Gerindra Tolak Pembangunan Apartemen buat Anggota Dewan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 16 Agustus 2017
Gerindra Tolak Pembangunan Apartemen buat Anggota Dewan

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fraksi Partai Gerindra menolak rencana pembangunan apartemen bagi anggota dewan. Pasalnya, setiap wakil rakyat telah difasilitasi rumah dinas, yang mana pada kenyataannya rumah tersebut justru tidak ditempati.

"Kita tidak setuju dan menolak dengan rencana pembangunan apartemen untuk anggota DPR RI," kata Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/8).

"Anggota DPR itu memiliki rumah dinas, ternyata sebagian dinas itu tidak ditempati oleh anggota DPR. Artinya anggota sebagian telah memiliki hunian masing-masing di Jakarta dan rumah dinas diberikan negara fungsinya juga tak maksimal," sambungnya.

Menurutnya yang harus dilalukan adalah DPR meningkatkan produktivitas, baik secara kuantitas maupun kualitas. ‎Ia menilai, alasan dibuatnya apartemen untuk mendekatkan tempat tinggal anggota dewan dengan kantornya dirasa tidak tepat.

"Itu saya kira. Jangan karena Jakarta macet lalu dimaknai kita perlu apartemen yang dekat dengan tempat sidang. Sekali lagi ini bukan jawaban," tandasnya.

‎Ia menegaskan, bila apartemen dibangun dan nyatanya produktivitas anggota dewan tetap rendah maka hal itu tidak berdampak apa-apa alias mubazir.

Sekadar informasi, kenaikan anggaran belanja DPR hingga Rp 7,25 triliun pada 2018 dikabarkan akan dialokasikan salah satunya untuk pembangunan apartemen bagi anggota dewan. Alasannya, agar para wakil rakyat tak tinggal jauh dari kantornya di Senayan.

Sementara itu, dalam rapat paripurna DPR telah mengajukan kenaikan anggaran belanja hingga Rp 7,25 triliun. Naik 70 % dari anggaran 2017 sebesar Rp 4,2 triliun.

Namun, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) menyebut anggaran yang diajukan hanya Rp 5,7 triliun. Kenaikan anggaran belanja ini akan dibahas bersama DPR setelah Presiden Joko Widodo menyampaikan nota keuangan pada 16 Agustus 2017. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Pidato Menggebu Jokowi Soal Keberaniannya Menjaga Setiap Jengkal Kedaulatannya

#Gerindra #Apartemen DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 48 menit lalu
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Indonesia
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Partai Koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto sepakat mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen dalam revisi UU Pemilu. Simak poin kesepakatan koalisi di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Indonesia
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Indonesia
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Dasco mengatakan Gerindra tidak hanya mencermati survei SMRC, tetapi juga hasil survei dari lembaga lain yang dipublikasikan ke publik.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Indonesia
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Prabowo selama ini selalu memberikan Gibran ruang untuk bekerja.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Indonesia
Prasetyo Hadi: Tidak Ada Instruksi Gerindra untuk Menguasai Dapur MBG atau SPPG
Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada instruksi kepada kader partainya untuk membangun atau menguasai SPPG maupun dapur program MBG.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Prasetyo Hadi: Tidak Ada Instruksi Gerindra untuk Menguasai Dapur MBG atau SPPG
Indonesia
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom
Pertemuan tatap muka memiliki nilai diplomatik yang jauh lebih besar ketimbang komunikasi jarak jauh.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom
Indonesia
Mantan Wamenlu Kritik Perjalanan Luar Negeri Prabowo, Kader Gerindra Nilai Tidak Produktif
Habiburokhman bahkan mencontohkan sejumlah pemimpin dunia yang tetap melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk memperkuat kerja sama bilateral dan memperjuangkan kepentingan nasional masing-masing.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Mantan Wamenlu Kritik Perjalanan Luar Negeri Prabowo, Kader Gerindra Nilai Tidak Produktif
Bagikan