Hati-hati Pencurian Data Pribadi Lewat Googleform Vaksinasi COVID-19
Vaksinasi di Istana Negara. (Foto: Sekretariat Presiden)
Merahputih.com- Masyarakat diminta jangan terpancing untuk memberikan data pribadi atas beredarnya tautan googlefrom palsu. Tautan itu berisi ajakan untuk mendaftar sebagai peserta vaksin di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN.
Ketua Satgas Sentra Vaksinasi Bersama BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, sejak awal Sentra Vaksinasi Bersama ini berdiri sangat banyak beredar berita bohong, atau hoaks.
Ia meminta masyarakat berhati-hati. Jangan mendaftar secara online jika tidak di akun resmi Sentra Vaksinasi Bersama.
Baca Juga:
[Hoaks atau Fakta]: Warga Luar Jakarta Bisa Vaksinasi di Istora Senayan
"Data pribadi Anda bisa dicuri pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Arya dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/2).
Arya menambahkan, para pendaftar yang memenuhi syarat, terutama kalangan lansia yang berusia di atas 59 tahun, memiliki KTP DKI Jakarta.
Bagi yang tidak ber-KTP DKI Jakarta harus memiliki surat keterangan domisili dari Ketua RT/RW di lingkungannya, bisa mendaftar melalui googleform resmi. Yang terdapat di link : instagram @sentravaksinasibersama.
Setelah mendaftar, peserta akan mendapatkan jadwal dan jam kedatangan di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN.
Tautan googleform palsu tersebut, selain memberikan informasi yang tidak valid juga bertujuan untuk mencuri data-data pribadi pendaftar.
Sentra Vaksinasi Bersama ini sudah diketahui masyarakat luas, terutama di kalangan lansia. Namun sangat disayangkan, ada orang-orang yang ingin mengacaukan dan memanfaatkan antusiasme orang untuk divaksin dengan tujuan yang tidak baik.
"Jadi sekali lagi hati-hati," kata Staf Khusus Menteri BUMN tersebut.
Arya mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan berita bohong yang sering beredar di whatsapp, atau medsos.
Hingga hari ketujuh, Minggu (14/3), perhelatan Sentra Vaksinasi Bersama yang dilaksanakan oleh Kementerian BUMN dan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan serta Pemda DKI Jakarta, telah memvaksin sekitar 28 ribu pendaftar. Mereka terdiri dari kalangan lansia dan pekerja pelayan publik.
Keduanya merupakan sasaran tahap kedua program vaksinasi nasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 ribu lansia telah divaksin. (Knu)
Baca Juga:
Kominfo Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh Hoaks Vaksinasi
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong