Heboh Video "Auditor BPK" Ancam Gantung Ahok

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 15 April 2016
Heboh Video

"Auditor BPK" yang gegerkan netizen dengan ancamannya untuk gantung Ahok (Foto: Screenshot youtube.co.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Berita Tekno - Kisruh Gubernur Ahok versus BPK terus bergulir keras. Beragam tudingan dan bantahan, perang pernyataan berbenturan sana-sini. Yang teranyar, hari ini Jumat, (15/4) para netizen ramai memperbincangkan beredarnya sebuah video dari situs youtube tentang kesaksian seseorang yang mengaku sebagai auditor BPK.

Video yang diunggah pemilik akun Guru Laghina itu menjadi perbincangan netizen. Perdebatan itu memunculkan dua kubu, yakni pendukung dan kontra Ahok yang lebih dikenal dengan nama Teman Ahok dan Haters.

Berdasarkan penelusuran merahputih.com, video dengan durasi 5:51 menit itu pertama kali diunggah Kamis, (14/4) kemarin. Dalam video tersebut, seseorang yang mengaku auditor BPK membuat testimoni seputar kebijakan anggaran Gubernur Ahok. Selain itu, pria paruh baya itu juga mengancam akan menggantung Ahok.

Testimoni "auditor BPK" itu sempat menyinggung dana CSR yang dipergunakan Gubernur Ahok. Apesnya, pria yang memakai topi itu justru keliru menyebutkan singkatan CSR dengan Customer Service Relationship. Padahal artinya yang sebenarnya adalah Corporate Social Responsibility. Kontan saja kesalahan itu langsung dibully netizen. Salah satunya dari akun Kukuh T Wicaksono: CSR Corporate Social Responsibility sudah diganti menjadi customer service relationship..."

 

Sementara pemilik akun David Bonatua menulis dengan panjang lebar memberikan catatan kepada "auditor BPK" tersebut....Hahaha..bapak sadar pak jangan biarkan kebencian menghancurkan hatimu..Saya cuman mau meluruskan kekeliruan pengetahuan bapak dikit ya gpp khan..:)

1.CSR itu Corporate Social Responsibility bkn Customer Service Relationship ..but it's ok..

2.KJP dan KJS dibiayai dari keuntungan "perusahaan?? maksudnya BUMD atau swasta ?? Lantas apa yang salah dengan memberikan tunjangan pendidikan dan kesehatan bagi orang tak mampu? Lagipula semua transaksi yg berhubungan dengan angggaran Pemerintah Provinsi sekarang berbasis digital alias banking ..jadi sangat kecil kemungkinan terjadi praktik corrupt..

3.Ketika jaman Foke ternyata banyak proyek dan penggunaan anggaran yang sia-sia ...tapi justru anda memberikan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian )..Sudah rahasia umumlah bahwa BPK bisa dipesan -pesan juga sama PEMDA didaerah ..keluarga saya juga orang BPK mas jadi uda ngertilah anda itu kayak apa sebenernya..mungkin uda ga dapet setoran lagi kyk jaman foke ya?

4.Coba jelaskan definisi"orang asing menurut perpsepsi anda?? Bukankah yg asing itu ketika anda justru tak berpihak pada kebijakan yg menguntungkan masyarakat luas? Malah menebarkan semangat anti Pancasila..??

Masih banyak sebenernya yg mau saya luruskan tapi ya sudahlah..saya hanya berharap BPK meningkatkan lagi standar kualitas calon pegawainya dan jabatan KETUA BPK tdk boleh dijabat orang politik..sudah saatnya yang tua2 dan tersandera banyak kepentingan dan ga punya semangat revolusi untuk diistirahatkan atau sadar diri utk mundur...MERDEKA!! HIDUP NKRI.

Tak saja menertawakan, ada juga yang mengecam omongan dan testmoni "auditor BPK" tersebut. Pemilik akun Gapura Grafika dengan tegas menganjurkan agar "auditor BPK" itu langsung membawa kasus Ahok ke proses hukum tanpa perlu berkoar di sosial media. "...Si Bapak AUDITOR BPK RI (Katanya), Kalau merasa benar ngomong langsunglah pak dan lakukan proses hukum, gak usah pake unggah ke Youtobe...kualitas seorang BPK jadinya rendah banget seperti ini seperti seorang pecundang yang hanya berkoar disosmed. Datangi Pak Ahok kalau salah. Maaf ya pak, jangan lah dalam politik anda membawa suku atau agama. Selama bapak berbicara matanya kok gak fokus ke kamera sih pak. Biasanya, kalau orang yang sedang marah dan merasa terzolimin itu matanya fokus ke kamera. Dan biasanya kalau seseorang yang berbicara "bohong atau ada skenarionya" fokus matanya tidak ke kamera, hahahha... mudah2an tebakan saya salah ya, pak.

