Gunung Merapi Kembali Erupsi, Tiga Desa di Klaten Diterjang Hujan Abu Vulkanis

Mula AkmalMula Akmal - Selasa, 14 Maret 2023
Gunung Merapi Kembali Erupsi, Tiga Desa di Klaten Diterjang Hujan Abu Vulkanis

Gunung Merapi mengalami erupsi pada Selasa (14/3). (MP/@BPPTKG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali mengalami erupsi pada Selasa (14/3).

Akibat erupsi tersebut tiga desa, yakni Desa Balerante, Sidorejo, Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten telah terjadi hujan abu vulkanik.

Baca Juga:

BPPTKG Ungkap Deformasi di Sisi Barat Laut Gunung Merapi

BPPTKG mengumumkan Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas pada Selasa (14/3) terpantau pukul 05.50 WIB, dengan jarak 2000 meter dan terjadi guguran kembali jam 05.59 WIB dengan jarak 1600 meter ke arah Kali Krasak, angin bertiup ke tenggara.

Warga Desa Balerante, Klaten, Jenarto Jack (41), mengatakan hujan abu tipis mulai menerjang desa pukul 06.30 WIB. Hujan abu tipis terlihat menempel di kendaraan.

"Ada tiga desa di puncak Gunung Merapi yang juga terdampak hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Merapi," kata Jenarto, Selasa (14/3).

Ia menyebut tiga desa tersebut adalah Desa Balerante, Sidorejo, Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. Guguran awan panas kali ini mengarah ke Kali Krasak.

Baca Juga:

Gunung Merapi Erupsi, Jarak Bahaya 7 Kilometer

“Angin membawa abu vulkanik ke arah Klaten, awan panas guguran ke kali (sungai) Krasak. Kemarin Kali Bebeng, ini ke Kali Krasak, semoga aman terkendali terus,” kata dia

Kapolsek Kemalang AKP Suharto, membenarkan wilayah Kecamatan Kemalang sudah terjadi hujan abu. Meskipun demikian, warga tidak panik dan aktivitas warga tetap seperti biasanya.

"Kami menghimbau kepada warga untuk tetap tenang dan waspada jika terjadi hujan abu vulkanik yang mengarah ke Klaten. Aktivitas di kawasan zona merah dilarang," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Gunung Merapi Gugurkan Awan Panas, Jarak Luncur 1,5 Km

#Gunung Merapi #Erupsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis, editor, dan periset dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang politik, hukum, pertahanan, keamanan nasional, dan ruang digital. Menempuh magister Peperangan Asimetris di Universitas Pertahanan RI, dengan fokus pada perang kognitif, keamanan siber, perang narasi, dan konflik nonkonvensional.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Status Masih Siaga, Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi Strombolian
Karakter aktivitas Gunung Anak Krakatau juga mengalami perubahan. Setelah fase erupsi menerus berakhir, gunung api tersebut kembali menunjukkan pola erupsi Strombolian.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Status Masih Siaga, Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi Strombolian
Indonesia
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Perubahan arah dan kecepatan angin pada lapisan atmosfer berbeda dapat mendorong abu bergerak ke barat daya.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Indonesia
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
AirNav Indonesia menutup Bandara Wunopito, Lewoleba, NTT, 8–9 September 2026 akibat abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok. Kolom abu mencapai 800 meter
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
Indonesia
Anak Krakatau Erupsi, DPR Minta Pemerintah Perkuat Peringatan Dini
Kesiapsiagaan dini dinilai akan mengurangi risiko negatif baik dari jumlah korban maupun kerusakan material. 

Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Anak Krakatau Erupsi, DPR Minta Pemerintah Perkuat Peringatan Dini
Indonesia
Gunung Anak Krakatau 23 Kali Gempa Hybrid, Catat Rekor Tertinggi
Gunung Anak Krakatau mencatat 23 kali gempa hybrid dalam periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Gunung Anak Krakatau 23 Kali Gempa Hybrid, Catat Rekor Tertinggi
Indonesia
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Dinamika Kegempaan Masih Tinggi
Potensi bahaya utama berupa lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, serta potensi aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Dinamika Kegempaan Masih Tinggi
Indonesia
Hujan Abu Melanda? Ini Pilihan Pakaian dan Skincare Tepat untuk Melindungi Kulit dari Abu Vulkanik
Hujan abu melanda? Jangan panik dan asal gosok kulit! Temukan cara melindungi kulit dari abu vulkanik lewat trik berpakaian dan skincare langsung dari dokter spesialis di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Hujan Abu Melanda? Ini Pilihan Pakaian dan Skincare Tepat untuk Melindungi Kulit dari Abu Vulkanik
Indonesia
Termasuk Indonesia, Ini 5 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia
Berikut lima negara dengan skor risiko bencana tertinggi berdasarkan World Risk Index (WRI) 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Termasuk Indonesia, Ini 5 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia
Indonesia
Bahaya Lontaran Batu Pijar dan Hujan Abu Anak Krakatau Masih Mengintai
Badan Geologi menyatakan potensi letusan susulan Anak Krakatau masih cukup tinggi.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Bahaya Lontaran Batu Pijar dan Hujan Abu Anak Krakatau Masih Mengintai
Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Ditutup Sementara, Diperpanjang hingga 18.00 WIB
Bandara Soekarno-Hatta dan Halim kembali ditutup pada Senin (7/9). Penutupan dilakukan hingga 18.00 WIB.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Ditutup Sementara, Diperpanjang hingga 18.00 WIB
Bagikan