Iran Enggak Mau Perang
Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Khaikal Azad (Antara Foto/Syaiful Hakim)
Merahputih.com - Pemerintah Iran menegaskan tidak ingin berperang pascapembunuhan perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qassem Soleimani di Baghdad, Irak oleh Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
"Tentu Iran tidak akan ingin berperang, tidak akan ingin mulai berperang," kata Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Khaikal Azad usai bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (21/1).
Baca Juga
Selain IHSG, Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Ikut Terdampak 'Counter Attack' Iran
Bahkan, dalam kondisi seperti ini Iran mengadakan sebuah forum dialog namanya Teheran Dialog Forum.
"Forum dialog ini mengajak kerja sama seluruh negara-negara kawasan untuk memelihara keamanan dan perdamaian," kata Azad.
Menurut dia, semua negara di dunia ingin mengetahui keadaan terakhir dan nyata terkait perkembangan di wilayah Timur Tengah.
"Seperti yang diketahui Iran ditekan secara perekonomian yang luar biasa yang kami namakan terorisme perekonomian. Begitu juga Iran diserang oleh Amerika Serikat, Mayjen Soleiman telah diteror oleh mereka tetapi Iran telah menunjukkan bahwa dia tetap akan bertahan. Dan Iran telah memberikan respon tegas kepada mereka dan tentu mereka sudah terima pesan dari Iran," tegasnya.
Baca Juga
Sebelumnya, Mayor Jenderal Qassem Soleimani tewas akibat serangan udara militer Amerika Serikat di Baghdad pada 3 Januari 2020 atas perintah langsung Presiden AS Donald Trump. Pemimpin militer Iran itu tewas dalam perjalanan undangan resmi Pemerintah Irak di Baghdad. (*)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align