MerahPutih.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak kunjung menampilkan grafik rekapitulasi suara di situs Sirekap.
Pakar Telematika Roy Suryo menilai, dihilangkannya grafik dan rekapitulasi di Sirekap terkesan mubazir.
“Hal ini sama saja sudah menghabiskan dana masyarakat ini menjadi mubazir dan buang-buang anggaran negara,” ujar Roy di Jakarta, Rabu (13/3).
Baca juga:
Lebih Lajut, Roy menilai penghilangan Sirekap ini terkesan disengaja.
“Proses penghilangan data publik inipun dilakukan secara diam-diam sebelumnya, tanpa ada pengumuman sebelumnya, kebetulan bersamaan ketika Facebook dan Instagram “Down” waktu itu, mungkin agar biar dikira ada efeknya,” cetus mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga ini.
Roy pun menyoroti pernyataan dari KPU yang menyampaikan bahwa memang grafik dan hasil rekapitulasi dari tiap TPS sekarang dihilangkan dengan alasan untuk menjaga masyarakat dari informasi yang tidak akurat.
“Pernyataan KPU itu tak masuk akal. Padahal masyarakat perlu dengan transparansi yang ada,” tutur Roy yang juga mantan Politikus Demokrat ini.
Baca juga:
Dia menduga, penghilangan grafik dan rekapitulasi Sirekap ini berbahaya karena dapat disalahgunakan untuk upaya-upaya tersembunyi meloloskan partai tertentu.
Khususnya, partai yang semula angkanya kecil mendadak 'meroket' menjadi diatas ambang Parliamentary Threshold 4 persen dan masuk Senayan.
“Karena masih membutuhkan sekitar 1,5 juta suara disaat perhitungan Rekapitulasi sudah diatas 65 persen. KPU mestinya menampilkan lagi Sirkap agar masyarakat bisa memantau proses penghitungan suara,” terangnya.
Sekedar informasi, semua grafik atau diagram pie dan rekapitulasi sengaja dinonaktifkan oleh KPU. Kini hanya ditampilkan hasil pemindaian atau foto scan c hasil.
Proses penghilangan tampilan grafik itu dilakukan tanpa pemberitahuan ke publik sebelumnya. (knu)
Baca juga:
Pakar Pemilu Kritik KPU Hilangkan Grafik Data Hasil Suara di Sirekap