Harga BBM dan Elpiji Naik, PDIP: Daya Beli Kelas Menengah Terancam

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Harga BBM dan Elpiji Naik, PDIP: Daya Beli Kelas Menengah Terancam

SPBU. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno, mengaku khawatir terhadap dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan liquified petroleum gas (elpiji) terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Menurut Hendrawan, kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, serta elpiji ukuran 5,5 kilogram hingga 12 kilogram, berpotensi menekan daya beli masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah.

“Dampak langsung mengurangi daya beli masyarakat. Jumlah kelas menengah, dalam definisi BPS berpenghasilan Rp 2,13 juta hingga Rp 10,3 juta per bulan, akan menurun dan terpukul,” ujar Hendrawan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/4).

Ia menjelaskan, dampak kenaikan harga energi tidak hanya dirasakan secara langsung, tetapi juga akan memicu efek lanjutan berupa kenaikan harga barang dan jasa lainnya. Kondisi ini dinilai berpotensi mendorong inflasi.

“Dampak langsung ini akan diikuti dampak susulan berupa kenaikan barang-barang lain. Inflasi akan meningkat,” kata dia.

Baca juga:

Menteri ESDM Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti soal Salah Sasaran Subsidi

Hendrawan menambahkan, kenaikan harga pada komponen yang selama ini dikendalikan pemerintah atau administered prices, seperti BBM, elpiji, tarif listrik, transportasi, hingga jalan tol, dapat memberikan tekanan tambahan terhadap perekonomian nasional.

Dalam konteks global, ia berharap ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat segera mereda. Menurut dia, stabilitas global diperlukan untuk memulihkan rantai pasok dan menekan harga energi.

“Kita berharap konflik di Timur Tengah segera berakhir, sehingga rantai pasok global kembali normal,” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, Hendrawan mendorong pemerintah untuk memperbaiki tata kelola subsidi agar lebih tepat sasaran. Ia menilai kebocoran dalam penyaluran subsidi masih menjadi persoalan serius.

“Menata administrasi subsidi supaya tidak bocor dan tepat sasaran. Selama ini masih ada persepsi anggaran subsidi menjadi ajang pemborosan,” kata dia.

Baca juga:

Harga BBM Nonsubsidi Naik, DPR Ingatkan Ancaman ke Ekonomi dan Daya Beli Masyarakat

Ia menegaskan, perbaikan birokrasi menjadi kunci agar kebijakan publik dapat berjalan efektif. Tanpa birokrasi yang bersih dan efisien, menurut dia, kebijakan ekonomi sulit mencapai tujuan.

Hendrawan juga menilai penyaluran subsidi sebaiknya diberikan langsung kepada individu yang membutuhkan, bukan melalui barang. Namun, ia mengingatkan pentingnya akurasi data agar kebijakan tersebut tidak disalahgunakan.

“Persoalan data masih menjadi tantangan serius dalam penyaluran subsidi,” pungkasnya. (Pon)

#PDIP #BBM #LPG
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, DPR Bakal Panggil Kementerian ESDM dan Pertamina
Komisi XII DPR segera memanggil Kementerian ESDM dan Pertamina, terkait kenaikan harga Pertamax. Sebab, BBM tersebut kini menembus Rp 16.250 per liter.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, DPR Bakal Panggil Kementerian ESDM dan Pertamina
Indonesia
KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM hingga Mei 2026, Perkuat Distribusi Energi Nasional
KAI mencatat pengangkutan lebih dari 1 juta ton BBM hingga Mei 2026. Peran kereta api dalam distribusi energi dinilai semakin penting untuk menjaga kelancaran pasokan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM hingga Mei 2026, Perkuat Distribusi Energi Nasional
Indonesia
Harga Pertamax Melonjak, Pertalite Jadi 'Buruan' dan Rentan Disalahgunakan
Pengamat kebijakan publik menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memicu perpindahan konsumen ke Pertalite dan meningkatkan beban subsidi BBM.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juni 2026
Harga Pertamax Melonjak, Pertalite Jadi 'Buruan' dan Rentan Disalahgunakan
Indonesia
Hitungan Pertamina Kenapa Pertamax Harus Naik
Pertamina menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax untuk menjaga ketersediaan stok.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Hitungan Pertamina Kenapa Pertamax Harus Naik
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026
Mobil di atas 1.400 cc dilarang mengisi Pertalite mulai Juni 2026. Lalu, apakah informasi itu bisa dibenarkan?
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026
Indonesia
Pemakai Kelas Menengah, Kenaikan Harga Pertamax Diklaim Tidak Pengaruhi Inflasi
Pengguna BBM nonsubsidi mayoritas berasal dari kelompok masyarakat menengah ke atas sehingga tidak berpengaruh terhadap sektor-sektor yang menjadi penentu inflasi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Pemakai Kelas Menengah, Kenaikan Harga Pertamax Diklaim Tidak Pengaruhi Inflasi
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Tak Diantisipasi, Migrasi Besar-besaran ke Pertalite Bisa Terjadi
Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani meminta pemerintah mengantisipasi dampak kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Tak Diantisipasi, Migrasi Besar-besaran ke Pertalite Bisa Terjadi
Indonesia
Harga Pertamax Naik, Pertamina Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM
Penyesuaian tarif per 10 Juni 2026 merubah peta harga sejumlah produk bahan bakar nonsubsidi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Harga Pertamax Naik, Pertamina Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM
Indonesia
Rupiah Menguat ke Rp17.900 Imbas Kenaikan Harga Pertamax
Suntikan modal asing pada lelang obligasi serta penguatan indeks saham domestik ikut memperkokoh posisi rupiah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah Menguat ke Rp17.900 Imbas Kenaikan Harga Pertamax
Indonesia
Harga Pertamax Melonjak ke Rp 16.250 per Liter, Pertamina Sebut Sesuai Keputusan Pemerintah
Harga BBM Pertamax kini naik menjadi Rp 16.250 per liter. Pertamina pun mengungkapkan alasan kenaikan harga tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Harga Pertamax Melonjak ke Rp 16.250 per Liter, Pertamina Sebut Sesuai Keputusan Pemerintah
Bagikan