Gina: Bangun Pendidikan Calon Pemimpin Masa Depan Bukan Pekerja

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 15 November 2015
Gina: Bangun Pendidikan Calon Pemimpin Masa Depan Bukan Pekerja

Gina Kabid Pendidikan Pemuda Pancasila menyarankan pendidikan itu harus membentuk pemimpin masa depan bukan pekerja (Foto: MP/Facruddin Chalik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Sebagai orang yang memiliki konsen tinggi terhadap dunia pendidikan Gina ingin ikut berkontribusi dalam membangun pendidikan bangsa melalui kiprahnya di ormas Pemuda Pancasila dimana Gina menjadi Kabid Pendidikan Srikandi Pemuda Pancasila.

Gina memiliki visi membangun pendidikan anak-anak Indonesia untuk menjadi seorang enterpreuner dan pemimpin masa depan bukan pekerja. Hal tersebut diungkapkan Gina kepada merahputih.com di Jakarta saat acara Mukernas dan HUT Pemuda Pancasila.

“Saya tetap menggunakan kurikulum kementerian pendidikan namun metode belajarnya yang saya ubah, dengan membangun kecintaan anak untuk belajar. Saya akan menerapkan cara di High Scope sebagai metode pendidikan, meski konsepnya dari amerika, namun kurikulumnya tetap milik kita. Dengan menerapkan konsep ini saya berharap anak-anak Indonesia menjadi seorang enterpreuner dan pemimpin-pemimpin masa depan,” ujarnya.

Ketua Bidang Pendidikan Srikandi Pemuda Pancasila ini merasa perlu membangun pendidikan anak sejak usia dini. Dan dengan menerapkan metode kecintaan anak didik terhadap proses belajar-mengajar. Konsep High Scope yang dibangun Gina tidak lepas dari letak georgrafis Indonesia yang terdiri dari gugusan pulau yang terbentang dari Sabang sampai Marauke.

“Konsep ini membangun anak-anak menjadi pemimpin dan enterpleuner masa depan, dengan posisi geografis Indonesia yang sangat kaya ini. Anak-anak ini harus menjadi pemimpin masa depan dan membangun daerahnya masing-masing. Jadi persaingan yang kita bangun adalah bagaimana sesama anak bangsa, bersaing membangun daerahnya masing-masing dengan cara dan visi mereka masing-masing dari pendidikan yang kita terapkan dengan metode ini,” jelasnya.

Selain membangun pendidikan anak, tidak kalah penting, Gina juga berupaya mendidik ibu-ibu muda yang tergabung dalam Srikandi Pemuda Pancasila, karena bagaimanapun menurut Gina, fitrahnya seorang ibu adalah pendidik. Sehingga Gina akan mendidik para ibu muda dengan cara melakukan seminar dan bimbingan secara intensif kepada para ibu muda, dan membangun paradigma berfikir wanita Indonesia untuk mendidik dan melatih anak sebagai seorang enterpleuner.

“Jadi dikita anak-anak dari kegiatan yang paling simple saja, sudah kita ajarkan untuk planning, seperti contohnya saat disekolah anak mau main dimana, misalkan dia mau main di taman, jadi anak sudah terlatih planning kemudian si anak main ditaman kemudian ditengah perjalanan dia pindah. Kita akan tanya kepada anak kenapa kamu pindah? Dan si anak harus kita rangsang untuk berargumentasi, misalkan di bermain taman teman-temannya nggak asik, si anak kita minta pertanggungjawabannya atas pilihan yang dia buat, kita latih dia untuk konsisten. Bapak akan kaget kalau melihat anak-anak kita yang sudah kelas 6 SD mereka mampu presentasi dalam bentuk khayalannya untuk membangun daerah-daerahnya sesuai dengan kearifan lokal, saya sendiri kaget dengernya. Karena visi yang disampaikan belum tentu dimiliki seorang bupati atau wali kota, ”ujarnya.(aka)

Baca Juga:

