SELAMA pandemi tren online shopping mengalami peningkatan. Sebuah perilaku yang wajar sebab COVID-19 masih menghantui semua aktivitas manusia. Oleh karena itu, kabarnya H&M memutuskan untuk menutup 250 dari 5,000 gerai yang ada secara global tahun depan dan fokus pada platform online.
"Semakin banyak pelanggan mulai berbelanja online selama pandemi. Namun konsumen menghargai pengalaman yang nyaman di mana toko dan online berinteraksi dan memperkuat satu sama lain," jelas CEO perusahaan Helena Helmersson.
Baca Juga:
Helmersson menambahkan bahwa H&M akan meningkatkan investasi digital, mempercepat konsolidasi toko, dan membuat saluran yang lebih terintegrasi.
H&M mengklaim bahwa penjualan perusahaan terus pulih pada bulan September ini dari dampak pandemi. Memang sempat terjadi penurunan 16% dalam penjualan bersih pada bulan Juni hingga Agustus. Namun dalam laporan laba kuartal mencapai nilai 10 kali lebih tinggi dari yang diharapkan. Ini berkat adanya peningkatan penjualan online sebesar 27%.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa perusahaan telah mengambil tindakan cepat dan tegas untuk mengelola dampak virus corona. Termasuk perubahan pada pembelian, investasi, sewa, kepegawaian, dan pembiayaan.
"Meskipun tantangan masih jauh dari selesai. Kami percaya bahwa yang terburuk telah berlalu dan kami berada di posisi yang tepat untuk keluar dari krisis dengan lebih kuat," tegas Helmersson.
Baca Juga:
Mengutip dari Fast Company, sebenarnya tidak hanya H&M, Zara berencana menutup sebanyak 1.200 toko pada tahun 2021. Menurut firma akuntan publik BDO, retail Amerika, seperti Guess, Express, dan The Children's Place telah mengumumkan rencananya menutup 10.226 toko sepanjang tahun ini.
Pada BBC, H&M sampai saat ini belum merilis daftar lokasi yang akan ditutupnya. "Terlalu dini bagi kami untuk memberikan detail apa pun tentang hal ini, jumlahnya akan berbeda dari pasar ke pasar."
Sofie Willmott, dari firma analitik GlobalData mengatakan kepada BBC bahwa H&M harus meningkatkan proposisi daringnya mengingat pentingnya saluran digital, untuk berhasil di pasar yang sangat sulit.
"Pertimbangkan perubahan yang lebih signifikan sehubungan dengan penutupan toko, atau mereka akan terus terhalang oleh properti toko yang berlebihan." tutup Willmott. (lev)
Baca Juga:

