Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas

Abu vulkanis dari Gunung Mayon ganggu lalu lintas di Filipina.(foto: X @volcaholic1)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — HUJAN abu menyelimuti wilayah Camalig dan Guinobatan di Albay, Filipina, Sabtu (2/5) malam. Hujan abu terjadi setelah peningkatan aktivitas vulkanis di Gunung Mayon memicu arus piroklastik yang signifikan. Philippine Institute of Volcanology and Seismology (PHIVOLCS) melaporkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.38 waktu setempat.

Gunung Gunung Mayon meletus pada Sabtu sore, memuntahkan aliran piroklastik yang bergerak cepat serta kolom abu tebal yang mengganggu lalu lintas dan memicu peringatan dari pihak berwenang. Lontaran material vulkanis tersebut diidentifikasi sebagai arus piroklastik (pyroclastic density current/PDC) yang dipicu runtuhan aliran lava. Berdasarkan data pemantauan dari PHIVOLCS, aliran material tersebut bergerak cukup jauh dari kawah puncak.

“Perkiraan jarak luncur arus piroklastik (PDC) mencapai empat kilometer,” kata PHIVOLCS.

Seperti dilansir Gulf News, pihak berwenang melaporkan aliran tersebut turun melalui jalur Mi-isi di sektor selatan-barat daya gunung, area yang rentan terhadap bahaya vulkanik saat erupsi. Asap abu tebal berwarna abu-abu membumbung ke langit, mengurangi jarak pandang dan memaksa sejumlah kendaraan untuk berhenti sementara di Jalan Lingkar Camalig.

Baca juga:

Gunung Mayon di Filipina Meletus, Ribuan Orang Dievakuasi



Rekaman video yang diambil warga setempat menunjukkan hujan abu menyelimuti sebagian wilayah Camalig, dengan warga mengalami penurunan jarak pandang dan material vulkanis yang berjatuhan. Pejabat memperingatkan bahwa aliran piroklastik, yakni campuran gas panas, abu, dan material vulkanis, dapat bergerak cepat dan menimbulkan risiko yang mengancam jiwa bagi komunitas di sekitar gunung.

Personel dari Palang Merah Filipina telah dikerahkan ke daerah terdampak untuk berkoordinasi dengan lembaga penanggulangan bencana setempat. Organisasi tersebut saat ini memantau risiko kesehatan dan keselamatan akibat hujan abu serta material vulkanis. “Kami sangat menyarankan seluruh warga di komunitas terdampak untuk tetap siaga tinggi. Hindari memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan, terutama di dekat lembah dan aliran sungai tempat gas panas dan material dapat bergerak cepat. Jika terjadi hujan abu, tetaplah di dalam rumah, gunakan masker pelindung. Pastikan persediaan makanan serta air tertutup dengan baik untuk mencegah kontaminasi,” ujar organisasi tersebut dalam pernyataan mereka.

Pengamatan terbaru menunjukkan adanya periode aktivitas yang terus berlangsung di gunung tersebut. Peristiwa terbaru ini terjadi setelah aktivitas strombolian ringan yang tercatat pada Jumat. Aktivitas tersebut menunjukkan adanya tekanan geologis yang masih bertahan di dalam gunung.

Gunung Mayon, salah satu gunung berapi paling aktif di negara tersebut, tetap dalam pemantauan ketat seiring pihak berwenang menilai dampak erupsi dan potensi aktivitas lanjutan. Pihak berwenang tetap menetapkan Status Siaga Level 3 untuk Gunung Mayon, yang menandakan tingkat aktivitas yang cukup tinggi. Otoritas juga terus melarang masuk ke zona bahaya permanen karena risiko letusan mendadak atau arus piroklastik tambahan masih tinggi.

Warga di wilayah sekitar diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan abu tambahan dan potensi evakuasi jika kondisi memburuk.(dwi)

Baca juga:

Gunung Mayon Bersiap Keluarkan Isi Perutnya

#Filipina #Gunung Meletus #Bencana Alam
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Untuk korban luka-luka akibat runtuhan material bangunan terdata mengalami kenaikan, di mana sebanyak 17 jiwa dilaporkan menderita luka berat dan 101 warga mengalami luka ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Indonesia
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
data serta peta sebaran potensi likuefaksi yang dirilis ini diharapkan dapat menjadi rujukan fundamental bagi jajaran pemerintah daerah setempat dalam merumuskan kebijakan penataan ruang dan zonasi wilayah aman.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
Indonesia
Prabowo Setujui Anggara Rp 100 T Pemulihan Bencana Sumatra, Disalurkan Lewat 33 Kementerian/Lembaga
Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran pemulihan pascabencana di Sumatra sebesar Rp 100,1 triliun untuk tiga tahun ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Prabowo Setujui Anggara Rp 100 T Pemulihan Bencana Sumatra, Disalurkan Lewat 33 Kementerian/Lembaga
Indonesia
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
USGS mendeteksi gempa susulan M 5,2 di Palu, tiga menit setelah gempa utama M 6,7. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami, pasien RS Samaritan panik dievakuasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
Indonesia
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Warga juga harus mewaspadai ancaman sekunder berupa aliran lahar dingin di sepanjang sungai berhulu di Gunung Semeru, terutama saat hujan turun
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Dunia
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
China melarang Gilberto Teodoro Jr, istri, dan anaknya memasuki wilayah China daratan, Hong Kong, maupun Makau.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
pusat gempa itu berada di laut pada kedalaman 91 kilometer sebelah timur laut Pulau Puah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
Dunia
21 Orang Tewas Akibat Bangunan Ambruk di Filipina
Pemerintah kota tengah menyelidiki penyebab insiden tersebut, kata para pejabat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
21 Orang Tewas Akibat Bangunan Ambruk di Filipina
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo 5,1 mengguncang Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (27/5) pagi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Indonesia
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 Mei 2026
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Bagikan