Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Rupiah Anjlok

Industri Kelapa Sawit Diuntungkan dengan Kenaikan Dolar AS

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 05 September 2018
Industri Kelapa Sawit Diuntungkan dengan Kenaikan Dolar AS

Presiden Jokowi didampingi Mentan saat meninjau kebun sawit rakyat di Musi Banyuasin, Sumsel, Jumat (13/10). (Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Anjloknya nilai tukar rupiah justru membawa berkah tersendiri bagi para petani kelapa sawit.

Para pelaku industri kelapa sawit di Riau justru diuntungkan dengan penguatan nilai mata uang dolar AS terhadap rupiah. Menurut pengakuan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman selama ini industri kelapa sawit selalu berorientasi ekspor.

Karena itu, ia berharap agar keuntungan tersebut bisa juga dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang berprofesi sebagai petani sawit.

Andi Rachman mengatakan industri kelapa sawit Riau akan sangat diuntungkan dari nilai tukar dolar AS yang meningkat.

Menurut dia, kenaikan nilai dolar terhadap rupiah akan menimbulkan efek plus dan minus terutama bagi masyarakat dan industri.

Gubernur Riau Andi Rachman
Gubernur Riau Andi Rachman (Foto: riau.go.id)

Industri dengan orientasi ekspor dan sedikit mengimpor bahan baku tentu akan meraup keuntungan dari nilai tukar dolar ke rupiah.

"Pengaruhnya ke industri kalau ada seperti itu di Riau yang akan diuntungkan dengan kondisi ini," kata pria yang akrab disapa Andi Rachman itu di Pekanbaru, Rabu (5/9).

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas andalan Riau, dengan luas arena kebun sawit kini lebih dari dua juta hektare. Kelapa sawit selama ini juga jadi andalan karena berkontribusi besar dalam neraca perdagangan Riau dari sektor non migas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, pada bulan Juli 2018, neraca perdagangan Riau surplus sekitar 1,29 miliar dolar AS. Hal ini terjadi karena surplus pada sektor non migas sebesar 998,23 juta dolar AS, sedangkan sektor migas sebesar 290,45 juta dolar AS.

Dari sisi volume perdagangan, pada bulan tersebut neraca perdagangan Riau mengalami surplus sebesar 2.119.550 ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor non migas sebesar 1.569.590 ton dan sektor migas sebesar 549,97 ribu ton.

Sebagaimana dilansir Antara, ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya, menurun pada Juli 2018. Komoditas yang masuk dalam golongan barang lemak dan minyak hewan/nabati turun sebesar 13,95 juta dolar AS dibandingkan Juni 2018.

Dari 10 golongan barang ekspor non migas terbesar bulan Juli 2018 dibanding bulan sebelumnya, kenaikan terbesar terjadi pada bubur kayu (pulp) sekitar 22,36 juta dolar AS, kertas dan karton 19,01 juta dolar AS, berbagai produk kimia 12,03 juta dolar AS, ampas dan sisa industri makanan 4,59 juta dolar AS, dan bahan kimia organik sebesar 2,79 juta dolar AS.

Sementara itu, harga tandan buah segar (TBS) sawit Riau periode 5-11 Sepetember 2018 untuk umur tanaman 10-20 tahun tercatat sebesar Rp1.611,71 per kilogram atau naik sebesar Rp23,60 dibandingkan pekan lalu. Harga ini berlaku untuk petani plasma yang menjual langsung ke pabrik kelapa sawit.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Tinggalkan Gedung Sate, M Iriawan Mengaku Perasaannya Bercampur Aduk

#Kelapa Sawit #Industri Sawit #Dolar AS #Rupiah Anjlok
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pasar Waspada Sehari Setelah Bos BI Mundur, Rupiah Jeblok di Atas Rp18.070
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.070 per dolar AS sehari setelah Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur BI. Pasar bersikap hati-hati menunggu arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan baru.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Pasar Waspada Sehari Setelah Bos BI Mundur, Rupiah Jeblok di Atas Rp18.070
Indonesia
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Penguatan IHSG berjalan selaras dengan pergerakan kelompok saham unggulan pada papan utama perdagangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Indonesia
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Ibrahim Assuaibi menambahkan, ancaman gangguan pada perairan penting Teluk berdampak langsung terhadap rantai pasok minyak dunia
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Juli 2026
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Indonesia
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Penguatan tajam pergerakan indeks melengkapi gairah pasar uang setelah mata uang Garuda turut bergerak menguat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Indonesia
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Konflik militer terbuka antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran jadi penyebab lonjakan harga minyak mentah dan memperkuat indeks dolar AS
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2026
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Indonesia
Dolar AS Akhirnya Tumbang, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Langsung Melesat Tajam Jelang Rapat Dewan Gubernur BI
Langkah intervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) turut menjaga ekspektasi inflasi tetap berada dalam koridor target Bank Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Juli 2026
Dolar AS Akhirnya Tumbang, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Langsung Melesat Tajam Jelang Rapat Dewan Gubernur BI
Indonesia
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Pembatalan pembukaan Selat Hormuz memicu kekhawatiran datangnya guncangan inflasi jilid baru akibat kenaikan biaya logistik dunia
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Indonesia
IHSG Hari Ini Tembus 5.936, Indeks LQ45 Meroket Ikuti Tren
Kenaikan harga saham sektor perbankan dan komoditas menjadi motor penggerak utama indeks harga saham gabungan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 Juli 2026
IHSG Hari Ini Tembus 5.936, Indeks LQ45 Meroket Ikuti Tren
Indonesia
Koperasi Bakal Dilibatkan Dalam Rantai Bisnis Sawit, Bukan Hanya Kelola Kebun
Kementerian Koperasi akan meresmikan pabrik CPO berbasis koperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Koperasi Bakal Dilibatkan Dalam Rantai Bisnis Sawit, Bukan Hanya Kelola Kebun
Indonesia
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Kelompok saham berkapitalisasi besar ikut mendorong laju indeks sektoral berada pada zona hijau
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Bagikan