Ilmuwan Penerima Hadiah Nobel Teken Surat Terbuka Serukan Gencatan Senjata di Gaza
Arsip - Foto udara menunjukkan bangunan dan mobil yang hancur pasca serangan Israel yang berlanjut di Rafah, Gaza, Palestina. ANTARA/Anadolu Agency
MERAHPUTIH.COM - PERAIH hadiah Nobel May-Britt Moser dan Edvard Moser dari Norwegia serta Susumu Tonegawa dari Jepang menjadi bagian dari 1.000 ilmuwan yang menandatangani surat terbuka yang menyerukan gencatan senjata di Gaza.
Kantor berita Iran, IRNA, dikutip ANTARA, melaporkan surat terbuka, yang terutama diusulkan psikolog dan ahli saraf dari seluruh dunia, tersebut sekaligus mendesak komunitas internasional menekan rezim Israel supaya mematuhi hukum humaniter.
Selain ketiga nama penting di bidang keilmuan itu, sejumlah peneliti asal Spanyol, seperti Pablo Lanillos, yang merupakan anggota kelompok Neuro Artificial Intelligence and Robotics di Cajal Institute, juga menandatangani surat tersebut.
"Seruan ini kuat karena datang dari para ahli saraf, orang-orang yang mempelajari bagaimana otak merasakan danmemproses konflik semacam itu," kata Lanillos.
Baca juga:
Tank Israel Tak Berhenti Menembaki Gaza, 42 Warga Palestina Tewas
Surat itu juga mengutuk kekerasan, termasuk kejahatan perang yang tak terhitung jumlahnya oleh rezim Israel di wilayah Palestina yang terisolasi. Lewat surat itu, para ilmuwan memperingatkan bahwa tanpa tekanan internasional, kekerasan akan terus terjadi. Mereka menekankan bahwa wilayah Gaza terjebak dalam siklus kekerasan dan balas dendam yang merusak sikap hidup berdampingan secara damai “Kebencian, kematian, dan kehancuran sedang merajalela,” imbuh mereka.
Para ilmuwan itu menyeru kepada komunitas internasional untuk menekan rezim Israel agar mengakhiri perang. Hal itu dapat dilakukan dengan menghentikan penjualan senjata atau mengevaluasi kembali perjanjian kerja sama dengan Israel.
Mereka mengatakan kebijakan Israel saat ini telah menimbulkan kerugian bagi warga Palestina sekaligus membahayakan kaum Zionis.
Surat terbuka ini diprakarsai dan dipublikasi para peneliti di Universitas Sorbonne di Prancis dan Princeton di Amerika Serikat.(*)
Baca juga:
Hamas dan Fatah Sepakat Kelola Jalur Gaza, Bentuk Upaya Lakukan Gencatan Senjata
Bagikan
Berita Terkait
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina