Guru Besar UI Sebut Pembantaian Etnis Rohingya Tidak Berkaitan dengan Agama
Etnis Rohingya. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
MerahPutih.com - Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana berpendapat bahwa masalah pembantaian etnis Rohingya di Myanmar sejatinya tidak berkaitan dengan agama. Tapi, persoalan itu muncul karena ketidakjelasan status kewarganegaraan orang-orang Rohingya sebagai warga Myanmar selama berpuluh-puluh tahun.
"Saat ini berkembang di Indonesia seolah masalah yang terjadi terhadap etnis Rohingya sebagai masalah antaragama. Padahal masalah ini tidak berkaitan dengan agama, melainkan tidak diakuinya etnis Rohingya sebagai warga Myanmar," ujar Hikmahanto Juwana di Jakarta, Selasa.
Masalah lain, lanjut dia, adalah adanya pembiaran dari Pemerintah Myanmar atas perlakuan tidak manusiawi aparat keamanan terhadap etnis Rohingya. Sehingga terjadi eksodus besar-besaran etnis tersebut.
Berbagai pejabat dan tokoh dunia telah mengkategorikan hal ini sebagai ethnic cleansing dan genosida yang merupakan kejahatan internasional.
Selain itu Hikmahanto mengatakan, masalah yang terjadi di Myanmar bukan juga masalah bilateral antara Indonesia dan Myanmar. "Selama ini hubungan antar kedua negara baik-baik saja dan tidak ada benturan apapun," kata dia.
Oleh karenanya memanggil pulang Dubes Indonesia di Myanmar bukan suatu tindakan yang tepat. "Masalah yang terjadi di Myanmar tidak seharusnya menjadi amunisi untuk men-delegitimasi pemerintahan Jokowi-JK," kata dia.
Ia mengungkapkan Presiden sudah mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan. Namun karena besarnya permasalahan maka upaya yang saat ini dijalankan oleh pemerintah Indonesia terlihat belum memadai. "Tentu pemerintah terus berikhtiar dan mencari solusi agar pemerintah Myanmar tidak membiarkan peristiwa yang dapat dikategorikan sebagai ethnic cleansing segera berakhir," kata dia.
Tindakan pemerintahan Jokowi sudah sangat maksimal bila dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga yang sejak awal sudah menyatakan tidak akan menerima pengungsi asal etnis Rohingya, ujar dia. (*)
Sumber: Antara
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
Nyaris 100 Pengungsi Rohingya Datangi Aceh, Ada yang Nekat Berenang ke Bibir Pantai
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Hentikan Bantuan dan Ingin Usir Pengungsi Rohingya
[HOAKS atau FAKTA]: Konspirasi Amerika Serikat Dibalik 70 Juta Pengungsi Rohingnya Pindah ke Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Tutup Kantor UNHCR di Indonesia
Polri Turunkan Tim Usut Dugaan TPPO Pengungsi Rohingya
Jokowi Tegaskan Penampungan Pengungsi Rohingya Bersifat Sementara
Din Syamsuddin Dukung Pengungsi Rohingnya Dipindah ke Pulau Galang
Masyarakat Aceh Dorong Kembali Kapal Rohingya ke Laut, Pusat Harus Berperan Aktif
AS Gelontorkan Bantuan Kemanusiaan Rp 1,78 Triliun untuk Pengungsi Rohingya