Gerindra Sebut Hubungan Prabowo-Megawati Baik, Yakin akan Segera Bertemu

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 26 Maret 2024
Gerindra Sebut Hubungan Prabowo-Megawati Baik, Yakin akan Segera Bertemu

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Habiburokhman setelah Silaturahmi Partai KIM di Grand Sahid, Jakarta, Minggu (5/11/2023). (ANTARA/Sanya Dinda)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PERTEMUAN antara Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus presiden terpilih RI Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri diyakini bakal terealisasi. Keyakinan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman. Menurutnya, hubungan Prabowo dengan Megawati selama ini terjalin dengan baik.

"Saya pikir hubungan beliau berdua sangat baik ya. Bukan tidak mungkin tidak terjadi pertemuan Pak Prabowo dengan Ibu Mega," kata Habiburokhman di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/3).

Baca juga:

Gerindra: Prabowo Bisa Jadi Jembatan Hubungan PDIP dengan Jokowi

Habiburokhman mengamini Pilpres 2024 membuat hubungan kader Gerindra dan PDIP memanas. Namun, menurutnya, hal itu sama sekali tidak berpengaruh dengan hubungan Prabowo dan Megawati.

"Terlepas konflik kemudian perseteruan politik di antara kami nih para pengurus partai, kayak saya misalnya, Habiburokhman tidak suka dengan Hasto (Sekjen PDIP), tapi (hubungan) Ibu Mega dengan Pak Prabowo itu tidak bisa dipengaruhi siapa pun," ungkapnya.

Bahkan, kata Habiburohkman, Prabowo kerap berpesan kepada seluruh kader Gerindra untuk selalu hormat dengan ketum parpol berlogo banteng moncong putih itu. “Jangan sampai menyampaikan narasi yang menyerang Ibu Mega, kalian harus menghormati Bu Mega,” ujar Habiburokhman menirukan pesan Prabowo.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini lantas menyinggung sejarah telah membuktikan hubungan Prabowo dan Megawati ketika kontestasi Pilpres 2014-2019 dan 2019-2024.

"Kita seru banget kan dengan para pendukung Pak Jokowi waktu itu, dengan pendukung Pak Prabowo. Tapi Bu Mega dengan Pak Prabowo ketemu santuy-santuy saja, kan berkomunikasi tetap," pungkasnya. (Pon)

Baca juga:

Gerindra Ungkap Keinginan Prabowo Rangkul PPP dan PKS

#Pemilu #Habiburokhman #Gerindra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
RUU Perampasan Aset kini sedang dikebut. Komisi III DPR menargetkan RUU tersebut disahkan 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Indonesia
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Partai Koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto sepakat mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen dalam revisi UU Pemilu. Simak poin kesepakatan koalisi di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Bagikan