HIV/AIDS.