Sains

Indonesia Memiliki Dua Proyek Penelitian Baru di Sektor Energi Terbarukan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 24 Maret 2021
Indonesia Memiliki Dua Proyek Penelitian Baru di Sektor Energi Terbarukan

Sektor energi terbarukan Indonesia mendapat angin segar. (Foto: Unsplash/Riccardo Annandale)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEKTOR energi terbarukan Indonesia mendapat angin segar dengan peluncuran dua proyek penelitian LANDMARC dan TIPPING+ Selasa (23/3). su-re.co (Sustainability and Resilience) secara resmi memperkenalkan dua proyek penelitian energi terbarukan di Indonesia kepada publik.

Melaui Sustainability and Resilience Kick-off Workshop, su-re.co juga hendak menggandeng potensi kolaborasi dengan menyelaraskan proyek dan perencanaan dengan para mitra yang hadir.

Baca juga:

Limbah Tempe Dijadikan Energi Listrik, Ini Caranya!

Dr. Takeshi Takama, CEO su-re.co membuka workshop dengan ajakan kolaborasi kepada para peserta yang terdiri dari para pemangku kebijakan di tingkat daerah dan nasional. Peserta juga merupakan para mitra peneliti dan organisasi internasional.

"Melalui workshop ini, kami beralih ke langkah berikutnya yaitu meningkatkan skala aktivitas dan proyek kami, kami bertujuan untuk melakukan carbon offset melalui sistem blockchain," papar Takeshi.

Biogas saat belum terisi. (Foto: Istimewa)

Kegiatan workshop yang berlangsung pada Selasa siang turut dihadiri oleh 73 perwakilan organisasi dari berbagai sektor, seperti industri, pemerintah nasional, pemerintah daerah, LSM dan peneliti berskala internasional.

Pada kegiatan ini juga turut hadir para pembicara utama Dr. Takeshi Takama (CEO su-re.co), Rise Spijker (Koordinator Proyek LANDMARC), J. David Tàbara (Koordinator Proyek TIPPING+), Florian Herzog (Koordinator Program IKI Small Grant), Irfan Darliazi Yananto (Perencana Direktorat Lingkungan Hidup, BAPPENAS) dan Trois Dilisusendi (Koordinator Penyiapan Program Bioenergi, Kementrian ESDM).

Para pembicara menjelaskan topik-topik terkait mitigasi penggunaan lahan, transisi energi bersih, dan biogas dengan sistem blockchain. Selain itu para pembicara menyampaikan sambutan dan harapan untuk proyek ini.

Baca juga:

Ilmuwan Mengungkap Misteri 'Komputer' Tertua di Dunia

Pada sesi Accelerating Clean Energy Transition, Dilisusendi selaku Koordinator Penyiapan Program Bioenergi, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mencapai bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sesuai dengan target RUEN 23% di 2025. Strategi yang digunakan adalah substitusi energi primer, konversi energi primer dari bahan bakar fosil, penambahan kapasitas PLT EBT, dan pemanfaatan EBT non-listrik lainnya.

"Pemerintah sedang menyiapkan Grand Strategy Energi Nasional (GSEN) dengan visi Menciptakan ketahanan dan kemandirian energi nasional," ungkap Dilisusendi.

Biogas saat sudah terisi. (Foto: Istimewa)

Beberapa kolaborasi yang bisa dilakukan di antaranya pengembangan teknologi EBT skala kecil menengah di daerah terpencil, Pendanaan green financing, dan penguatan capacity building bagi pemerintah daerah dalam mengelola EBT.

Proyek LANDMARC (Land Use Based Mitigation for Resilient Climate Pathways) di Indonesia turut menggandeng para pemangku kepentingan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Tujuannya untuk mengeksplorasi potensi penyimpanan karbon atau carbon storage melalui biogas dan kompos di Indonesia.

Rangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan data, pendekatan ke pemangku kepentingan dan penilaian teknologi mitigasi penggunaan lahan (Land-use Mitigation Technology) akan dilakukan. "Workshop seperti ini harus dilanjutkan," kata Spijker, Koordinator Proyek LANDMARC, pada akhir sesi. (avia)

Baca juga:

Pentingnya Menguasai Coding dan Programming Bagi Siswa

#Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Bagikan