MerahPutih.com - Dana Moneter Internasional atau IMF memprediksi kebijakaan militer Amerika Serikat memblokade kapal-kapal yang berafiliasi dengan Iran di perairan Selat Hormuz akan memicu ancaman kiamat rantai pasok global.
Apalagi, eskalasi di Timur Tengah sudah memanas sebelum pemberlakuan blokade de facto oleh AS itu. Bahkan, efeknya sudah mulai terasa terutama di Asia yang bergantung pada impor energi dari Teluk Persia.
“Kami prihatin tentang kerusakan fisik dalam rantai pasokan. Kami sudah melihat, terutama di Asia, ada kekurangan; tidak hanya minyak dan gas, tetapi juga nafta, helium,” kata Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, dalam keterangannya, dikutip Kamis (16/4).
Baca juga:
Bawa 2 Juta Barel Minyak, Supertanker Iran Bobol Blokade AS di Selat Hormuz
Kiamat Pasokan Global Dimulai April Ini
Georgieva menambahkan, dampak gangguan bisa meningkat dalam beberapa pekan mendatang di bulan April ini
“Kami sangat prihatin dengan dampak gangguan pasokan minyak dan gas. Maret merupakan bulan yang sulit, tetapi April mungkin akan lebih sulit lagi," tuturnya, dilansir Antara.
"Kenapa? Karena kapal tanker yang berangkat sebelum 28 Februari telah sampai di tujuan dan tidak ada pengiriman baru yang akan datang,” imbuh Bos IMF itu.
Baca juga:
Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS Per Barel, Kementerian ESDM Siapkan Langkah Mitigasi
Militer AS Mulai Blokade di Perairan Iran
Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran sejak akhir Februari menyebabkan blokade terhadap Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Langkah ini berdampak pada aktivitas ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Angkatan Laut AS bahkan mulai memblokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran sejak Senin kemarin.
Washington menegaskan kapal selain Iran bebas melintas selama tidak membayar bea masuk kepada Teheran. Hingga kini, otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan bea masuk, meski rencana tersebut sudah dibahas. (*)