Generasi Milenial Terjepit Diantara Sempitnya Lapangan Kerja

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 21 Oktober 2017
Generasi Milenial Terjepit Diantara Sempitnya Lapangan Kerja

Ilustrasi kompetisi mahasiswa perguruan tinggi (.ANTARA FOTO/Audy Alwi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Generasi milenial disebut-sebut sebagai generasi yang paling paham teknologi digital dan informasi. Meski demikian, bukan berarti generasi milenial bakal mudah mendapatkan pekerjaan.

Menurut Rektor Universitas YARSI Prof Susi Endrini, generasi milenial menghadapi peluang lapangan kerja yang semakin terbatas. Artinya, generasi milenial terjepit diantara sempinya lapangan kerja.

"Tingginya persaingan dari para lulusan universitas tidak berbanding lurus dengan terciptanya lapangan pekerjaan," kata Rektor Universitas YARSI Prof. Susi Endrini dalam sambutan Wisuda tahun Ajaran 2017/2018 di di Audiotorium Ar-Rahman Jakarta, Sabtu (21/10).

Universitas YARSI mencoba memahami dan mencari solusi bagaimana agar milenial lulusan universitas YARSI dapat bersaing dan memiliki karir di masa depan yang cemerlang.

Rektor YARSI sebagaimana dilansir Antara mengatakan ada dua pilihan agar dapat bersaing di masa depan yakni menjadi karyawan yang berkualitas atau menjadi enterpreneur handal. Menjadi karyawan yang berkualitas artinya anda memiliki rencana karir yang tepat sesuai program studi anda dan memiliki skill dan kualitas untuk mendukung rencana karier anda.

Sedangkan menjadi enterprenuer handal artinya ketika lulus kuliah maka bisa memulai bisnis sendiri, memiliki skill, modal untuk mengembangkan perencanaan bisnis dan menciptakan lapangan kerja.

Susi menjelaskan untuk itulah sejak dahulu, kini dan seterusnya Universitas YARSI mempunyai Career Center dan Pusat Kewirausahaan dan akan kita terus memaksimalkan peran dan maanfaat sehingga terus terjalin sinergi antara mahasiswa, alumni dan kampus Universitas YARSI melalui jejaring Alumni kita atau yang kita kenal dengan PERSALUNY (Persatuan Alumni Universitas YARSI).

"Buktikan bahwa Universitas YARSI sangat layak menjadi perguruan tinggi dambaan masyarakat dan bangsa," jelasnya.

Hingga saat ini, Universitas YARSI telah meluluskan 8.377 alumni yang membaktikan ilmunya di berbagai bidang di seluruh nusantara dan beberapa diantaranya di manca negara.

Disaat yang sama Mahasiswa Universitas YARSI telah menorehkan prestasi di manca negara yakni Juara ke-3 Asian Pacific Society of Periodontolgy di Seoul Republic of Korea (mahasiswa Isni Yunita Rahayu) dari Prodi Kedokteran Gigi dan Juara ke-2 Regional Medical Olympiad 2017 (Deybi Eri Chayani Eritongga dan Luthfhi Fahreza) Fakultas Kedokteran.(*)

#Wisuda #Generasi Millenials #Perguruan Tinggi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
QS World University Rankings 2027 menempatkan 7 kampus Indonesia di 500 besar dunia. UI tetap teratas, namun budaya riset masih jadi pekerjaan rumah besar.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
Indonesia
Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Swasta Diusulkan Masuk RUU Sisdiknas
usulan itu disiapkan sebagai langkah menyelamatkan operasional perguruan tinggi swasta, terutama kampus-kampus kecil yang berpotensi tutup akibat tekanan dalam ekosistem pendidikan tinggi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 Juli 2026
 Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Swasta Diusulkan Masuk RUU Sisdiknas
Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Indonesia
Masukan Diterima, Prabowo Janji Perbaiki Tata Kelola Perguruan Tinggi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menerima usulan akademisi dalam Sarasehan KSTI 2026. Fokus pada beasiswa doktor, riset BUMN, hilirisasi industri, dan kebebasan akademik.
Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026
Masukan Diterima, Prabowo Janji Perbaiki Tata Kelola Perguruan Tinggi Indonesia
Indonesia
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Mendiktisaintek menjelaskan penutupan 122 program studi pada 2026 dilakukan atas usulan kampus. Mayoritas bertransformasi menjadi lebih relevan dengan industri dan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Indonesia
Rencana Kemendiktisaintek Tutup Program Studi Dinilai Salah Sasaran dan Berisiko Tinggi
Data menunjukkan ketimpangan yang nyata antara performa kampus dan kondisi makro ketenagakerjaan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 April 2026
Rencana Kemendiktisaintek Tutup Program Studi Dinilai Salah Sasaran dan Berisiko Tinggi
Indonesia
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Penerapan efisiensi yang berlebihan dalam dunia pendidikan berisiko menyempitkan ekosistem keilmuan nasional
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Indonesia
DPR Panggil Kemendiktisaintek Terkait Pemangkasan Prodi di Kampus-Kampus Setelah Reses
Komisi X DPR RI akan mendalami wacana penutupan prodi tak relevan dengan memanggil Kemendiktisaintek usai masa reses
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
DPR Panggil Kemendiktisaintek Terkait Pemangkasan Prodi di Kampus-Kampus Setelah Reses
Indonesia
Kemendiktisaintek Instruksikan Kampus Tutup Prodi Tidak Revelan, Fokus 8 Industri Strategis
Kemendiktisaintek mendorong perguruan tinggi menutup prodi tak relevan dan mengembangkan prodi baru sesuai 8 industri strategis.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 April 2026
Kemendiktisaintek Instruksikan Kampus Tutup Prodi Tidak Revelan, Fokus 8 Industri Strategis
Indonesia
Nasib PTS di Ujung Tanduk, Komisi X DPR RI Siapkan Aturan Main Baru Seleksi PTN
Komisi X DPR RI saat ini tengah menggodok regulasi baru melalui Panitia Kerja (Panja) SPMB untuk menemukan titik keseimbangan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 April 2026
Nasib PTS di Ujung Tanduk, Komisi X DPR RI Siapkan Aturan Main Baru Seleksi PTN
Bagikan