MerahPutih.com - Pemerintah Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan internasional pada Jumat (17/4) malam.
Indonesia lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengapresiasi kebijakan terbaru Iran itu sebagai sinyal kuat meredanya konflik di kawasan Timur Tengah sekaligus memberi kepastian terhadap jalur distribusi energi global.
“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik,” kata Juru Bicara ESDM, Dwi Anggia, dalam keterangannya kepada media, Minggu (19/4).
Baca juga:
Iran Beri Sinyal Izinkan 2 Kapal RI Lintasi Selat Hormuz, Pertamina Susun Strategi
Antisipasi Pemerintah dan Tren Harga Minyak
Anggia menegaskan sejak konflik di Timur Tengah, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi gangguan pasokan global, termasuk mendorong pemanfaatan energi baru dari sumber daya alam dalam negeri.
“Pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk terhadap pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan,” terangnya.
Baca juga:
Iran dan AS Gencatan Senjata, Puluhan Kapal Antre Masuk Selat Hormuz
Kapal Pertamina Siap Melintas
Terkait dua kapal milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang sebelumnya tertahan di kawasan tersebut, Kementerian ESDM terus berkoordinasi agar keduanya dapat segera melintas.
“Kami berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga,” tandas Anggia. (Asp)