IDI Tegaskan Rekam Medis Bukan Penentu Lolos Tidaknya Paslon
Ketua Umum PB IDI Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG dalam konferensi pers di kantor PB IDI, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)
MerahPutih.Com - Tahapan pemeriksaan kesehatan bagi paslon Capres/Cawapres Pilpres 2019 ditempatkan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Mengawali pemeriksaan, Paslon Jokowi-Ma'ruf diberikan kesempatan pertama melakukan tes.
Ketum IDI Ilham Oetama Marsis mengatakan periksaan kesehatan bagi paslon telah diatur dalam UU Pemilu berikut aturan KPU (PKPU) dan IDI bertugas sebagai penilai hasil rekam medis tersebut.
IDI, kata Ilham tidak mempunyai wewenang untuk menentukan lolos tidaknya pasangan calon di Pilpres 2019.
"Tugas utama dari IDI adalah pemeriksaan terhadap bacapres/ cawapres, IDI tidak punya wewenang memutuskan lolos tidaknya Paslon," kata dia kepada awak media di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8).
Nantinya, papar Ilham setelah selesai pemeriksaan jasmani maupun rohani, diambil hasil dan kesimpulan, kemudian diserahkan ke pihak KPU RI.
Senada, Waketum IDI Daeng M Faqih menyatakan, IDI hanya diminta KPU untuk memeriksa dan menentukan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan fisik.
"Hasil itu kemudian disampaikan ke KPU untuk dijadikan pertimbangan. Yang menetapkan lolos tidak lolos bukan hasil dari kami tapi KPU," tuturnya.
Menambahkan, Daeng mengungkapakan, jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya gangguan-gangguan atau potensi penyakit yang mengganggu, maka akan diminta perawatan.
"Pemeriksan dikedokteran ada dua sifat pengobatan dan penilaian. Jika ada potensi penyakit yang mengganggu maka akan kita rawat. Kalau itu perlu dan memungkinkan. Misalnya seperti gangguan pendengaran. Jika bisa diobati dengan jangka waktu beberapa hari maka kita akan lakukan. Tapi jika tidak maka akan kami buatkan laporannya," ucap dia.
Adapun standar pemeriksaan kesehatan di antaranya meliputi, tes kejiwaan, penyakit dalam, pembuluh darah, jantung, bedah radiologi, ortopedi dan THT.
"Intinya meliputi semua disiplin ilmu yang ada di ilmu kedokteran," urainya.(Fdi)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pelaku Pasar Gamang Tunggu Arah Kebijakan Ekonomi Capres-Cawapres
Bagikan
Berita Terkait
Viral Anak Meninggal Dunia dengan Cacing di Otak, Kenali Tanda-Tanda Awal Kecacingan yang Sering Dikira Batuk Biasa
Kenang Kwik Kian Gie, Prabowo: Beliau Pertahankan Pasal 33 UUD 1945, Ekonomi Pancasila
Gibran Unggah Kabar Mengejutkan Soal Kesehatan SBY, Kondisinya Bikin Penasaran
Dirawat di RSPAD, SBY Tuntaskan 1 Lukisan Baru dengan Tangan Terinfus
[HOAKS atau FAKTA]: IDI Publikasikan 19 Minuman yang Sebabkan Diabetes dan Pengerasan Otak
PB IDI Protes Mutasi dan Pemberhentian Dokter Vertikal oleh Kemenkes, Dinilai Tidak Punya Alasan
Pengungsi Gempa Bandung Raya 5.400 Orang, IDI Terjunkan Tim Medis
RS Medistra Minta Maaf Terkait Syarat Diterima Kerja Harus Lepas Hijab
Kemenkes Bantah Terlibat Pemecatan Dekan FK Unair Penolak Dokter Asing
Dekan FK Unair yang Tolak Dokter Asing Praktik di Indonesia Dipecat