Kesehatan

Hilangkan Kutiil dengan Pasta Gigi, Ampuhkah?

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 03 Februari 2024
Hilangkan Kutiil dengan Pasta Gigi, Ampuhkah?

Mengoleskan pasta gigi ke kutil diklaim mampu membuat ukuran kutil mengecil. (Foto Unsplash William Warby)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - CARA menghilangkan kutil dengan pasta gigi telah lama diyakini masyarakat Indonesia ampuh dalam mengatasi benjolan kecil dan hitam di kulit. Jadi kandungan apa sih dalam pasta gigi yang mampu menghilangkan kutil.

Seperti dikabarkan Medicine Net, kutil adalah pertumbuhan kecil dan terbatas pada kulit yang disebabkan kelompok human papilloma virus (HPV). Virus itu bisa menular melalui kontak fisik dari orang yang memiliki kutil maupun dari benda yang telah terkontaminasi virus HPV. Kutil umumnya timbul di kaki dan tangan, tetapi juga mungkin muncul di area tubuh lainnya.

BACA JUGA:

Berani Jujur, Langkah Awal Cegah Kutil Kelamin

Mengoleskan pasta gigi ke kutil diklaim mampu membuat ukuran kutil mengecil. Klaim itulah yang akhirnya membuat masyarakat yakin bahwa pasta gigi bisa dijadikan sebagai obat alami untuk menghilangkan kutil.

Cara menghilangkan kutil dengan pasta gigi tergolong mudah. Kamu hanya perlu mengoleskan pasta gigi ke kutil, kemudian menutupnya dengan plester atau lakban dan diamkan selama semalaman. Dengan melakukan cara tersebut secara rutin, kutil dipercaya akan menghilang.

Manfaat pasta gigi dalam menghilangkan kutil diyakini berasal dari kandungan natrium dodesil sulfat. Kandungan itulah yang dipercaya bisa menghambat suplai oksigen ke kutil sehingga bisa membuat kutil mengering dan lambat laun menghilang.

Meskipun banyak yang meyakini pasta gigi bisa membantu menghilangkan kutil, faktanya belum ada satu pun penelitian yang menunjukkan manfaat pasta gigi tersebut. Jadi kamu tidak dianjurkan untuk menggunakan pasta gigi untuk menghilangkan kutil.

Meski begitu, ada beberapa cara lainnya yang bisa kamu lakukan menggunakan bahan alami seperti cuka apel. Cuka apel bisa membantu menghilangkan kutil karena bahan alami ini mampu mengikis lapisan kulit yang berkutil layaknya asam salisilat. Oleh karena itu, menggunakan cuka apel secara rutin bisa menghilangkan kutil secara perlahan.

Selain cuka apel, kamu juga bisa memanfaatkan bawang putih. Studi menunjukkan mengoleskan bawang putih ke kutil secara rutin selama empat minggu akan membuat kutil menghilang, bahkan diklaim tidak muncul kembali.

Untuk cara menghilangkan kutil yang lebih efektif, kamu bisa mengoleskan salep yang memuat kandungan asam salisilat setiap hari selama beberapa bulan sampai kutil hilang sepenuhnya. Kamu bisa memperoleh salep ini di toko obat terdekat dan menggunakannya sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.(and)

Baca juga:

Risiko Kutil Kelamin pada Bayi

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan