Irak-Iran-Turki Sepakat Lawan Refrendum Kemerdekaan Kurdi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 22 September 2017
Irak-Iran-Turki Sepakat Lawan Refrendum Kemerdekaan Kurdi

Warga terlihat di sebuah pasar dekat bendera Kurdi di Erbil, Irak, Kamis (21/9). (ANTARA FOTO/REUTERS/Alaa Al-Marjani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Irak, Iran, dan Turki sepakat untuk melakukan tindakan tandingan jika Wilayah Semi-Otonomi Kurdi berkeras untuk menyelenggarakan referendum kemerdekaan di Irak utara.

Satu pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim Al-Jaafari mengadakan pertemuan dengan timpalannya dari Turki Mevlut Cavusoglu dan timpalannya dari Iran Mohammad Javad Zarif di sisi Sidang Majelis Umum PBB di New York untuk membahas rencana Suku Kurdi untuk menyelenggarakan referendum kemerdekaan pada 25 September.

"Pertemuan itu bertujuan melakukan tindakan tandingan yang saling dikoordinasikan, dengan pertimbangan bahwa dialog konstruktif dalam kerangka kerja undang-undang dasar Irak adalah satu-satunya cara menangani masalah antara Baghdad dan Erbil," kata pernyataan tersebut.

Ketiga menteri luar negeri itu menyampaikan keprihatinan mengenai referendum tersebut, yang akan membahayakan kemenangan pasukan keamanan Irak melawan kelompok IS, demikian laporan Xinhua.

Mereka menyatakan referendum itu tidak konstitusional dan akan memicu konflik di wilayah Timur Tengah yang akan sulit ditangani, kata pernyataan tersebut.

Ketiga menteri itu menyampaikan perlunya untuk mendesak para pemimpin wilayah Kurdi agar menghentikan referendum tersebut dan menegaskan itu takkan bermanfaat buat Suku Kurdi atau pemerintah wilayah Kurdi.

Pada 7 Juni, Presiden Kurdi Masoud Barzani mengumumkan keinginannya untuk menyelenggarakan referendum pada 25 September mengenai kemerdekaan Wilayah Kurdi dari Irak.

Kemerdekaan Kurdi ditentang oleh banyak negara sebab itu akan mengancam keutuhan Irak dan referendum tersebut diadakan saat pasukan Irak sedang memerangi IS.

Selain itu, negara tetangga Irak --Turki, Iran dan Suriah-- memandang langkah tersebut juga akan mengancam keutuhan wilayah mereka, sebab banyak orang Kurdi tinggal di ketiga negara itu. (*)

Sumber: ANTARA

#Irak #Iran #Turki
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Olahraga
Prediksi Turki vs Italia: Misi Bangkit Setelah Kalah di Laga Pembuka
Prediksi Turki vs Italia di UEFA Nations League 29 September 2026 pukul 01.45 WIB. Simak kondisi tim, susunan pemain, dan prediksi skor.
ImanK - Minggu, 27 September 2026
Prediksi Turki vs Italia: Misi Bangkit Setelah Kalah di Laga Pembuka
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Bagikan