  1. Kabid Pendidikan Srikandi Pemuda Pancasila: Bangun Kecintaan Belajar itu Penting
  2. Pemuda Pancasila Bangun Pendidikan Bangsa Lewat Srikandi
  3. Ingin Kenal Kearifan Lokal, Eva Toisutta Gabung Pemuda Pancasila
  4. Srikandi Pemuda Pancasila: Nilai Pancasila di Masyarakat Mulai Luntur
  5. Srikandi Pemuda Pancasila Gencarkan Kerja Sama dengan Pemerintah
#Sistem Pendidikan #Ormas Kepemudaan #Srikandi Pemuda Pancasila #Pemuda Pancasila
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan UU Organisasi Profesi Bakal Tertibkan Ormas Gadungan
Boleh saja membuat perkumpulan, nggak ada yang marah. Tapi tidak bisa memberi sanksi misalnya kepada dokter yang melakukan malapraktik. Nah, ini yang belum ada sampai sekarang
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Maret 2026
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan UU Organisasi Profesi Bakal Tertibkan Ormas Gadungan
Indonesia
Japto Soerjosoemarno Diperiksa KPK 4,5 Jam Terkait Kasus Korupsi Batu Bara
Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno diperiksa KPK selama 4,5 jam sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi batu bara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Maret 2026
Japto Soerjosoemarno Diperiksa KPK 4,5 Jam Terkait Kasus Korupsi Batu Bara
Indonesia
KPK Kembali Periksa Ketum PP Japto Soerjosoemarno terkait Kasus Suap Eks Bupati Kukar
KPK kembali memeriksa Ketua Umum Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno. Pemeriksaan itu terkait kasus gratifikasi eks Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.
Soffi Amira - Selasa, 10 Maret 2026
KPK Kembali Periksa Ketum PP Japto Soerjosoemarno terkait Kasus Suap Eks Bupati Kukar
Indonesia
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak merupakan teguran bagi negara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Indonesia
MK Tolak Perubahan Usai Pemuda Menjadi 40 Tahun di UU Kepemudaan
Mahkamah tidak dapat menerima permohonan itu lantaran pemohonnya tidak memiliki kedudukan hukum. Adapun perkara tersebut dimohonkan oleh DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Oktober 2025
MK Tolak Perubahan Usai Pemuda Menjadi 40 Tahun di UU Kepemudaan
Indonesia
TNI Diminta Sapu Bersih Ormas Preman yang Meresahkan dan Mengaku Terafiliasi Parpol
Masyarakat tidak boleh hidup dalam ketakutan, masyarakat perlu kehidupan yang layak
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 Oktober 2025
TNI Diminta Sapu Bersih Ormas Preman yang Meresahkan dan Mengaku Terafiliasi Parpol
Indonesia
Diperiksa KPK 7 Jam, ini Kata Ketum PP Japto Soerjosoemarno
Ketum PP, Japtop Soerjosoemarno diperiksa KPK selama tujuh jam. Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang eks Bupati Kutai Kartanegara.
Soffi Amira - Rabu, 26 Februari 2025
Diperiksa KPK 7 Jam, ini Kata Ketum PP Japto Soerjosoemarno
Indonesia
Ketum PP Japto Klaim Sudah Serahkan 11 Mobil Sitaan ke KPK
Diketahui, deretan mobil mewah yang disita KPK dari rumah Japto yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu sempat dititipkan di kediamannya
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Februari 2025
Ketum PP Japto Klaim Sudah Serahkan 11 Mobil Sitaan ke KPK
Indonesia
Sekjen Pemuda Pancasila Sebut Japto Akan Hadir Penuhi Panggilan KPK
Ketum Pemuda Pancasila (PP) Japto Soerjosoemarno akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.
Frengky Aruan - Rabu, 26 Februari 2025
Sekjen Pemuda Pancasila Sebut Japto Akan Hadir Penuhi Panggilan KPK
Indonesia
Besok, KPK Panggil Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
KPK akan mengonfirmasi sejumlah barang bukti yang diduga terkait perkara yang disita dari penggeledahan di rumah Japto beberapa waktu lalu
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 Februari 2025
Besok, KPK Panggil Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
Bagikan