Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ini Alasan IAS Ajak Masyarakat untuk Jaga Keseimbangan Alam

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 30 November 2017
Ini Alasan IAS Ajak Masyarakat untuk Jaga Keseimbangan Alam

Ikatan Alumni Sabhawana (IAS). (Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mungkin saat ini Ecogreen Friendly atau Ramah Lingkungan sedang menjadi trend di masyarakat. Bahkan masyarakat mulai mencari kesibukan, kegiatan di alam bebas sebagai pengganti hiburan di kota.

Bahkan tidak menutup kemungkinan saat ini alam bebas menjadi suatu kebutuhan, sehingga banyak yang memilih alam untuk berpartisipasi dalam Eco Tourism atau Eco Wisata. Begitu juga dengan pihak industri, yang kini lebih ramah lingkungan dengan menggunakan nuansa hijau, dari Green Economy sampai Green Technology.

Ikatan Alumni Sabhawana (IAS) yang saat ini peduli dengan lingkungan mengadakan seminar yang diharapkan masyarakat dapat peduli dengan alam dan juga burung. Seminar sendiri mendatangkan pembicara yang saat ini terbilang peduli dengan lingkungan alam, serta hutan berikut isinya.

“Menjaga alam itu tidak perlu ke hutan, tapi cukup dimulai dengan menjaga alam yang ada di sekeliling kita terlebih dahulu, seiring kepenatan hidup di kota, masyarakat tetap masih dapat menghirup udara segar dengan berwisata ke alam yang memiliki nuansa hijau, sehingga kita harus melestarikannya bersama-sama”, kata Ketua Umum IAS Asgar H Sjarfi, Kamis (30/11)

Kegiatan Ecogreen Friendly, dilakukan karena beberapa sebab, diantaranya panggilan jiwa atau panggilan nurani manusia yang hendak kembali kealam, atau merupakan tindakan manusia untuk bertahan hidup (survive) dari kerusakan ekosistem di alam yang sudah terjadi, dalam menjawab masa depan pada bumi.

Seperti yang sudah diketahui, bahwa penemu bintang-bintang baru yang digunakan namanya sebagai nama bintang tersebut, kebanyakan justru bukan merupakan astronom professional, melainkan hanya astronoma matir, yang kebetulan memang suka mengamati bintang.

Filosofi pemerhati burung (birdwatch) adalah melakukan kegiatan yang mendukung gagasan tentang 'Ecogreen Friendly'. Birdwatch dapat di kategorikan dalam kegiatan mencintai lingkungan, karena burung tidak dimasukkan kedalam kandang, dan mendorong masyarakat agar tidak mengadakan perdagangan satwa yang dilindungi, di antaranya burung.

Dengan adanya para ahli sebagai konsultan kegiatan birdwatch, maka di pastikan kegiatan ini termasuk 'Eco Tourism', dan mampu mendukung program pemerintah dalam memperkenalkan Indonesia di 'Wonderful Indonesia', serta merupakan hobi yang hijau, ilmiah, dan sportif. Di akhir seminar ini (IAS) juga memberikan penghargaan sebagai tanda terima kasih karena sudah bersedia untuk berpartisipasi menjadi narasumber terkait dengan yang kita perlukan dalam merawat alam.

Kini memang masyarakat harus lebih mengenal kegiatan birdwatch, lantaran mereka mendapatkan filosofi kegiatan tersebut, yaitu menjaga dan mencintai lingkungannya dan juga isinya. (*)

#Peduli Lingkungan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
28 Perusahaan Tambang Nakal Kena Denda Triliunan, DPR Minta Uangnya Langsung Balik ke Rakyat Terdampak
Namun, keberanian itu harus dibarengi dengan transparansi alokasi dana denda agar tidak terjadi penyimpangan di kemudian hari
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Januari 2026
28 Perusahaan Tambang Nakal Kena Denda Triliunan, DPR Minta Uangnya Langsung Balik ke Rakyat Terdampak
ShowBiz
Dari Pengelolaan Sampah hingga Penanaman Mangrove, Synchronize Fest Tegaskan Komitmen Hijau
Synchronize Fest konsisten menjalankan berbagai inisiatif ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif aktivitas urban.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Oktober 2025
Dari Pengelolaan Sampah hingga Penanaman Mangrove, Synchronize Fest Tegaskan Komitmen Hijau
Lifestyle
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Jakarta Premium Outlets menyerukan kampanye masa depan berkelanjutan lewat aksi nyata Eco Paws.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Indonesia
Pagi ini, Kualitas Udara di Jakarta Terburuk Kedua di Dunia
Kualitas udara di Jakarta terburuk kedua di dunia, Sabtu (23/8) pagi. Jakarta berada di angka 177 atau masuk kategori tidak sehat.
Soffi Amira - Sabtu, 23 Agustus 2025
Pagi ini, Kualitas Udara di Jakarta Terburuk Kedua di Dunia
Indonesia
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Anugerahkan Kalpataru Lestari untuk Pejuang Hijau
Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan penghargaan Kalpataru Lestari kepada 12 pejuang lingkungan dari berbagai daerah.
Hendaru Tri Hanggoro - Kamis, 05 Juni 2025
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Anugerahkan Kalpataru Lestari untuk Pejuang Hijau
Indonesia
Budidaya Larva Black Soldier Fly Antarkan Nasabah PNM Mekaar ke Penghargaan Mata Lokal Award 2025
Ema Suranta raih penghargaan Local Ace in Organic Waste Transformation dalam ajang Mata Lokal Award 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Mei 2025
Budidaya Larva Black Soldier Fly Antarkan Nasabah PNM Mekaar ke Penghargaan Mata Lokal Award 2025
Lifestyle
Kisah Chaim Joel Fetter Sediakan Pusat Kesejahteraan Anak di Sumbawa, Menunggu Uluran Bantuan Tempat Tidur
Pada 2006, ia bersama istri dan beberapa teman dekat mendirikan Yayasan Peduli Anak.
Dwi Astarini - Kamis, 24 April 2025
Kisah Chaim Joel Fetter Sediakan Pusat Kesejahteraan Anak di Sumbawa, Menunggu Uluran Bantuan Tempat Tidur
Indonesia
Khatib Salat Jumat Hari ini Diminta Sampaikan Pesan Pelestarian Lingkungan, Jemaah juga Ikut Tanam Pohon
Khatib salat Jumat hari ini diminta untuk menyampaikan pesan pelestarian lingkungan. Jemaah juga diminta untuk menanam pohon.
Soffi Amira - Jumat, 18 April 2025
Khatib Salat Jumat Hari ini Diminta Sampaikan Pesan Pelestarian Lingkungan, Jemaah juga Ikut Tanam Pohon
Indonesia
Udara Jakarta tidak Sehat Buat Kelompok Sensitif, Pemprov Mau Tiru Cara Paris dan Bangkok
Jakarta peringkat 12 kota dengan kualitas udara buruk dunia.
Wisnu Cipto - Selasa, 15 April 2025
Udara Jakarta tidak Sehat Buat Kelompok Sensitif, Pemprov Mau Tiru Cara Paris dan Bangkok
Fun
Kampanye #pilahdariSekarang ajak Masyarakat Kelola Sampah Demi Kelestarian Lingkungan
Kampanye #pilahdariSekarang mengajak masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sampah.
Ikhsan Aryo Digdo - Selasa, 26 November 2024
Kampanye #pilahdariSekarang ajak Masyarakat Kelola Sampah Demi Kelestarian Lingkungan
Bagikan