Hukuman Mati tidak Pantas Diberlakukan di Indonesia

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Minggu, 18 Januari 2015
Hukuman Mati tidak Pantas Diberlakukan di Indonesia

sumber foto: Antara

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Eksekusi mati terhadap enam terpidana kasus narkotika telah dilaksanakan sesuai rencana di Nusakambangan dan Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (18/1) dini hari.

Menanggapi perihal hukuman mati terhadap enam terpidana kasus narkotika tersebut menuai pro kontra di masyarakat Indonesia ini. Seperti Liana yang mengatakan, bahwa hukuman mati terhadap para pelanggar hukum belum pantas diterapkan di Indonesia. Hukuman mati itu tidak manusiawi, apalagi diterapkan di Indonesia yang notebene menganut ideologi pancasila. Di dalam butir Pancasila tersebut terkandung butir sila yang berbunyi, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Liana, warga Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat ini, menerapkan hukuman mati itu berarti sudah melanggar ideologi pancasila.

“Sifat  Indonesia bukan seperti negara Arab yang menerapkan hukum mati atau hukum pancung. Justru di Indonesia ini mengenal sifat keramahan, kekeluargaan, serta mempunyai sosial yang tinggi,” ujarnya.

Hal senada juga dituturkan Bambang, di Indonesia bahkan di dunia, nyawa seseorang itu adalah hak Tuhan, jadi untuk menentukan takdir mati saat ini atau esok itu adalah Tuhan bukan regu tembak. 

"Tidak sepakat dengan adanya segala bentuk tindakan hukuman mati berlaku di Indonesia ini," katanya ketika ditemui merahputih.com, Minggu, (18/1).

Menurut Bambang, warga Jakarta Pusat ini, biarlah hukuman mati menjadi sejarah hukum Islam. Walaupun negara Indonesia ini merupakan negara mayoritas penduduknya muslim akan tetapi bukan berarti harus menerapkan hukuman mati terhadap para narapidana apapun.

Masih menurutnya, hukuman mati yang diterapkan oleh Pemerintahan Jokowi ini bukan jaminan untuk menyetop peredaran narkotika di Indonesia. 

“Namun demikian, saya sangat setuju dengan sikap pemerintahan Jokowi yang memberantas peredaran narkotika di negeri ini,” kata Bambang.

Para gembong narkotika enaknya dijatuhi hukuman seumur hidup. Inilah hukuman yang paling berat, sekali lagi bukan hukuman mati yang dijatuhkan untuk para pelaku narkotika.

“Enaknya diberi hukuman paling beratnya seumur hidup, dengan ditempatkan di Lembaga Pemasarakatan (LP). Di dalam LP tersebut nantinya kan ada pendampingan pembelajaran kehidupan seperti melakukan wirausaha, serta pendidikan agama dan umum yang dikasih oleh para pengelola (LP),” tambahnya. (FIK).

 

#Narkoba #Eksekusi Mati Kasus Narkoba
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polisi Tangkap Bandar Besar Obat Keras di Tanah Abang, Ratusan Ribu Butir Barang Bukti Diamankan
RS (38), pria yang disebut bandar besar obat keras di Tanah Abang, ditangkap polisi setelah masuk DPO. Total tersangka dalam kasus ini menjadi enam orang.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polisi Tangkap Bandar Besar Obat Keras di Tanah Abang, Ratusan Ribu Butir Barang Bukti Diamankan
Indonesia
Polda Metro Bongkar Dugaan Industri Rumahan Produksi Etomidate di Jaksel, WN Malaysia Ditangkap
Polda Metro Jaya membongkar dugaan industri rumahan produksi etomidate di Jakarta Selatan. Seorang WN Malaysia berinisial LYL ditangkap.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Polda Metro Bongkar Dugaan Industri Rumahan Produksi Etomidate di Jaksel, WN Malaysia Ditangkap
Indonesia
Bareskrim Bongkar Jaringan King_Garden, Ungkap Penyamaran 9,4 Kg Ganja di Paket Tekstil
Petugas menemukan paket berisi 2 kilogram ganja yang dikirim menggunakan mobil ekspedisi dari Medan menuju Pasuruan dan Brebes.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Bareskrim Bongkar Jaringan King_Garden, Ungkap Penyamaran 9,4 Kg Ganja di Paket Tekstil
Indonesia
Dari Pasuruan ke Medan, Bareskrim Bongkar Jaringan Ganja Lintas Pulau yang Dikendalikan Napi
Pengungkapan bermula ketika Tim Subdit I Dittipidnarkoba Bareskrim Polri melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Dari Pasuruan ke Medan, Bareskrim Bongkar Jaringan Ganja Lintas Pulau yang Dikendalikan Napi
Indonesia
Terciduk Kasus Narkoba Lagi, Aktor Revaldo Kenal Bandar di Tempat Rehab
Aktor Revaldo Fifaldi Surya Permana kembali tersandung kasus narkoba untuk keempat kalinya.
Wisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2026
Terciduk Kasus Narkoba Lagi, Aktor Revaldo Kenal Bandar di Tempat Rehab
Indonesia
Polisi Endus Jejak Transaksi di ‘Kampung Narkoba’, Temukan Lokasi Penyerahan Barang
Dalam penyisiran lokasi yang dikenal sebagai ‘Kampung Ambon’ tersebut, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkotika.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Polisi Endus Jejak Transaksi di ‘Kampung Narkoba’, Temukan Lokasi Penyerahan Barang
Indonesia
Hati-Hati! Polisi Ungkap Peredaran Permen Mengandung Narkotika Golongan I Dari Inggris
Bukti permen diduga mengandung THC, cokelat LSD diduga mengandung THC, cairan diduga mengandung THC, serta permen mengandung THC yang diungkap penyidik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Hati-Hati! Polisi Ungkap Peredaran Permen Mengandung Narkotika Golongan I Dari Inggris
Indonesia
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung penggerebekan narkoba BNN di Kampung Bahari. Tiga tersangka ditangkap dalam operasi tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Indonesia
Profil Bos Gendut Gembong Narkoba Beraset Rp 40 Miliar, Tertangkap Saat Mau Sedot Lemak
Bos Gendut, gembong narkoba Kampung Bahari, ditangkap saat sedot lemak di Mangga Besar. BNN menyita aset Rp 40,77 miliar
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
Profil Bos Gendut Gembong Narkoba Beraset Rp 40 Miliar, Tertangkap Saat Mau Sedot Lemak
Indonesia
Sosok Bos Gendut, Bandar Narkoba Lintas Provinsi yang Ditangkap BNN dari Kampung Bahari
Polisi masih memburu pelaku lain dalam jaringan Bos Gendut.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Sosok Bos Gendut, Bandar Narkoba Lintas Provinsi yang Ditangkap BNN dari Kampung Bahari
Bagikan