Indonesia Desak Rapat Darurat Dewan Keamanan PBB Usai Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 31 Maret 2026
Indonesia Desak Rapat Darurat Dewan Keamanan PBB Usai Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono. Foto: Dok. Setpres RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar rapat darurat Dewan Keamanan (DK) menyusul gugurnya personel penjaga perdamaian asal Indonesia akibat serangan di Lebanon Selatan.

Desakan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri, Sugiono, dalam percakapan dengan António Guterres pada Senin (30/3) malam.

Selain mendorong rapat darurat, Indonesia juga menuntut dilakukannya investigasi yang cepat, transparan, dan menyeluruh atas insiden yang menewaskan personel penjaga perdamaian tersebut.

"Kami meminta dibentuknya rapat darurat Dewan Keamanan PBB dan proses investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan," ujar Sugiono seperti dikutip dari akun X, Selasa (31/3).

Baca juga:

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Dorong Evaluasi Misi UNIFIL demi Keselamatan Personel

Dalam komunikasi tersebut, Sugiono turut menyampaikan apresiasi atas ungkapan duka cita dari Guterres serta kesiapan PBB untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam mengusut insiden tersebut.

Pada waktu yang sama, Sugiono juga melakukan pembicaraan dengan Yousef Raggi guna menyampaikan keprihatinan mendalam Indonesia atas serangan di wilayah Lebanon, termasuk insiden yang menewaskan personel Indonesia.

Ia menyebut kedua negara sepakat untuk memperkuat koordinasi dan menindaklanjuti sejumlah langkah strategis sebagai respons atas peristiwa tersebut.

"Langkah-langkah tersebut dilakukan sembari mendukung upaya penurunan eskalasi tensi dan menjaga stabilitas regional," imbuhnya.

Dalam dua komunikasi tersebut, Indonesia juga menegaskan sikap tegas dengan mengecam serangan yang menyebabkan jatuhnya korban dari personel penjaga perdamaian.

"Kami mengecam keras serangan tersebut dan menggarisbawahi pentingnya menghormati keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian PBB sesuai dengan hukum internasional," jelas Sugiono.

Baca juga:

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kemhan Ungkap Ada Korban Tambahan

Sebelumnya, seorang personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon, yakni Praka Farizal Rhomadon, gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3).

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di kawasan tersebut.

Sehari setelahnya, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi bahwa dua personel Indonesia lainnya juga gugur seiring meningkatnya intensitas konflik di wilayah tersebut. (Asp)

#PBB #UNIFIL #TNI #Lebanon
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Komcad bukanlah aparat yang memiliki tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Indonesia
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Sinergi tersebut perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan rasa aman yang lebih optimal kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Dunia
Dunia di Ambang Krisis, Tinggi Permukaan Laut Naik 2 Kali Lipat dalam 10 Tahun
Jika tren ini berlanjut, jutaan orang di wilayah pesisir akan menghadapi banjir rob, hilangnya lahan, dan krisis pangan akibat rusaknya ekosistem laut.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Dunia di Ambang Krisis, Tinggi Permukaan Laut Naik 2 Kali Lipat dalam 10 Tahun
Dunia
Gencatan Senjata di Lebanon Makin Suram, UNIFIL PBB Catat Israel Luncurkan 69 Serangan Udara
UNIFIL melaporkan 69 pelanggaran udara Israel di Lebanon, termasuk 25 serangan udara. Serangan juga menghantam ambulans, menewaskan paramedis.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Gencatan Senjata di Lebanon Makin Suram, UNIFIL PBB Catat Israel Luncurkan 69 Serangan Udara
Dunia
Pasukan UNIFIL PBB Kembali Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, 1 Tewas 2 Luka-Luka
Serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan anggota UNIFIL asal Serbia dan melukai dua lainnya.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Pasukan UNIFIL PBB Kembali Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, 1 Tewas 2 Luka-Luka
Indonesia
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Pembangunan Batalyon Komcad itu dilakukan agar personel TNI di daerah mudah mendapatkan bantuan tambahan personel dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Indonesia
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Donny membuka kemungkinan tempat pelatihan Komcad ASN gelombang II akan berbeda dari gelombang I.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Indonesia
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Oditur militer menuntut empat prajurit TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Tindakan para terdakwa disebut dilakukan secara terencana.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Indonesia
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Empat personel TNI terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dituntut 2,5 tahun penjara.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Dunia
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Gerakan Hizbullah Lebanon siap mematuhi gencatan senjata jika Israel berhenti menyerang seluruh wilayah Lebanon.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Bagikan