Merahputih.com - Kurs rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat (24/4) menunjukkan tren positif terhadap dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mengawali hari di zona merah.
Pergerakan pasar keuangan domestik ini mencerminkan dinamika spekulasi investor di tengah fluktuasi ekonomi global yang dinamis.
Baca juga:
Rupiah Capai 17.304 Per dolar AS, Airlangga: Kita Monitor Saja
Rupiah Melibas Dolar AS
Rupiah mengawali transaksi dengan kepercayaan diri tinggi. Nilai tukar rupiah menanjak 6 poin atau setara 0,03 persen ke posisi Rp17.280 per dolar AS. Angka ini memperbaiki posisi penutupan sebelumnya yang tertahan di level Rp17.286 per dolar AS.
Penguatan tipis ini menandakan adanya aliran modal masuk yang menjaga stabilitas meskipun tekanan eksternal masih membayangi pasar keuangan nasional.
IHSG dan Indeks LQ45 Tertekan
Baca juga:
Kondisi berbeda justru melanda bursa saham domestik. IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan dengan koreksi tipis sebesar 0,53 poin atau 0,01 persen, sehingga terlempar ke posisi 7.378,07. Penurunan ini memicu kekhawatiran jangka pendek di kalangan pelaku pasar modal.
Seirama dengan indeks utama, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga mencatatkan rapor merah. Indeks tersebut merosot 1,51 poin atau 0,10 persen ke level 715,75. Tekanan pada saham-saham blue chip ini menjadi faktor utama yang menahan laju penguatan bursa di akhir pekan.