MerahPutih Bisnis - Sebuah perusahaan keluarga berusia 124 tahun, Taylor & Sons, jatuh hanya karena sebuah typo di catatan pemerintah.
Perusahaan Taylor & Sons, yang didirikan pada tahun 1875, jatuh pada bulan Februari 2009 ketika Companies House, lembaga pencatat di Inggris, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut dinyatakan bangkrut.
Namun nahasnya, ternyata bukan Taylor & Sons yang nyatanya bangkrut, tetapi Taylor & Son. Hanya karena huruf 's', akhirnya perusahaan Taylor & Sons pun tercatat sebagai perusahaan bangkrut. Padahal perusahaan ini masih dalam kondisi baik.
Saat ini, pendiri Taylor & Sons telah berhasil menggugat pemerintah karena salah pengejaan yang telah menghancurkan perusahaannya. Kemarin Pengadilan Tinggi Inggris menyatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas kehancuran bisnisnya dengan memberikan Taylor & Sons kebijakan bebas pajak sekitar $ 17.200.000 atau Rp 215 miliar.
Meskipun kesalahan ini telah diperbaiki, infromasi bahwa Taylor & Sons telah bangkrut terlanjur menyebar ke berbagai kalangan, termasuk kepada para pemberi pinjaman kredit. Hasilnya, Taylor & Sons masuk ke dalam daftar blacklist.
“Kami kehilangan kredibilitas kami sebagai suplier yang dikira bangkrut,” ujar manajer direktur Philip Davison Sebry.
Taylor & Sons juga kehilangan konsumen terbaiknya. Karyawannya sebanyak 250 orang pun ikut tertimpa kerugian akibat typo tersebut seperti yang dikutip News.com.au.
BERITA LAINNYA:
Gara-Gara Freeport, Jokowi Bisa Jatuh!