Hong Kong Perintahkan Penghapusan Jaring Perancah setelah Kebakaran Mematikan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 05 Desember 2025
 Hong Kong Perintahkan Penghapusan Jaring Perancah setelah Kebakaran Mematikan

Kebakaran besar di kompleks apartemen di Hong Kong. ANTARA/Anadolu.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — OTORITAS Hong Kong telah memerintahkan penghapusan jaring perancah dari gedung-gedung yang sedang menjalani renovasi paling lambat Sabtu (6/12), saat investigasi berlanjut atas kebakaran paling mematikan di wilayah tersebut dalam beberapa dekade. Diketahui, 159 orang tewas akibat kebakaran yang terjadi Rabu lalu di kompleks perumahan Wang Fuk Court. Sebanayak 31 orang lain dinyatakan masih hilang.

Para penyelidik menemukan bahwa jaring pelindung yang digunakan di sekitar kompleks yang sedang menjalani renovasi besar-besaran tidak memenuhi standar tahan api. Sekretaris Pengembangan Bernadette Linn Hon-ho mengatakan pedoman baru terkait dengan pengujian material yang digunakan dalam perancah akan diterbitkan minggu depan.

Sekitar 200 bangunan residensial swasta dan 10 bangunan publik saat ini sedang menjalani renovasi di Hong Kong. Menurut South China Morning Post, sekitar 300 gedung akan terdampak oleh perintah penghapusan tersebut.

“Saya meyakinkan publik bahwa kami akan mengejar pertanggungjawaban hingga tuntas terhadap kontraktor mana pun yang menggunakan jaring perancah berkualitas buruk,” kata Linn. Ia menambahkan bahwa sampel jaring telah diambil untuk pengujian.

Baca juga:

Data Terbaru WNI Korban Kebakaran Hong Kong: 125 Selamat, 9 Tewas, 5 Masih Hilang



Di Wang Fuk Court, menurut pejabat setempat, api menyebar dengan cepat di antara blok-blok menara melalui jaring pelindung dan material mudah terbakar lainnya yang berada di bagian luar gedung. Polisi telah melakukan sedikitnya 15 penangkapan atas tuduhan pembunuhan tanpa niat (manslaughter) seiring dengan investigasi penyebab kebakaran berlanjut.
Pada Rabu, mereka mengatakan telah menyelesaikan pemeriksaan interior di ketujuh menara kompleks tersebut dan kini akan mencari jenazah di bagian lain gedung, seperti sisa-sisa perancah bambu.

“Kami belum menyelesaikan pekerjaan kami. Seperti yang bisa Anda liha banyak bambu telah jatuh. Kami masih perlu memeriksa apakah ada jenazah yang tertutup oleh bambu,” kata Komisaris Polisi Joe Chow. Ia menambahkan bahwa 140 dari 159 jenazah yang ditemukan hingga saat ini telah diidentifikasi, terdiri dari 49 laki-laki dan 91 perempuan, berusia antara satu hingga 97 tahun.(dwi)

Baca juga:

20 Orang Ditangkap Terkait Kebakaran Apartemen Hong Kong, Polisi Kantongi Bukti Kuat Kelalaian

#Kebakaran #Hong Kong #Kebakaran Rumah
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Bus AKAP PO Rosalia Indah Terbakar di Tol Solo–Ngawi, Diduga Korsleting
Tiga unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan bus. Penyemprotan pemadaman berlangsung selama kurang lebih dua jam.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
 Bus AKAP PO Rosalia Indah Terbakar di Tol Solo–Ngawi, Diduga Korsleting
Indonesia
Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu
Berdasarkan laporan pemantauan awal Kantor SAR Jakarta, indikasi kebakaran ditandai asap tebal berkadar gas beracun di area tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/1) dini hari.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu
Dunia
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
Sebagian besar wilayah Australia dilanda kondisi gelombang panas ekstrem.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
Dunia
Kebakaran Bar di Swiss, Pejabat Akui Kegagalan Inspeksi Sebabkan Insiden Mematikan
Inspeksi berkala tidak dilakukan antara 2020 dan 2025. Otoritas setempat sangat menyesalkan hal ini
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Kebakaran Bar di Swiss, Pejabat Akui Kegagalan Inspeksi Sebabkan Insiden Mematikan
Dunia
Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Para manajer Le Constellation diduga telah melakukan pembunuhan karena kelalaian, menyebabkan luka fisik karena kelalaian, serta pembakaran karena kelalaian.
Dwi Astarini - Minggu, 04 Januari 2026
 Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Dunia
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Pihak berwenang menyebut botol-botol sampanye yang dipasangi kembang api tangan itu berada terlalu dekat dengan langit-langit.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Januari 2026
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Dunia
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
Pejabat berwenang menyatakan insiden di bar Le Constellation di Crans-Montana diperlakukan sebagai kebakaran, bukan sebagai serangan teror.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
Dunia
Bar di Pegunungan Alpen, Swiss, Terbakar saat Perayaan Tahun Baru, Puluhan Orang Tewas dan Sekitar 100 Luka-Luka
Masih terlalu awal untuk menentukan penyebab kebakaran. Para ahli belum dapat masuk ke puing-puing bangunan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
 Bar di Pegunungan Alpen, Swiss, Terbakar saat Perayaan Tahun Baru, Puluhan Orang Tewas dan Sekitar 100 Luka-Luka
Indonesia
Kebakaran Minggu Malam, Sarinah Tetap Beroperasi
Api dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.20 WIB dengan memanfaatkan fasilitas hydrant yang tersedia di sisi barat Gedung Sarinah.
Dwi Astarini - Senin, 29 Desember 2025
Kebakaran Minggu Malam, Sarinah Tetap Beroperasi
Indonesia
RS Bhayangkara Polda Sulut Lakukan Identifikasi 16 Korban Kebakaran Panti Werda Damai
Polisi melakukan proses identifikasi yang melibatkan Tim Polresta Manado dan Tim DVI Bidokkes Polda Sulut di RS Bhayangkara Polda Sulut.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Desember 2025
RS Bhayangkara Polda Sulut Lakukan Identifikasi 16 Korban Kebakaran Panti Werda Damai
Bagikan