Sampai Jumat (15/4) siang, tercatat sudah 26 ribu orang yang menyaksikan tesmoni "auditor BPK" itu dan sekitar 340-an komentar dari para netizen. Rata-rata para netizen mempertanyakan kualitas "auditor BPK" tersebut.

BACA JUGA:

  1. Google Doodle Pasang Profil Bapak Mikroelektronika Indonesia
  2. Penghormatan Google Doodle untuk Pandit Ravi Shankar
  3. Google Doodle Peringati Ulang Tahun Olimpiade yang ke-120
  4. Caroline Herschel Jadi Tema Google Doodle Hari Ini
  5. Google Doodle Rayakan Gerhana Matahari Total

 

#CSR #Auditor BPK #BPK
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Polisi Selidiki Penyebab Anggota BPK Bisa Tewas saat Kebakaran sementara Orang Lainnya Selamat
Haerul Saleh disebut berada di lantai empat rumah saat kebakaran terjadi.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Polisi Selidiki Penyebab Anggota BPK Bisa Tewas saat Kebakaran sementara Orang Lainnya Selamat
Indonesia
Anggota BPK Haerul Saleh, yang Meninggal dalam Kebakaran Rumahnya, akan Dimakamkan di Kolaka Sultra
BPK meminta masyarakat dapat memberikan privasi bagi keluarga besar almarhum pada masa berkabung ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Anggota BPK Haerul Saleh, yang Meninggal dalam Kebakaran Rumahnya, akan Dimakamkan di Kolaka Sultra
Indonesia
3 Orang ART Selamat Saat Rumah Anggota BPK Terbakar
Korban sudah diatasi oleh petugas dan dibawa menggunakan ambulance ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
3 Orang ART Selamat Saat Rumah Anggota BPK Terbakar
Indonesia
Mentan Kenang Anggota BPK Haerul Saleh yang Tewas Akibat Kebakaran di Rumahnya, Sosok Sederhana dan Berintegritas
Haerul dikenal sebagai sosok yang menjunjung profesionalisme dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Mentan Kenang Anggota BPK Haerul Saleh yang Tewas Akibat Kebakaran di Rumahnya, Sosok Sederhana dan Berintegritas
Indonesia
Diserbu Peserta, Donor Darah HUT ke-65 Bank Jakarta Jadi Bukti Nyata Kepedulian
Aksi donor darah Bank Jakarta dalam HUT ke-65 disambut antusias. Libatkan karyawan hingga masyarakat umum demi dukung stok darah di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
Diserbu Peserta, Donor Darah HUT ke-65 Bank Jakarta Jadi Bukti Nyata Kepedulian
Indonesia
Bank Jakarta Salurkan Bantuan untuk Difabel, Dorong Kemandirian dan Pelatihan Kerja
Bank Jakarta salurkan bantuan pelatihan untuk difabel binaan YaSDI dalam HUT ke-65. Dukung kemandirian dan akses kerja penyandang disabilitas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
Bank Jakarta Salurkan Bantuan untuk Difabel, Dorong Kemandirian dan Pelatihan Kerja
Indonesia
Bank Jakarta Gelar Donor Darah di HUT ke-65, Gandeng PWI dan PMI
Bank Jakarta menggelar donor darah kolaboratif bersama PWI Jaya dan PMI DKI dalam rangka HUT ke-65. Kegiatan ini wujud kepedulian sosial dan dukung stok darah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026
Bank Jakarta Gelar Donor Darah di HUT ke-65, Gandeng PWI dan PMI
Berita Foto
BPK Serahkan Laporan IHPS Semester II 2025 dalam Rapat Paripurna DPR
Ketua DPR Puan Maharani menerima laporan IHPS dari Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 21 April 2026
BPK Serahkan Laporan IHPS Semester II 2025 dalam Rapat Paripurna DPR
Indonesia
Kewenangan Audit Investigatif BPKP Disorot DPR RI, Siapa Paling Berwenang Hitung Kerugian Negara?
Ketiadaan regulasi komprehensif dalam Peraturan Presiden terkait peran BPKP memicu potensi bias kewenangan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Kewenangan Audit Investigatif BPKP Disorot DPR RI, Siapa Paling Berwenang Hitung Kerugian Negara?
Indonesia
Rawan Penyimpangan Dana Hibah Keraton 2018-2025, Tedjowulan Kirim Surat Audit BPK
Permohonan audit keuangan terkait dana hibah era kepemimpinan Paku Buwono XIII periode 2018-2025.
Frengky Aruan - Senin, 23 Februari 2026
Rawan Penyimpangan Dana Hibah Keraton 2018-2025, Tedjowulan Kirim Surat Audit BPK
Bagikan