Gimana Sih Nasib Pekerja Paruh Waktu Semasa Pandemi?
Profesi sebagai barista telah dilakoni Renatha selama dua tahun. (Unsplash: Tyler Nix)
RENATHA baru sadar punya hak berbeda dengan rekannya sesama barista saat pandemi kali pertama melanda. Perempuan berusia 21 tahun tersebut tak beroleh waktu kerja penuh lantaran perusahaan tempatnya bekerja menetapkan peraturan baru. Seluruh pekerja paruh waktu 'dirumahkan'. Ia pun tak lagi meracik kopi.
"Suasananya kacau banget waktu itu. Jadi beberapa cabang toko kopi tempat aku kerja tutup. Buat mengurangi kerugian, atasan memutuskan untuk memberhentikan sementara anak part time. Tapi tiga bulan itu menurutku sama sekali bukan sementara sih," ucapnya dengan tawa.
Baca juga:
Kalahkan Diri Sendiri, Bukti Psoriasis Warrior Juga Jagoan Tangguh!
Pandemi mendorong semua aspek kehidupan mengalami perubahan lantaran skenario terburuk harus dilakukan meski pahit agar usaha tetap melaju.
Tak mau hanya berdiam diri di rumah, Renatha putar otak agar pemasukan tetap ada di tengah situasi sulit. Selain meracik kopi, ia memang hobi di dapur, dari memasak sampai membuat kue. Di dalam kondisi terjepit lantaran tak ada pemasukan, ia nan semula tak berani bahkan membagikan hasil olahan dapurnya kepada orang lain, mulai menjajal menyebar contoh kue buatannya di salah satu pasar daerah Pamulang, tak jauh dari tempat tinggalnya.
Ternyata ternyata nasib baik belum menghampirinya. Kue kering coklat hasil buatannya hanya berhasil dijual sebanyak lima toples. Kegagalannya tidak membuat semangat Renatha menghilang begitu saja. Ia lantas mencoba beberapa resep kue terbaru.
Renata mulai mengujicoba resep brownies ubi ungu. Sisa uang tabungannya dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tak hanya mencoba peruntungannya dalam menjajakan makanannya, Renatha juga mencari beberapa pekerjaan untuk menambah penghasilannya.
Baca juga:
Cerita Ketangguhan Pemilik Ivegan Pizza Berjuang Menjadi Seorang Vegan
Di tengah perjuangan mencari pekerjaan, tempat Renatha bekerja mulai kembali mempekerjakan pegawai paruh waktu. Namun, baru saja Renatha mulai kembali bekerja selama dua hari, pemerintah kembali menetapkan PPKM Darurat untuk wilayah Pulau Jawa dan Bali. Alhasil, Renatha harus kembali di rumah saja.
Ia kembali meneruskan kegiatan dapurnya. Renatha kembali menjual brownies. Namun, di saat menjajakan kuenya, ia beroleh peluang kerja baru nan tak terbayang sebelumnya.
Renatha harus menjalani hari di lingkup paling dibencinya saat pelajaran SMA, akuntansi. Ia beroleh peluang baru bekerja paruh kala sebagai seorang admin di salah satu perusahaan dan harus bergulat dengan laporan serta pembukuan.
Seluruh laporan dan pembukuan terkait administrasi dan perpajakan dari CV tersebut kini merupakan tanggung jawabnya. Renatha tentu belum pernah berhadapan dengan giro maupun hal-hal semacamnya.
Namun, selama kurang lebih satu bulan bekerja, Renatha telah mengetahui kunci pekerjaannya ini;konsentrasi. “Jadi aku enggak bisa asal sekarang. Ini duit aku pegang jutaan, bahkan ratusan juta. Konsentrasi itu harus banget, kalau sampai ada hilang bon pembelian, nanti aku juga bingung,” jelas Renatha.
Berbagai cara dilakukannya agar dapat bekerja dengan maksimal. Mulai dari membedah laporan terdahulu, menonton beberapa video di YouTube untuk lebih membuka pengetahuannya, hingga meminta bantuan rekan lainnya, rela dilakukannya di luar jam kerja demi mengejar ketertinggalan.
Soal kesalahan, tentunya Renatha pernah melakukannya. “Selama satu bulan ini aku belum pernah buat kesalahan besar sih, tapi itu aku pernah kurang fokus. Jadinya bon dan bal-hal penting lain suka terlewat aku tulis di laporan,” pungkasnya. (Cit)
Baca juga:
Bagikan
Yudi Anugrah Nugroho
Berita Terkait
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Makanan Khas Demak yang Unik dan Wajib Dicoba, 10 Rekomendasi Terlezat!
10 Kuliner Khas Kudus yang Wajib Dicoba, dari Soto Kerbau hingga Gethuk Nyimut
Tahok dan Bubur Samin Solo Jadi Warisan Budaya tak Benda