Hari Jum’at, Orang Maiyah Berkumpul

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 10 November 2016
Hari Jum’at, Orang Maiyah Berkumpul

Emha Ainun Najib dan Orang Maiyah jelang Rakaat Panjang. (Foto Dok./KenduriCinta.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Mengaku egaliter, menyeluruh, istiqomah dan simultan, orang Maiyah sudah tumbuh selama dua dekade, membersamai masyarakat Indonesia, kemudian merangkul semua elemen lintas agama, lintas suku, lintas generasi, lintas strata ekonomi. Orang Maiyah menjahit itu semua dalam satu wadah. 

Hari Jum’at orang Maiyah yang tumbuh di 31 simpul dan lingkar Maiyah dari beberapa kota di Indonesia akan mengikrarkan diri untuk bersedekah kepada Indonesia.

Pengumpul orang Maiyah, Emha Ainun Najib, memberikan gagasan untuk mengambil metode Jurus Jalan Panjang, Perjuangan panjang dengan nafas panjang, berfikir panjang, berhitung lengkap, energi simultan, stamina tangguh, tidak sumbu pendek.

Itulah diantara perjuangan nilai-nilai Maiyah yang disebut sebagai Rakaat Panjang, perjuangan nilai-nilai yang membutuhkan kontinyuitas dengan medan perang yang beragam.

Hari Jum’at orang Maiyah akan mengagendakan presentasi kebangsaan dimana amburadulnya batas-batas tugas dan fungsi sosial kontrol telah terjadi.

Orang Maiyah ingin mengajak semua komponen bangsa benar-benar menyadari bahwa hanya kekuasaan Allah lah yang sanggup menyelamatkan Indonesia dari kehancuran yang sudah ada di depan mata. Indonesia tidak boleh sombong menyatakan diri bahwa ia mampu mengatasi semua ini.

Karena itu orang Maiyah akan mengingatkan bahwa Rakaat Panjang akan menjadi kuda-kuda bangsa. Bangunan dan syarat yang harus disiapkan, yaitu ketulusan untuk tidak memiliki peran apapun di negeri ini, selain peran-peran yang diberikan oleh Allah SWT kepada tiap-tiap orang.

Emha berusaha mengajak untuk melihat bahwa belum tentu apa yang kita anggap benar adalah sebenarnya. Begitu pun sebaliknya. Bisa saja apa yang dianggap keliru, ternyata adalah benar. 

Siapkan diri untuk bergabung bersama orang Maiyah dalam Rakaat Panjang. (dsyamil)

BACA JUGA 

  1. Heboh Puisi Emha Ainun Najib Rela Dianggap Kafir
  2. Sejarahwan Solo Sayangkan Eksekusi Rumah Budayawan oleh Pemprov Jateng
  3. Pesan Budayawan untuk Para Politikus Gaduh
#Emha Ainun Najib #Budayawan #Budaya
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Hadiri Gelar Budaya Lebaran Betawi di Lapangan Banteng 10-12 April 2026
Lebaran Betawi 2026 digelar di Lapangan Banteng juga mempertimbangkan aspek historis lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 April 2026
Hadiri Gelar Budaya Lebaran Betawi di Lapangan Banteng 10-12 April 2026
Fun
Ireland’s Eye 2026 Hadir di Jakarta, Eksplorasi Lanskap dan Budaya Irlandia
Ireland’s Eye 2026 digelar di Jakarta, menampilkan seni kontemporer Irlandia dengan tema lanskap, budaya, dan memori lintas generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Ireland’s Eye 2026 Hadir di Jakarta, Eksplorasi Lanskap dan Budaya Irlandia
Indonesia
Cerita Ketika 15 Ribu Jenang Gratis Dibagikan Saat Harmoni HUT ke-281 Solo
Festival Jenang Solo ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa keselamatan bagi masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Februari 2026
Cerita Ketika 15 Ribu Jenang Gratis Dibagikan Saat Harmoni HUT ke-281 Solo
Tradisi
Warga Berebut 5.000 Kue Keranjang Grebeg Sudiro Imlek di Solo
Perhelatan tahunan Grebeg Sudiro kembali digelar di kawasan Pasar Gede, Solo, Minggu (16/2)
Wisnu Cipto - Senin, 16 Februari 2026
Warga Berebut 5.000 Kue Keranjang Grebeg Sudiro Imlek di Solo
Lifestyle
7 Tradisi Imlek yang Masih Lestari di Indonesia, Jadi Simbol Harapan dan Kebersamaan
Tradisi Imlek di Indonesia ini masih biasa dilakukan oleh masyarakat Tionghoa. Tradisi itu menjadi simbol harapan dan kebersamaan.
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
7 Tradisi Imlek yang Masih Lestari di Indonesia, Jadi Simbol Harapan dan Kebersamaan
Tradisi
Warna Merah dan Imlek, Simbol Perayaan dan Harapan Keberuntungan
Warna merah dalam kebudayaan Tionghoa merupakan salah satu budaya yang paling kaya akan simbol.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
 Warna Merah dan Imlek, Simbol Perayaan dan Harapan Keberuntungan
Indonesia
Temui Dubes Belanda, Wali Kota Solo Minta Artefak Museum Radya Pustaka Dikembalikan
Wali Kota Solo, Resparti Ardi, menerima kunjungan Dubes Belanda, Selasa (27/1). Ia pun mengusulkan pemulangan artefak Museum Radya Pustaka.
Soffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Temui Dubes Belanda, Wali Kota Solo Minta Artefak Museum Radya Pustaka Dikembalikan
Indonesia
Menteri Fadli Janjikan Semakin Banyak Revitalisasi Cagar Budaya
Pemerintah pusat akan hadir melakukan revitalisasi cagar budaya yang ada, termasuk Keraton Solo.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Menteri Fadli Janjikan Semakin Banyak Revitalisasi Cagar Budaya
ShowBiz
Menenun Cerita Lintas Budaya: Kolaborasi Artistik Raja Rani dan Linying
The Breeze: Swim Swim Capsule Collection
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
Menenun Cerita Lintas Budaya: Kolaborasi Artistik Raja Rani dan Linying
Fun
IdeaFest 2025 Angkat Tema '(Cult)ivate the Culture', Ajak Kreator Indonesia Menghidupkan Budaya Lewat Inovasi
IdeaFest 2025 kembali digelar di JICC Senayan, Jakarta. Mengusung tema “(Cult)ivate the Culture”, festival kreatif ini hadir dengan 120 sesi dan 500 pembicara inspiratif.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Oktober 2025
IdeaFest 2025 Angkat Tema '(Cult)ivate the Culture', Ajak Kreator Indonesia Menghidupkan Budaya Lewat Inovasi
Bagikan