MerahPutih.Com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menangkap tanda-tanda Gunung Agung bakal meletus. Salah satunya dengan adanya asap panas yang kemarin terdeteksi oleh satelit dan juga aktivitas magma vulkanik dangkal lebih banyak.
Kepala PVMBG Kementerian ESDM Kasbani memaparkan bahwa gunung setinggi 3142 mbpl itu akan meletus jika terjadi tremor terus menerus.
"Sudah terlihat ada asap, gempa vulkanik dangkalnya sudah banyak dan yang terakhir rentetan gempa yaitu tremor. Sampai saat ini tremor belum," ungkap Kasbani di pos pantau Gunung Agung, Senin (25/9).
Pihaknya memaparkan bahwa karakterisktik Gunung Agung berbeda dengan gunung api lainnya. Untuk gunung tertinggi di Bali ini memilikik kekhasan yaitu aktivitas vulkanik cukup cepat dan meningkat setiap harinya.
Letusan yang nantinya akan dikeluarkan oleh Gunung agung juga cukup besar jika mengacu pada peristiwa 1963. Oleh karenanya warga Bali diminta untuk bersiap jika kemungkinan terburu terjadi.
"Kita pembandingnya enggak ada pada tahun 1963 belum ada kita, karena kejadiannya cukup lama. Kita harus siap dengan kemungkinan terburuk," tandasnya.
Berita ini ditulis berdasarkan laporan Raheela, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Bali dan sekitarnya.
Ikuti perkembangan status Gunung Agung dalam artikel: Gunung Agung Meletus, Wilayah Barat Daya Akan Terkena Abu Setinggi 25 Cm