Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Pilkada Serentak

Gibran Diprediksi Kalah Lawan Sosok Mapan dan Pintar Secara Intelektual

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 09 Februari 2020
 Gibran Diprediksi Kalah Lawan Sosok Mapan dan Pintar Secara Intelektual

Direktur Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah Putra (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengamat politik Dedi Kurnia Syah menyatakan Gibran Rangkabuming bisa kalah di Pilwakot Solo bila mendapatkan lawan yang sepadan.

Dedi mengatakan, sosok calon lawan Gibran mesti memiliki kemapanan intelektual.

Baca Juga:

Purnomo Dapat Rekomendasi, Gerindra Gandeng PKS dan Golkar Usung Gibran di Pilwalkot Solo

Persaingan akan menjadi ketat bila lawan politiknya mempunyai catatan politik yang baik dan kemapanan intelektual bagus. Dia mengatakan, kedua hal tersebut kemungkinan bakal mampu mengganggu elektabilitas Gibran di Surakarta.

"Isu yang paling mudah dimainkan lainnya adalah persoalan politik dinasti dan itu penting," katanya kepada wartawan, Minggu (9/2).

Gibran Rakabuming diprediksi kalah di Pilwalkot Solo
Bakal cawali dari PDIP Gibran Rakabuming Raka, Selasa (4/2). (MP/Ismail)

Dia mengatakan, masyarakat Solo cenderung lebih memandang sosok yang berada di luar partai politik.

"Tapi kalau nanti yang muncul adalah calon dari partai politik maka akan mudah dikalahkan Gibran," kata Dedi Kurnia Syah.

Direktur Indonesia Political Opinion (IPO) ini mengatakan, Solo cenderung solid kepada tokoh-tokoh yang dianggap berpengaruh.

"Elektabilitas kandidat semacam itu lebih tinggi dari pada tokoh dari partai politik. Itu sebabnya pak Jokowi bisa menang dua periode," katanya.

Partai Golkar, Demokrat dan Gerindra mengaku siap mendukung pencalonan Gibran. Niatan itu juga sudah mendapatkan restu dari Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Baca Juga:

Usai SBY Nyatakan Dukungan, Giliran Prabowo Dukung Gibran di Pilwakot Solo

Kendati, Gibran mengaku ingin maju dalam Pilkada melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal itu dia sampaikan saat berkunjung ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu.
Di PDIP, Gibran bersaing dengan calon yang direkomendasikan DPC partai Achmad Purnomo.

Namun, hingga kini partai berlogo banteng moncong putih itu belum mengambil keputusan terkait calon kepala daerah yang akan mereka usung untuk dipilih masyarakat Solo.(Knu)

Baca Juga:

Gibran: Siapapun Dapat Rekomendasi, Saya Ikhlas

#Pengamat Politik #Gibran Rakabuming #Keluarga Jokowi #Pilkada Serentak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Indonesia
Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Tema, Susunan Acara dan Formasi Paskibraka
Sementara, Prosesi sakral pengibaran Sang Merah Putih berlangsung mulai pukul 09.54 WIB, disusul amanat Inspektur Upacara pukul 10.16 WIB
Angga Yudha Pratama - Senin, 01 Juni 2026
Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Tema, Susunan Acara dan Formasi Paskibraka
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Indonesia
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Perang antara AS-Israel vs Iran bisa menjadi krisis global, jika Rusia dan China ikut terlibat.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dikabarkan sudah menyiapkan sosok untuk menjadi calon Presiden dan Cawapres di Pemilu 2029.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Indonesia
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Wacana penempatan Polri di bawah Kementerian menjadi perdebatan. Pengamat menilai, hal itu bisa menimbulkan ruang politisasi hukum.
Soffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Bagikan