MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta Neneng Hasanah mengingatkan Gubernur Pramono Anung untuk memperhatikan kapal lokal dalam memperluas layanan Transjakarta hingga Kepulauan Seribu. Neneng meminta rancangan peraturan daerah (perda) yang menjadi dasar perluasan kewenangan Transjakarta tidak membuat kapal-kapal tradisional kehilangan ruang untuk beroperasi.
"Jangan sampai perda ini bisa mematikan kegiatan yang sudah dilakukan masyarakat Kepulauan Seribu, yaitu transportasi tradisional atau kapal tradisional yang mengangkut pariwisata dan masyarakat Kepulauan Seribu," kata Neneng dalam rapat paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (1/10).
Menurut Neneng, kapal tradisional yang telah lama menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Kepulauan Seribu perlu tetap diakomodasi dalam aturan baru.
"Saya mohon aturannya, perda-nya diatur bahwa kapal-kapal tradisional bisa diakomodasi perda-perda yang akan dilakukan Transjakarta ini. Supaya tidak mematikan kegiatan kapal-kapal tradisional yang telah berjalan bertahun-tahun," ucapnya.
Baca juga:
Layani Kepulauan Seribu, Transjakarta Bakal Dapat Suntikan Modal Anyar
Di sisi lain, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M Taufik Zoelkifli menilai pengembangan transportasi di Kepulauan Seribu perlu berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut. Tanpa peningkatan aktivitas ekonomi, menurut dia, kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi laut berpotensi tetap rendah.
"Kita melihat bahwa jika tidak dibarengi atau tidak didahului dengan pengembangan ekonomi di Kepulauan Seribu, saya kira kebutuhan transportasi di Kepulauan Seribu akan kurang. Artinya mungkin PSO-nya jadi akan berat," ucap Taufik
Taufik mengatakan pemerintah perlu menciptakan alasan ekonomi yang membuat masyarakat Jakarta memiliki kebutuhan lebih besar untuk bepergian ke Kepulauan Seribu. Dengan begitu, layanan transportasi yang dikembangkan Transjakarta tidak hanya bergantung pada subsidi pelayanan publik (PSO).
"Saya kira baik jika Gubernur untuk membersamai adanya transportasi di Kepulauan Seribu dengan pembangunan ekonomi di Kepulauan Seribu," ucap Taufik.
"Dengan begitu, orang Jakarta tuh punya keinginan atau punya kebutuhan yang besar untuk berjalan atau untuk berangkat atau untuk menggunakan transportasi di Kepulauan Seribu," lanjutnya.(Asp)
Baca juga:
Transjakarta Siap Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mulai Juni 2027