MerahPutih.com - GOR Pulau Tidung pada Juli 2026 menjadi ruang bagi 16 guru tingkat pendidikan dasar dari berbagai sekolah di Pulau Tidung untuk mengeksplorasi cara baru dalam mengajarkan seni tari.
Selama kurang lebih lima jam, sejak pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, para guru mengikuti pelatihan tari kreatif yang digagas sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Program Studi Pendidikan Tari Universitas Negeri Jakarta.
Kegiatan tersebut menghadirkan Sulistiani, S.Hum., M.A. dan B. Kristiono Soewardjo, S.E., S.Sn., M.Sn. sebagai narasumber sekaligus penggagas.
Mengenalkan Tari Lewat Imajinasi dan Lingkungan
Tidak sekadar mengajarkan rangkaian gerak yang sudah baku, pelatihan ini memperkenalkan pendekatan tari kreatif yang memberikan kebebasan kepada peserta untuk menemukan gerak melalui imajinasi, pengalaman, serta lingkungan di sekitar mereka.
Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk diterapkan kepada anak-anak sekolah dasar karena mendorong mereka bergerak secara alami dan kreatif, bukan hanya menirukan gerakan yang telah ditentukan sebelumnya.
Dalam prosesnya, peserta diajak melihat lingkungan sekitar dan mengolah apa yang mereka bayangkan menjadi gerakan tubuh.
Berbagai properti tari turut digunakan sebagai stimulus untuk memancing ide dan memperluas kemungkinan gerak. Setiap eksplorasi kemudian diamati dan dievaluasi oleh fasilitator yang memberikan arahan maupun masukan terhadap gerakan yang muncul.
Sementara itu, tim yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari turut merekam proses tersebut untuk kemudian mengumpulkan, mengamati, dan mereduksi berbagai gerakan yang telah ditemukan.
Baca juga:
Gerakan Dikembangkan Menjadi Tari
Memasuki sesi kedua, gerakan-gerakan yang telah dipilih kemudian dirangkai menjadi sebuah bentuk tari yang lebih utuh.
Tim pengabdian memilih gerakan yang dinilai mudah diterapkan sekaligus memiliki keterkaitan dengan tradisi lokal Pulau Tidung.
Dengan pendekatan tersebut, pelatihan tidak hanya memperkenalkan metode pengajaran baru, tetapi juga membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan materi tari yang dekat dengan lingkungan dan kebudayaan tempat para siswa tumbuh.
Metode tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi para guru dalam mengajarkan seni tari di tingkat pendidikan dasar.
Alih-alih menjadikan siswa sekadar penghafal gerakan, tari kreatif memberi mereka kesempatan untuk mengenali tubuh, mengembangkan imajinasi, dan menerjemahkan pengalaman menjadi ekspresi gerak.
Dalam konteks Pulau Tidung, pendekatan ini juga dapat dikembangkan dengan memasukkan unsur-unsur tradisi adat setempat sehingga pembelajaran seni tetap memiliki keterkaitan dengan muatan lokal.
Baca juga:
Guru Dapat Pengalaman Baru Mengajar Tari
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Salah satu guru yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam memahami metode pengajaran tari bagi anak-anak.
"Baru tau kalau ada cara (metode) semacam ini untuk ngajarin nari anak-anak, biasanya kita ngajarin tari yang udah jadi aja," ujar salah satu guru peserta pelatihan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi menari bersama menggunakan rangkaian gerak yang telah mereka eksplorasi dan susun sepanjang pelatihan.
Dari ruang latihan di GOR Pulau Tidung, para guru membawa pulang bukan hanya sebuah rangkaian gerakan baru, tetapi juga cara pandang bahwa tari dapat tumbuh dari imajinasi, lingkungan, dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak-anak. (Far)