Teknologi

Inovasi Baru Dunia Kesehatan, Kapsul Berteknologi Tinggi Siap 'Pensiunkan' Suntikan

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 11 Februari 2019
Inovasi Baru Dunia Kesehatan, Kapsul Berteknologi Tinggi Siap 'Pensiunkan' Suntikan

Kapsul berteknologi canggih yang akan menggantikan suntikan konvensional (Foto: New York Times)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERITA menghebohkan datang dari dunia kesehatan. Telah ditemukan cara baru untuk pasien yang sangat membutuhkan obat tanpa suntikan.

Seperti halnya suntikan insulin atau antibodi monoklonal, yang digunakan untuk mengobati kanker dan penyakit lainnya.

1. Inovasi Baru dari Para Bioengineer

Sejumlah bioengineer menemukan cara memberikan insulin tanpa melalui suntikan (Foto: pixabay/jarmoluk)

Para bioengineer telah menemukan cara baru untuk memberikan insulin atau antibodi tanpa suntikan. Yaitu dengan pil canggih yang bisa menggantikan suntikan.

Obat-obatan sendiri dibuat dari molekul yang cukup besar untuk diserap melalui lambung atau usus. Obat-obatan akan cepat terdegradasi oleh sistem pencernaan tubuh yang keras.

Oleh karena itu, tim ilmuwan telah menemukan solusi memberikan obat-obatan dalam kapsul yang dapat ditelan seseorang. Pil canggih itu terinspirasi dari kura-kura yang selalu dapat berguling.

Perangkat canggih yang tengah diuji tersebut bernama Soma. Berbentuk seperti cangkak kura-kura, yang di dalamnya terdapat pos miniatur yang terbuat dari insulin.

Nantinya, usai perangkat kecil itu memposisikan diri di dinding perut. Pos keluar dan menyuntikan insulin. Perangkat itu selanjutnya akan bergerak lewat usus besar dan dibuang.

2. Kapsul Canggih tersebut Telah Diuji Coba

Telah dilakukan uji coba terhadap hewan (Foto: pixabay/skeeze)

Perangkat tersebut telah diuji coba pada tikus dan babi, dan hasilnya bekerja dengan baik. Sementara untuk manusia, Para peneliti di M.I.T Harvard dan Novo Nordisk (perusahaan Farmasi), berharap untuk segera menguji Soma pada manusia dalam tiga tahun.

Seorang pakar kesehatan mengatakan, jika perangkat itu merupakan solusi yang baik untuk masalah injeksi atau suntikan.

"Ini konsep yang sangat baru dan ide yang sangat keren," kata Edith Mathiowitz, Profesor Ilmu dan Teknik medis di Brown University.

Menurut para peneliti, pil canggih itu akan melewati dinding perut dan memasuki aliran darah. Karena perut tak memiliki banyak reseptor rasa sakit. Jadi tusukan dari pos kecil pun tak akan terasa.

Dalam tes pada tikus dan babi, Alex Abramson, mahasiswa doktoral di M.I.T mengatakan, perangkat itu mengirimkan insulin sebanyak injeksi konvensional. Namun perut harus kosong ketika hewan menelan kapsul, seperti yang dilansir dari laman New York Times.


3. Kapsul Masih dalam Proses Pengembangan

Kapsul masih dalam pengembangan (Foto: Pixabay/skeeze)

Alat tersebut diciptakan oleh tiga orang ahli yaitu Dr. Giovanni Traverso, Ahli Gastroenterologi di RS Brigham, dari dan penulis penelitian tersebut.

Tantangan pertama ialah membuat perangkat itu bisa mendarat di perut dengan cara yang dapat ddiprediksi. Para peneliti melihat cakang kura-kura yabg miring membantunya berguling kembali ke kakinya, tak perduli ke arah mana ia jatuh.

Karena itu para peneliti memutuskan untuk meniru bentuk kura-kura dengan alat kecil, yang selalu mendarat di dinding perut dalam orientasi yang benar. Tak perduli bagaimana perangkat tersebut memasuki kerongkongan.

Selanjutnya barulah, para peneliti membutuhkan isyarat yang akan memicu pelepasan pos kecil dari Insulin, yang akan mereka masukan ke dalam perngkat tersebut.

Robert Langer, seorang insinyur kimia di M.I.T, menyebutkan kapsul akan larut dalam sepuluh menit. Kemudian perangkat akan mendarat di dinding perut. Cakram insulin itu akan pecah 5 menit kemudian dan melepaskan pos. Dengan cara menusuk melalui dinding perut, dan mengantarkan insulin ke aliran darah.

Namun masih banyak PR untuk menyempurnakan perangkat kesehatan canggih itu. Karena masih akan ada tes untuk keamanan suntikan yang tak merusak perut.

Para peneliti pun berharap jika alat itu bisa digunakan untuk berbagai obat yang disuntikan. Bukan hanya untuk insulin saja. Peneliti pun saat ini terus mengembangkan kapsul canggih tersebut agar bisa segera digunakan untuk masyarakat luas. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya 3 Langkah Pintar untuk Mencapai 'Body Goals'

#Tips Kesehatan #Obat
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Harga Obat Terancam Melambung Tingg Buntut Rupiah Melemah, Pemerintah Diminta Bersikap
Pemerintah perlu memperkuat produksi bahan baku obat domestik melalui dukungan riset, insentif industri, dan kolaborasi lintas kementerian
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Juni 2026
Harga Obat Terancam Melambung Tingg Buntut Rupiah Melemah, Pemerintah Diminta Bersikap
Indonesia
BBPOM Jakarta Gerebek Toko Kosmetik di Ciracas, Temukan Puluhan Obat Keras Ilegal
Toko kosmetik di Ciracas, Jakarta Timur, kedapatan menjual obat terlarang. BBPOM pun langsung turun tangan ke lokasi.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
  BBPOM Jakarta Gerebek Toko Kosmetik di Ciracas, Temukan Puluhan Obat Keras Ilegal
Fun
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Berapa kalori makanan Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan kue kering? Simak tips mengatur pola makan agar tetap sehat saat Lebaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Fun
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Simak 6 tips menjaga berat badan saat Lebaran tanpa harus menahan makan. Tetap bisa menikmati opor, rendang, dan kue kering dengan bijak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Indonesia
Video Toko Penjual Tramadol Dihujani Mercon Viral di Medsos, Polisi Diminta Usut Pemilik dan Pemasoknya
Menurutnya, pembiaran terhadap peredaran obat ini akan berdampak buruk pada kesehatan serta stabilitas ekonomi masyarakat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Maret 2026
Video Toko Penjual Tramadol Dihujani Mercon Viral di Medsos, Polisi Diminta Usut Pemilik dan Pemasoknya
Indonesia
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi aktor intelektual di balik sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Dunia
Titik Nadir Krisis Medis Gaza, Obat Nyeri Langka Jadi Barang Mewah
Sistem kesehatan Gaza lumpuh akibat agresi Israel. Ribuan pasien menghadapi krisis medis.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Februari 2026
Titik Nadir Krisis Medis Gaza, Obat Nyeri Langka Jadi Barang Mewah
Indonesia
DPR RI Ungkap Penyebab Harga Bahan Baku Farmasi Mahal di Indonesia
Kondisi ini menuntut penanganan komprehensif dari pemerintah agar produk domestik bisa berjaya di pasar global
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 31 Januari 2026
DPR RI Ungkap Penyebab Harga Bahan Baku Farmasi Mahal di Indonesia
Indonesia
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Tak kalah penting, kandungan zinc yang ditemukan dalam daging merah, susu, dan olahan kedelai berperan besar dalam meningkatkan fungsi sel imun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 07 Januari 2026
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Indonesia
Pasar Pramuka Tetap Ramai Jelang Revitalisasi Total di Tahun 2026
Pedagang mendukung penuh, hanya 5% kios yang belum lunas
Angga Yudha Pratama - Jumat, 28 November 2025
Pasar Pramuka Tetap Ramai Jelang Revitalisasi Total di Tahun 2026
Bagikan