Harga Pangan Merangkak Naik, Ini Alasan Kemendag

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Desember 2025
Harga Pangan Merangkak Naik, Ini Alasan Kemendag

Ilustrasi cabai rawit merah. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Berdasarkan data pemantauan harga pangan nasional dari situs Badan Pangan Nasional per Senin (8/12), cabai rawit merah tercatat naik 6,34 persen dari hari sebelumnya menjadi Rp 72.277 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting naik 1,58 persen menjadi Rp 61.454 per kilogram.

Telur ayam ras naik 1,36 persen menjadi Rp31.365 per kilogram dan beras medium naik 1,16 persen menjadi Rp 13.660 per kilogram. Di sisi lain, bawang merah turun 2,64 persen menjadi Rp 47.729 per kilogram dan Minyakita turun 0,44 persen menjadi Rp 17.602 per liter.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan harga bawang merah dan cabai di sejumlah daerah saat ini berada di atas harga acuan pemerintah (HAP).

Namun, ia menegaskan bahwa produksi nasional masih mencukupi, dan kenaikan harga tersebut dipicu oleh faktor cuaca serta distribusi.

Baca juga:

Harga Bapok Terbaru 7 Desember 2025: Cabai Rawit Melambung Sendiri, Mayoritas Pangan Malah Kompak Turun Drastis

“Harga rata-rata nasional bawang merah Rp47.600 (per kilogram), sedang harga acuan Rp41.500. Tapi tadi disampaikan (saat rapat) sebenarnya bawang merah itu surplus,” kata Budi usai Rapat Koordinasi Persiapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/12).

Ia menjelaskan, angka rata-rata nasional tersebut mencerminkan kondisi gabungan berbagai daerah, termasuk wilayah timur seperti Papua yang harga komoditasnya cenderung lebih tinggi sehingga mengangkat rata-rata nasional.

Sementara, untuk cabai merah dan cabai rawit, Budi menegaskan asosiasi produsen menyampaikan tidak ada masalah dari sisi produksi, namun cuaca yang kurang baik membuat aktivitas panen menjadi terkendala.

“Cabai itu tidak kekurangan produksi. Cuma kemarin karena cuacanya tidak bagus, memanennya saja. Memanennya kan tidak bisa setiap saat. Jadi makanya tadi dicari solusinya bagaimana supaya bisa lebih efisien dalam memanennya,” ujarnya.

Menurut dia, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kelancaran distribusi dari sentra produksi ke daerah konsumsi melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan pelaku logistik.

Budi menambahkan, laporan dari beberapa pemerintah daerah yang hadir dalam rakor, termasuk Sumatera Utara, menyebutkan bahwa pasokan barang kebutuhan pokok di luar wilayah yang terdampak bencana masih terkendali.

“Kalau yang di luar bencana, tadi disampaikan pasokan cukup dan terkendali. Yang perlu dijaga jangan sampai distribusinya terlambat,” ucapnya.

Untuk daerah yang terdampak langsung bencana di Sumatera, ia menjelaskan penanganan dilakukan secara khusus melalui jalur bantuan dengan mempertimbangkan kendala infrastruktur jalan yang masih dalam proses pemulihan.

“Kalau di daerah bencana itu kan memang yang kena bencana ditangani khusus dengan bantuan. Tapi di sekitarnya, yang tidak terjadi bencana, pasokan ada, terkendali,” tutur Budi.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan laporan asosiasi, komoditas daging dan telur saat ini dalam kondisi surplus sehingga tidak diperkirakan menjadi sumber tekanan harga menjelang Natal dan tahun baru (Nataru).

Budi menegaskan pemerintah akan terus memantau perkembangan harga bawang, cabai, dan komoditas utama lainnya, serta meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi jika terjadi lonjakan harga di pasar.

“Kalau nanti ada lonjakan atau kekurangan pasokan, kita harus cepat komunikasi karena setelah Nataru ada Imlek dan puasa yang waktunya berdekatan,” ungkapnya.

#Harga Pangan #Stok Pangan #Data Pangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Kemendag mendorong dinas perdagangan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk turut melakukan pengawasan distribusi Minyakita di wilayah masing-masing
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Indonesia
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
Indonesia
Cek Update Harga Pangan Hari Ini, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp84 Ribu Bikin Dompet Menjerit
Cari tahu update harga pangan hari ini sebelum ke pasar! Harga cabai rawit merah meroket sampai Rp84.400 dan telur ayam ikut naik. Intip daftar harga sembako terkini selengkapnya di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Cek Update Harga Pangan Hari Ini, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp84 Ribu Bikin Dompet Menjerit
Indonesia
Harga Daging dan Telor Ayam Terus Bergejolak, Lebihi Harga Acuan Penjualan
Harga rata-rata tercatat Rp 41.935 per kilogram, sementara HAP berada di level Rp 40.000 per kilogram.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Harga Daging dan Telor Ayam Terus Bergejolak, Lebihi Harga Acuan Penjualan
Indonesia
Kutu Kebul Biang Keladi Harga Cabai Rawit Merah Meroket di Jakarta
Harga cabai rawit merah di Jakarta naik hingga 30,56 persen. Pemprov DKI siapkan tiga strategi pangan murah.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Kutu Kebul Biang Keladi Harga Cabai Rawit Merah Meroket di Jakarta
Indonesia
Pemerintah Bakal Luncurkan Beras Kita Ganti Beras SPHP, Warna Kemasan Berubah Jadi Biru
Peluncuran Beras Kita Medium bersama Beras Kita Premium dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026 bertepatan dengan memasuki tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Pemerintah Bakal Luncurkan Beras Kita Ganti Beras SPHP, Warna Kemasan Berubah Jadi Biru
Indonesia
DPR Dorong Kemendag Kendalikan Harga Beras
Kenaikan harga beras perlu segera diantisipasi karena merupakan salah satu kebutuhan pangan pokok masyarakat Indonesia yang dikonsumsi hampir setiap hari. 

Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
DPR Dorong Kemendag Kendalikan Harga Beras
Indonesia
Harga Beras Melonjak, Pemerintah Bisa Berikan Subsidi Biaya Logistik Buat Turunkan Harga
Inflasi pangan menjadi kekhawatiran utama pada kuartal III dan IV 2026, terutama seiring risiko gangguan pasokan akibat El Nino.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Harga Beras Melonjak, Pemerintah Bisa Berikan Subsidi Biaya Logistik Buat Turunkan Harga
Indonesia
Update Harga Terbaru Pangan Nasional 19 Agustus 2026: Telur Ayam Ras dan Daging Sapi Melonjak, Cabai Rawit Merah Tembus Rp67 Ribu
Sektor komoditas cabai memperlihatkan pergerakan harga tinggi pada seluruh varian produk
Angga Yudha Pratama - Rabu, 19 Agustus 2026
Update Harga Terbaru Pangan Nasional 19 Agustus 2026: Telur Ayam Ras dan Daging Sapi Melonjak, Cabai Rawit Merah Tembus Rp67 Ribu
Bagikan