Hindari Kawasan GBK jika Tidak Ada Kepentingan saat Misa Akbar Paus Fransiskus

Frengky AruanFrengky Aruan - Sabtu, 31 Agustus 2024
Hindari Kawasan GBK jika Tidak Ada Kepentingan saat Misa Akbar Paus Fransiskus

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman. (Dok Humas Polri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya meminta masyarakat yang tidak berkepentingan untuk menghindari kawasan sekitar Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat saat misa kudus Paus Fransiskus, Kamis 5 September mendatang.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman meminta masyarakat juga mengikuti arahan dari Penjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono agar menerapkan work from home (WFH).

"Kami juga menginformasikan dimana kegiatan Paus, agar yang tidak berkepentingan tidak menuju lokasi tersebut (GBK) untuk menghindari kepadatan," jelas Latif Usman kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (31/8).

Polda Metro Jaya akan menyiapkan rekayasa lalu lintas selama kunjungan Paus Fransiskus pada 3-5 September 2024. Pengalihan ini diberlakukan secara situasional.

Baca juga:

Simak Nih! Pengalihan Arus Lalu Lintas saat Misa Akbar Paus Fransiskus

"Dalam menuju satu tempat ke tempat lain betul-betul pengamanan secara penuh. Itu untuk jalur kami akan bersihkan. Untuk pengaturan arus lalu lintas kami akan lihat situasional," jelas Latif.

Menurut Latif, pihaknya melakukan pemantauan jalur-jalur yang akan dilewati oleh Paus Fransiskus. Nantinya, ruas jalan itu akan ditutup hanya saat Paus Fransiskus melintas.

"Penutupan jalan beberapa ruas jalan yang akan dilewati seperti dari Bandara menuju Dubes Vatikan berarti jalur yang akan dilewati akan ditutup sementara," terangnya.

Seperti diketahui, Paus Fransiskus akan melakukan perjalanan keagamaan sekaligus kenegaraan atau apostolik ke Indonesia pada tanggal 3-6 September 2024. Salah satu agenda Paus di Indonesia adalah memimpin misa akbar di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK).

Agenda misa akbar tersebut digelar pada Kamis, 5 September 2024. Sekitar 60 ribu umat Katolik akan memadati SUGBK dan 26 ribu orang lainnya di Stadion Madya.

Baca juga:

Garda Swiss Jadi Pengaman Ring 1 Paus Fransiskus

Juru Bicara Panitia Kunjungan Paus Fransiskus Romo Thomas Ulun Ismoyo mengatakan ini adalah pertama kalinya dalam sebuah kunjungan apostolik Paus ke suatu negara, misa akbar digelar sekaligus di dua stadion besar. Panitia telah menyiapkan saluran khusus untuk siaran langsung (live streaming) misa agung Paus Fransiskus bagi umat Katolik yang tidak dapat hadir ke stadion pada tanggal 5 September.

Umat yang akan hadir juga diimbau agar mengikuti acara dengan tertib dan mematuhi semua petunjuk yang telah ditetapkan oleh pihak panitia. (Knu)

#Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) #Gelora Bung Karno #Paus Fransiskus #Polda Metro Jaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Makam ART Febrie Adriansyah Diekshumasi, Tim Forensik Periksa Jenazah hingga Sampel Tanah
Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas. Tim forensik memeriksa jenazah dan sampel lingkungan untuk mencari penyebab kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Makam ART Febrie Adriansyah Diekshumasi, Tim Forensik Periksa Jenazah hingga Sampel Tanah
Indonesia
Hari Ini Polisi Gali Makam Sutrimo Kuak Misteri Kematian ART Eks Jampidsus
Ekshumasi makam dilakukan 12 Agustus 2026 di Banyumas untuk mengungkap dugaan kematian tidak wajar Sutrimo ART eks Jampidsus.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Hari Ini Polisi Gali Makam Sutrimo Kuak Misteri Kematian ART Eks Jampidsus
Indonesia
Kasus Kebakaran Bapenda DKI Diambil Polda, Fokus Penyidik Lantai 16 Ruang Arsip
Kasus kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta resmi ditangani Polda Metro Jaya. Olah TKP dilakukan tim gabungan
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Kasus Kebakaran Bapenda DKI Diambil Polda, Fokus Penyidik Lantai 16 Ruang Arsip
Indonesia
Polisi Periksa Orang Dekat Sutrimo, Mantan Pembantu Rumah Tangga Febrie Adriansyah yang Tewas dengan Mulut Berbusa
Pemeriksaan lanjutan salah satunya akan menyasar keluarga Sutrimo di Banyumas.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Polisi Periksa Orang Dekat Sutrimo, Mantan Pembantu Rumah Tangga Febrie Adriansyah yang Tewas dengan Mulut Berbusa
Olahraga
Si Jalak Harupat Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026 Selain Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kesiapan Ditegaskan
Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung akan menjadi venue FIFA ASEAN Cup 2026, yang akan digelar di Indonesia.
Frengky Aruan - Senin, 10 Agustus 2026
Si Jalak Harupat Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026 Selain Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kesiapan Ditegaskan
Indonesia
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Polda Metro Jaya meningkatkan kasus kematian eks ART mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ke tahap penyidikan. Polisi akan melakukan ekshumasi jenazah S.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Indonesia
Polisi Akan Gali Makam Eks Asisten Febrie Adriansyah, Lakukan Autopsi Ulang
Sutrimo tewas misterius tak lama setelah kasus dugaan korupsi yang melibatkan majikannya terbongkar.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Polisi Akan Gali Makam Eks Asisten Febrie Adriansyah, Lakukan Autopsi Ulang
Olahraga
3 Catatan Krusial Kekalahan Telak AC Milan dari Chelsea di SUGBK: Skuad Gemuk, Terlalu 'Modric Sentris'
Dominasi mutlak The Blues sangat terlihat di atas kertas
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
3 Catatan Krusial Kekalahan Telak AC Milan dari Chelsea di SUGBK: Skuad Gemuk, Terlalu 'Modric Sentris'
Olahraga
Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK pada Pekan Kedua Super League, Teror 78 Ribu Jakmania Menanti Maung Bandung
Manajemen Macan Kemayoran tetap menjalin komunikasi erat bersama pengelola GBK terkait potensi pemeliharaan lapangan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK pada Pekan Kedua Super League, Teror 78 Ribu Jakmania Menanti Maung Bandung
Indonesia
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
995 pucuk diduga senjata angin terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, 776 pucuk dan revolver angin kaliber 4,5 millimeter.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
Bagikan