Pilpres 2019

IDI Tegaskan Rekam Medis Bukan Penentu Lolos Tidaknya Paslon

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 12 Agustus 2018
IDI Tegaskan Rekam Medis Bukan Penentu Lolos Tidaknya Paslon

Ketua Umum PB IDI Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG dalam konferensi pers di kantor PB IDI, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Tahapan pemeriksaan kesehatan bagi paslon Capres/Cawapres Pilpres 2019 ditempatkan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Mengawali pemeriksaan, Paslon Jokowi-Ma'ruf diberikan kesempatan pertama melakukan tes.

Ketum IDI Ilham Oetama Marsis mengatakan periksaan kesehatan bagi paslon telah diatur dalam UU Pemilu berikut aturan KPU (PKPU) dan IDI bertugas sebagai penilai hasil rekam medis tersebut.

IDI, kata Ilham tidak mempunyai wewenang untuk menentukan lolos tidaknya pasangan calon di Pilpres 2019.

"Tugas utama dari IDI adalah pemeriksaan terhadap bacapres/ cawapres, IDI tidak punya wewenang memutuskan lolos tidaknya Paslon," kata dia kepada awak media di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8).

Nantinya, papar Ilham setelah selesai pemeriksaan jasmani maupun rohani, diambil hasil dan kesimpulan, kemudian diserahkan ke pihak KPU RI.

Tim Dokter yang melakukan tes kesehatan capres-cawapres
Tim dokter yang memeriksa tes kesehatan capres-cawapres (Foto: MP/Fadhli)

Senada, Waketum IDI Daeng M Faqih menyatakan, IDI hanya diminta KPU untuk memeriksa dan menentukan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan fisik.

"Hasil itu kemudian disampaikan ke KPU untuk dijadikan pertimbangan. Yang menetapkan lolos tidak lolos bukan hasil dari kami tapi KPU," tuturnya.

Menambahkan, Daeng mengungkapakan, jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya gangguan-gangguan atau potensi penyakit yang mengganggu, maka akan diminta perawatan.

"Pemeriksan dikedokteran ada dua sifat pengobatan dan penilaian. Jika ada potensi penyakit yang mengganggu maka akan kita rawat. Kalau itu perlu dan memungkinkan. Misalnya seperti gangguan pendengaran. Jika bisa diobati dengan jangka waktu beberapa hari maka kita akan lakukan. Tapi jika tidak maka akan kami buatkan laporannya," ucap dia.

Adapun standar pemeriksaan kesehatan di antaranya meliputi, tes kejiwaan, penyakit dalam, pembuluh darah, jantung, bedah radiologi, ortopedi dan THT.

"Intinya meliputi semua disiplin ilmu yang ada di ilmu kedokteran," urainya.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pelaku Pasar Gamang Tunggu Arah Kebijakan Ekonomi Capres-Cawapres

#Ikatan Dokter Indonesia (IDI) #Pilpres 2019 #RSPAD
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Viral Anak Meninggal Dunia dengan Cacing di Otak, Kenali Tanda-Tanda Awal Kecacingan yang Sering Dikira Batuk Biasa
Riza Chalid, selaku pemilik manfaat PT Orbit Terminal Merak, merupakan salah satu dari delapan tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Agustus 2025
Viral Anak Meninggal Dunia dengan Cacing di Otak, Kenali Tanda-Tanda Awal Kecacingan yang Sering Dikira Batuk Biasa
Indonesia
Kenang Kwik Kian Gie, Prabowo: Beliau Pertahankan Pasal 33 UUD 1945, Ekonomi Pancasila
Prabowo juga mengungkapkan kedekatan dirinya dengan Kwik. Ia menjelaskan, Kwik sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp beberapa hari sebelum wafat.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 Juli 2025
Kenang Kwik Kian Gie, Prabowo: Beliau Pertahankan Pasal 33 UUD 1945, Ekonomi Pancasila
Indonesia
Gibran Unggah Kabar Mengejutkan Soal Kesehatan SBY, Kondisinya Bikin Penasaran
Kunjungan ini dilakukan sesaat setelah Gibran mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma
Angga Yudha Pratama - Senin, 21 Juli 2025
Gibran Unggah Kabar Mengejutkan Soal Kesehatan SBY, Kondisinya Bikin Penasaran
Indonesia
Dirawat di RSPAD, SBY Tuntaskan 1 Lukisan Baru dengan Tangan Terinfus
Kondisi SBY disebutkan kini semakin membai
Wisnu Cipto - Minggu, 20 Juli 2025
Dirawat di RSPAD, SBY Tuntaskan 1 Lukisan Baru dengan Tangan Terinfus
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: IDI Publikasikan 19 Minuman yang Sebabkan Diabetes dan Pengerasan Otak
Pesan berantai dengan klaim “IDI rilis 19 minuman yang mengandung Aspartame penyebab pengerasan otak” adalah konten palsu
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Mei 2025
[HOAKS atau FAKTA]: IDI Publikasikan 19 Minuman yang Sebabkan Diabetes dan Pengerasan Otak
Indonesia
PB IDI Protes Mutasi dan Pemberhentian Dokter Vertikal oleh Kemenkes, Dinilai Tidak Punya Alasan
PB IDI memohon kepada Kementerian Kesehatan untuk menghormati dan melindungi hak dokter, terutama dalam menyampaikan pendapat serta berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Mei 2025
PB IDI Protes Mutasi dan Pemberhentian Dokter Vertikal oleh Kemenkes, Dinilai Tidak Punya Alasan
Indonesia
Pengungsi Gempa Bandung Raya 5.400 Orang, IDI Terjunkan Tim Medis
Jumlah pengungsi tercatat saat ini sekitar 5.400 orang yang terdiri atasi anak, dewasa, dan lansia.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 September 2024
Pengungsi Gempa Bandung Raya 5.400 Orang, IDI Terjunkan Tim Medis
Indonesia
RS Medistra Minta Maaf Terkait Syarat Diterima Kerja Harus Lepas Hijab
Dokter Diani Kartini melayangkan surat yang mempertanyakan soal kesediaan melepas hijab jika diterima di RS Medistra
Wisnu Cipto - Senin, 02 September 2024
RS Medistra Minta Maaf Terkait Syarat Diterima Kerja Harus Lepas Hijab
Indonesia
Kemenkes Bantah Terlibat Pemecatan Dekan FK Unair Penolak Dokter Asing
"Kabar itu tidak ada hubungannya dengan Kemenkes. Itu masalah internal Unair," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juli 2024
Kemenkes Bantah Terlibat Pemecatan Dekan FK Unair Penolak Dokter Asing
Indonesia
Dekan FK Unair yang Tolak Dokter Asing Praktik di Indonesia Dipecat
Universitas berdalih pencopotan dekan FK Unair itu merupakan kebijakan internal untuk penguatan lembaga.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juli 2024
Dekan FK Unair yang Tolak Dokter Asing Praktik di Indonesia Dipecat
Bagikan