Geruduk KPU, 9 Sekjen Koalisi Jokowi Cari Bocoran
Sembilan Sekjen Partai Koalisi Pendukung Presiden Jokowi menggelar jumpa pers di KPU. Foto: MP/Fadhli
MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai-partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI siang ini.
Pantauan di lokasi, kesembilan orang itu dipimpin Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto langsung meluncur menuju ruang rapat utama KPU. Di sana, jajaran petinggi KPU sudah menunggu untuk menjelaskan mekanisme pendaftaran capres-cawapres di KPU RI.
"Jadi kami datang untuk melakukan konsultasi dengan seluruh komisioner KPU terkait dengan momentum yang sebentar lagi akan dilakukan untuk melakukan pendaftaran capres cawapres," kata Hasto, yang juga merangkap Juru Bicara Sekjen Partai Pendukung Jokowi itu, Selasa (7/8).
Hasto menjelaskan kedatangan mereka untuk mencari informasi terkait proses pendaftaran pasangan capres dan cawapres. Untuk itu, lanjut dia, diperlukan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan komisioner KPU untuk mengetahui aspek-aspek teknis dan kemudian yang tidak kalah penting adalah administratifnya.
"Karena kami ingin segala sesuatunya sudah siap. Seperti tim kampanye, visi misi presiden dan kemudian persyaratan-persyaratan legalitas yang diperlukan oleh paslon capres cawapres," ujarnya.
Ketika disinggung ihwal kapan mendaftar, Hasto kembali mengulang ucapan yang sama, yaitu menunggu momentum yang baik. Dirinya enggan menjelaskan lebih detail terkait pertanyaan tersebut.
Seusai mendapat keterangan dari KPU, sembilan sekjen itu menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran Komisioner KPU. Karena menyangkut hal teknis, sehingga awak media dilarang untuk meliput pertemuan tersebut.
Para sekjen hadir dalam acara ini mewakili partai pendukung maupun dari sekjen partai nonparlemen. Mereka adalah Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen Partai Nasdem Johnny G. Plate, dan Sekjen PPP Arsul Sani. Kemudian Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich, Sekjen Hanura Herry Lontung, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Imam Anshori. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi