Harga Minyak Dunia Bergejolak, DPR Siap Panggil Menkeu Purbaya Bahas Dampak ke APBN

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Maret 2026
Harga Minyak Dunia Bergejolak, DPR Siap Panggil Menkeu Purbaya Bahas Dampak ke APBN

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: dok. Kemenkeu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi XI DPR RI berencana memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap perekonomian nasional. Kenaikan harga energi global tersebut dipicu meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan rapat bersama Menteri Keuangan akan segera dijadwalkan. Namun, hingga kini pihaknya masih mempertimbangkan waktu yang tepat untuk menggelar pertemuan tersebut.

“Kita akan agendakan itu (panggil Purbaya), tapi kita lihat ini kan suasananya masih dalam situasi ketidakstabilan di awal,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).

Baca juga:

Pemerintah Janji Tidak Naikkan Harga BBM Bersubsidi Saat Harga Minyak Dunia Melonjak

Menurut Misbakhun, situasi pasar energi global saat ini masih sangat dinamis. Pergerakan harga minyak dunia dinilai masih menunjukkan volatilitas tinggi sehingga belum mencerminkan kondisi yang stabil.

Politikus Partai Golkar itu menyoroti fluktuasi harga minyak yang terjadi secara ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Ia mencontohkan harga minyak jenis Brent sempat melonjak hingga menyentuh level tertinggi sebelum akhirnya kembali mengalami penurunan.

Data perdagangan menunjukkan harga minyak Brent sempat terkoreksi sekitar 20 dolar AS dari level tertingginya. Penurunan tersebut menjadi salah satu yang terbesar dari posisi tertinggi intraday menuju harga penutupan.

Kontrak minyak Brent untuk pengiriman Mei 2026 bahkan sempat mencapai 119,50 dolar AS per barel sebelum akhirnya ditutup naik 6,8 persen ke level 98,96 dolar AS per barel pada perdagangan Senin.

“Volatilitasnya masih tinggi, up and down dalam varian yang sangat ekstrem,” ujar Misbakhun.

Baca juga:

Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz, Amankan Jalur Minyak Dunia

Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan berbagai skenario kebijakan terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna mengantisipasi pergerakan harga minyak yang tidak menentu.

Selain itu, pemerintah juga diminta terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah secara cermat. Menurutnya, dinamika geopolitik di kawasan tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap harga energi global.

Misbakhun menekankan bahwa respons pemerintah harus dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa, mengingat situasi geopolitik masih berkembang.

“Respons kita harus terukur. Wait and see, jangan kita langsung setiap gerakan diberikan reaksi,” kata dia.

Ia berharap pemerintah dapat terus mencermati perkembangan terbaru konflik di kawasan tersebut, termasuk kemungkinan berlanjutnya serangan militer yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia dan berdampak pada stabilitas ekonomi global. (Pon)

#Harga Minyak Dunia #Komisi XI DPR #APBN #Menteri Keuangan #Purbaya Yudhi Sadewa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
RI Pecah Rekor! APBN 2027 Tembus Rp 4.106 Triliun Disahkan, Alokasi K/L Terbesar BGN Disusul Kemenhan-Polri
DPR resmi mengesahkan APBN 2027 senilai Rp 4.106,3 triliun yang mencetak rekor terbesar sejarah RI dengan alokasi anggaran tertinggi untuk Badan Gizi Nasional.
Wisnu Cipto - Rabu, 30 September 2026
RI Pecah Rekor! APBN 2027 Tembus Rp 4.106 Triliun Disahkan, Alokasi K/L Terbesar BGN Disusul Kemenhan-Polri
Indonesia
Harga Pertalite-Biosolar Aman Minyak Dunia Tembus US$ 107 per Barel, Tumbalnya Pertamax Cs
Harga minyak dunia meroket tembus US$ 107 per barel akibat konflik AS-Iran. Pemerintah pastikan Pertalite tidak naik, namun BBM nonsubsidi bakal disesuaikan!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
Harga Pertalite-Biosolar Aman Minyak Dunia Tembus US$ 107 per Barel, Tumbalnya Pertamax Cs
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Beredar isu di media sosial, eks Menkeu Purbaya dilantik menjadi Dirjen Bea Cukai. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Indonesia
Menkeu Klaim Surat Utang BLBI saat Krisis 98 Dinyatakan Lunas
Penyelesaian dilakukan pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan surplus Bank Indonesia (BI).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Menkeu Klaim Surat Utang BLBI saat Krisis 98 Dinyatakan Lunas
Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Indonesia
Istri Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Kondisi Terkini sang Suami, Sedih hingga Melamun dan Tertawa Sendiri
Suaminya masih sering tertawa terkadang melamun dan masih menyimpan kekecewaan serta kesedihan
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Istri Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Kondisi Terkini sang Suami, Sedih hingga Melamun dan Tertawa Sendiri
Indonesia
Penempatan SAL Rp 200 Triliun di Himbara Tetap Dilanjutkan
Kementerian Keuangan akan terus melakukan komunikasi dengan perbankan, sehingga tidak terjadi gap atau lag antara dana yang tersedia di bank dengan yang ditarik oleh pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Penempatan SAL Rp 200 Triliun di Himbara Tetap Dilanjutkan
Indonesia
Menkeu Suahasil Janjikan Defisit Anggaran Tidak Melebihi Aturan
Komitmen itu terlihat pada target defisit dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027 yang ditetapkan sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Menkeu Suahasil Janjikan Defisit Anggaran Tidak Melebihi Aturan
Indonesia
Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp 1.791,5 Triliun hingga Agustus 2026, Tumbuh 29 Persen
Realisasi belanja pemerintah pusat hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.791,5 triliun, tumbuh 29 persen. Belanja K/L tumbuh 33 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp 1.791,5 Triliun hingga Agustus 2026, Tumbuh 29 Persen
Indonesia
Sedot Rp 139 Triliun hingga September! Anggaran MBG di BGN Masih Sisa Rp 79 T
Badan Gizi Nasional (BGN) merealisasikan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp139,77 triliun per 16 September 2026, sambil mengeksekusi refocusing penerima manfaat
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Sedot Rp 139 Triliun hingga September! Anggaran MBG di BGN Masih Sisa Rp 79 T
Bagikan