IMF Ramal Kiamat Rantai Pasok Global, April Mulai Terasa

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 16 April 2026
IMF Ramal Kiamat Rantai Pasok Global, April Mulai Terasa

Ilustrasi kapal tanker. (Foto: Pexels/abdo alshreef)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dana Moneter Internasional atau IMF memprediksi kebijakaan militer Amerika Serikat memblokade kapal-kapal yang berafiliasi dengan Iran di perairan Selat Hormuz akan memicu ancaman kiamat rantai pasok global.

Apalagi, eskalasi di Timur Tengah sudah memanas sebelum pemberlakuan blokade de facto oleh AS itu. Bahkan, efeknya sudah mulai terasa terutama di Asia yang bergantung pada impor energi dari Teluk Persia.

“Kami prihatin tentang kerusakan fisik dalam rantai pasokan. Kami sudah melihat, terutama di Asia, ada kekurangan; tidak hanya minyak dan gas, tetapi juga nafta, helium,” kata Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, dalam keterangannya, dikutip Kamis (16/4).

Baca juga:

Bawa 2 Juta Barel Minyak, Supertanker Iran Bobol Blokade AS di Selat Hormuz

Kiamat Pasokan Global Dimulai April Ini

Georgieva menambahkan, dampak gangguan bisa meningkat dalam beberapa pekan mendatang di bulan April ini

“Kami sangat prihatin dengan dampak gangguan pasokan minyak dan gas. Maret merupakan bulan yang sulit, tetapi April mungkin akan lebih sulit lagi," tuturnya, dilansir Antara.

"Kenapa? Karena kapal tanker yang berangkat sebelum 28 Februari telah sampai di tujuan dan tidak ada pengiriman baru yang akan datang,” imbuh Bos IMF itu.

Baca juga:

Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS Per Barel, Kementerian ESDM Siapkan Langkah Mitigasi

Militer AS Mulai Blokade di Perairan Iran

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran sejak akhir Februari menyebabkan blokade terhadap Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Langkah ini berdampak pada aktivitas ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Angkatan Laut AS bahkan mulai memblokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran sejak Senin kemarin.

Washington menegaskan kapal selain Iran bebas melintas selama tidak membayar bea masuk kepada Teheran. Hingga kini, otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan bea masuk, meski rencana tersebut sudah dibahas. (*)

#IMF #Selat Hormuz #Kiamat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Mohebbi mengklaim bahwa seluruh lalu lintas data internet dan komersial melewati kabel-kabel tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Indonesia
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
Krisis BBM Melanda Prancis, Harga Sudah Melonjak 30 Persen
Presiden Republik Prancis telah mengarahkan pemerintahannya untuk berupaya penuh guna memastikan pasokan..
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Krisis BBM Melanda Prancis, Harga Sudah Melonjak 30 Persen
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Dunia
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker Iran setelah kapal perang Angkatan Laut AS diserang rudal balistik IRGC.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Indonesia
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Dengan rekam jejak internasional di IMF dan pengalaman panjang di BI, Aida S Budiman diharapkan mampu menjaga stabilitas moneter Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Dunia
AS Serang Dua Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak, Konflik Kembali Memanas
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap dua peluncur milik Iran di Pulau Larak.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
AS Serang Dua Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak, Konflik Kembali Memanas
Bagikan