Iran Akui Tembak Pesawat Ukraina

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 12 Januari 2020
Iran Akui Tembak Pesawat Ukraina

Serpihan pesawat Maskapai Internasional Ukraina yang jatuh, di pinggiran Teheran, Iran, Rabu (8/1/2020). (VIA REUTERS/WANA NEWS AGENCY)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Iran pada Sabtu (11/1) mengaku tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina karena kesalahan pasukan keamanannya (human error) yang mengakibatkan 176 penumpang tewas.

Pengakuan itu disampaikan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif melalui akun resmi media sosial Twitter. Sebelumnya, Pemerintah Iran sempat menyanggah pihaknya menembak jatuh pesawat itu pascaserangan rudal ke basis militer Amerika Serikat di Irak.

Baca Juga:

Ukraina Beberkan Empat Kemungkinan Kecelakaan Pesawatnya di Iran, Serangan Rudal?

Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraine International Airlines jatuh pada Rabu (8/1) setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Teheran. Jatuhnya pesawat membuat tekanan dunia internasional ke Iran meningkat setelah aksi saling balas negara itu dengan AS. Sebelumnya pada 3 Januari, serangan udara militer AS menewaskan pemimpin Korps Garda Revolusi Islam (IGRC) Iran, Qassem Soleimani, di Baghdad.

Pemerintah AS dan Pemerintah Kanada yang 57 warganya merupakan penumpang pesawat itu menyalahkan Iran atas insiden tersebut. Pihak Ottawa mengirim pesan ke Iran: "dunia sedang mengawasi".

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam akun Twitter resmi @HassanRouhani menyampaikan Republik Islam Iran menyesalkan kesalahan fatal menembak pesawat Ukraina.

"Pikiran dan doa saya tertuju untuk para keluarga yang berduka. Saya menyampaikan duka cita yang terdalam," kata Hassan Rouhani.

Evakuasi pesawat Ukraine Airlines yang mengalami kecelakaan setelah lepas landas di Bandara Imam Khomeini Teheran. (Foto: en.irna.ir/IRNA/Akbar Tavakoli)
Evakuasi pesawat Ukraine Airlines yang mengalami kecelakaan setelah lepas landas di Bandara Imam Khomeini Teheran. (Foto: en.irna.ir/IRNA/Akbar Tavakoli)

Seperti dikutip Antara dari Reuters, rangkaian cuitan Presiden Rouhani itu menjelaskan bahwa penyelidikan internal Angkatan Darat Iran menemukan bahwa rudal yang ditembakkan hingga meledakkan pesawat Ukraina itu merupakan kesalahan fatal pasukan keamanannya.

"Penyelidikan lebih lanjut akan terus dilakukan untuk memetakan dan menghukum (mereka yang bertanggung jawab) dari tragedi dan kesalahan tidak termaafkan ini," tambah Rouhani.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan hasil penyelidikan angkatan darat negaranya menunjukkan jatuhnya pesawat merupakan "human error" di tengah krisis "adventurisme" Amerika Serikat.

Terkait dengan itu, penyataan militer Iran mengumumkan serangan rudal telah menembak jatuh pesawat. Militer Iran pun menyampaikan bela sungkawa kepada korban dan lanjut menjelaskan pesawat itu terbang di wilayah udara dekat pangkalan militer milik Korps Garda Revolusi Islam.

Baca Juga:

Pesawat Ukraina Jatuh: Iran Tolak Serahkan Black Box ke Boeing

Militer Iran memastikan mereka yang bersalah akan dihukum lewat pengadilan militer.

Sebelumnya, sebuah rekaman video yang diunggah di Twitter oleh sejumlah warga Iran menunjukkan kejadian setelah pesawat jatuh dan terbakar. Otoritas terkait mengatakan pada Kamis pihaknya akan mengunduh informasi suara dan rekam jejak terbang dari kotak hitam untuk mengetahui sebab insiden tersebut. Proses itu diperkirakan akan berlangsung selama dua bulan.

Teheran juga menyampaikan pihaknya akan meminta bantuan dari Rusia, Kanada, Prancis atau Ukraina untuk menyelidiki insiden yang kemungkinan dapat berjalan sampai dua tahun.

Sebagian besar korban jatuhnya pesawat adalah rakyat Iran dengan kewarganegaraan ganda. Pemerintah Iran sempat menyanggah tuduhan bahwa rudalnya bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. Pihak Teheran sempat menyebut klaim tersebut sebagai "perang psikologis".

Pascainsiden, banyak warga Iran yang mengunggah foto sisa ledakan. Di antaranya, sebuah sepatu berwarna merah milik anak-anak tertimbun di reruntuhan, serta gambar seorang ibu dan anak di kursi pesawat yang diambil sebelum pesawat lepas landas. "Mengapa pesawat sipil tetap memilih terbang dari bandara Teheran di tengah kondisi (krisis) ini?", tanya seorang pengguna Twitter, Shiva Balaghi.

Setelah insiden itu, Pemerintah Ukraina menyelidiki sejumlah kemungkinan yang menyebabkan pesawat jatuh, s di antaranya serangan dari rudal buatan Rusia, ledakan mesin pesawat, atau aksi terorisme. (*)

Baca Juga:

Kisah Kehidupan Gembong Kriminal Slovakia di Perbatasan Slovakia-Ukraina

#Iran #Kecelakaan Pesawat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
Kemunculan video resmi tersebut mengakhiri spekulasi publik mengenai kondisi pimpinan tertinggi Iran sejak pecahnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Dunia
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan AS memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot varian terbaru dan 452 rudal THAAD sebelum konflik dengan Iran dimulai.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Dunia
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
"Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
Indonesia
Siaran Pidato Prabowo Terputus saat Singgung Isu Nuklir Iran, Langsung Picu Rasa Penasaran
Peristiwa itu terjadi saat Presiden Prabowo memberikan sambutan dalam pertemuan bersama jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Siaran Pidato Prabowo Terputus saat Singgung Isu Nuklir Iran, Langsung Picu Rasa Penasaran
Indonesia
AS dan Israel Bersiap Lakukan Pengeboman Besar ke Iran, Target Infrastruktur Energi
Trump mungkin akan menangguhkan serangan dan kembali berunding dengan Iran jika ada "kemajuan langsung pada upaya diplomasi".
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
AS dan Israel Bersiap Lakukan Pengeboman Besar ke Iran, Target Infrastruktur Energi
Indonesia
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Indonesia
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Amerika atau Kamis (30/7) dini hari waktu Teheran.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Dunia
Iran Serang Pangkalan Udara Al Azraq Yordania, 3 Jet Tempur F-35 Milik AS Hancur
Serangan itu, dikabarkan yang menghancurkan tiga jet tempur F-35 milik Amerika Serikat dan merusak parah tiga lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Iran Serang Pangkalan Udara Al Azraq Yordania, 3 Jet Tempur F-35 Milik AS Hancur
Bagikan