Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Hujan Deras di Puncak Merapi, Dua Truk Pasir Terjebak Lahar Dingin

Mula AkmalMula Akmal - Selasa, 19 April 2022
Hujan Deras di Puncak Merapi, Dua Truk Pasir Terjebak Lahar Dingin

Gunung Merapi meluncurkan guguran awan panas ke arah barat daya. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sedikitnya dua truk pasir terjebak di Kali Woro akibat terkena lahar dingin Gunung Merapi, Selasa (19/4).

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Hanya saja, truk yang terjebak lahar dingin mengalami kerusakan berat.

Baca Juga:

BPPTKG Prediksi Merapi Tidak Bergejolak Selama Pelaksanaan G20

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Nur Tjahjono Suharto mengatakan hujan deras di puncak Gunung Merapi mengakibat hujan lahar dingin di anak sungai yang bermuara di puncak Merapi.

Hujan lahar dingin itu mengakibatkan truk pasir terjebak di Kali Woro, Klaten.

"Hujan deras di puncak Gunung Merapi memicu banjir lahar dingin. Ada dua truk yang sedang mencari pasir di Kali Woro terjebak terkena lahar dingin," kata Nur, Selasa (19/4).

Ia memastikan tidak ada korban jiwa karena sopir berhasil menyelamatkan diri. Untuk banjir lahar dingin di Gunung Merapi terjadi mulai pukul 13.00 WIB dan masih berlangsung sampai Selasa sore.

"Dua truk pengangkut pasir yang terjebak aliran lahar hujan di Kali Woro tersebut belum dapat kami evakuasi," kata dia.

Baca Juga:

Merapi Belasan Kali Luncurkan Guguran Lava Pijar

Dikatakannya, kejadian truk pengangkut pasir di Kali Woro terjebak banjir lahar hujan Gunung Merapi bukan kali pertama terjadi.
Terlebih, BPBD juga sudah beberapa kali mengingatkan pada penambang pasir tradisional untuk menghentikan aktivitasnya saat terjadi hujan di puncak Merapi.

"Sudah ada beberapa kejadian sebelumnya. Harusnya penambang pasir bisa mematuhi imbauan BPBD," kata dia.

Ia menambahkan evakuasi dua truk yang terjebak baru bisa dilakukan setelah lahar dingin mereda. Untuk lokasi penambangan ditutup sementara. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran hingga 1.500 Meter

#Gunung Merapi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis dan profesional komunikasi dengan pengalaman memimpin redaksi, menggarap strategi konten, dan menjembatani informasi publik lintas sektor. Bagi saya, setiap berita adalah peluang untuk menghadirkan akurasi, relevansi, dan dampak nyata bagi pembaca.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Merapi Jogja Erupsi Jumat Pagi, Awan Panas Meluncur 2 KM ke Barat Daya
Gunung Merapi erupsi Jumat pagi dengan awan panas guguran sejauh 2 km ke arah barat daya. BPPTKG menetapkan status Level III (Siaga) dan mengingatkan warga untuk menjauhi zona bahaya serta waspada banjir lahar dan hujan abu.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 Juli 2026
Merapi Jogja Erupsi Jumat Pagi, Awan Panas Meluncur 2 KM ke Barat Daya
Indonesia
Warga Lereng Merapi Nekat Buka Jalur Pendakian via Selo, BTNGM Lakukan Pendekatan
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Heri Wibowo mengatakan kejadian ini membuktikan masyarakat tidak menghiraukan imbauan pihak-pihak terkait.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Warga Lereng Merapi Nekat Buka Jalur Pendakian via Selo, BTNGM Lakukan Pendekatan
Indonesia
Gunung Merapi Erupsi, Jalur Pendakian Tetap Ditutup
Awan panas guguran terjadi pada pukul 20.56 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah barat, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Gunung Merapi Erupsi, Jalur Pendakian Tetap Ditutup
Indonesia
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi tersebut juga sekaitan dengan status Gunung Marapi yang hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Dua orang tersebut dari keterangan rekannya yang turun nekat naik ke Gunung Merapi. Padahal sudah jelas dilarang naik Gunung Merapi berstatus siaga III.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Indonesia
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Satu dari tujuh pendaki ilegal Gunung Merapi ialah perempuan. Mereka rata-rata masih berumur belasan tahun, yakni antara 17 dan 19 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Indonesia
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspada Guguran Lava dan Awan Panas
Warga yang tinggal dekat puncak gunung diminta meningkatkan kewaspadaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Oktober 2025
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspada Guguran Lava dan Awan Panas
Bagikan