MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti kebiasaan penerima manfaat bantuan program pendidikan untuk menggadaikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) demi kebutuhan bulan puasa. Ia meminta penerima tidak gadaikan KJP jelang Ramadan. Pramono meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan penggunaan bantuan sosial pendidikan, termasuk KJP, sesuai peruntukan.
"Khusus untuk KJP, segera saya akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk tidak digadaikan," ujar Pramono di Jakarta, Kamis (12/2).
Menurutnya, KJP bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan instrumen vital yang memiliki prinsip untuk mengubah taraf hidup masyarakat, khususnya bagi warga di lapisan terbawah.
"Karena KJP ini merupakan hal yang prinsip untuk bisa mengubah kehidupan masyarakat terutama di lapis terbawah," ucapnya.
Baca juga:
Pramono Anung Endus Praktik Gadai KJP Jelang Ramadan, Duit Sekolah Jangan Dijadikan Cicilan
Berdasarkan data BPS, program bantuan jaring pengaman sosial inipun berdampak pada berbagai indikator kesejahteraan masyarakat Jakarta yang menunjukkan tren positif, di antaranya kemiskinan dan stunting.
"Hasil BPS, semua indikator kita berkaitan dengan kemiskinan, stunting, dan sebagainya mengalami perbaikan. Saya meyakini itu karena ada KJP, KJMU, pemutihan ijazah, dan sebagainya," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
APBD DKI 2026 Disepakati Rp 81,3 Triliun, KJP dan Bansos Aman Meski DBH Dipotong