Nasib PTS di Ujung Tanduk, Komisi X DPR RI Siapkan Aturan Main Baru Seleksi PTN

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 22 April 2026
Nasib PTS di Ujung Tanduk, Komisi X DPR RI Siapkan Aturan Main Baru Seleksi PTN

Ilustrasi (Foto: ITB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sistem Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) tahun 2026 menjadi sorotan tajam Komisi X DPR RI guna menciptakan keadilan akses antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Penataan ulang durasi seleksi dan kuota jalur mandiri menjadi agenda utama untuk menyelamatkan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Pangkas Durasi Seleksi PTN demi Eksistensi PTS

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mendesak pemerintah agar mengatur durasi waktu seleksi mahasiswa baru secara proporsional.

Baca juga:

Polri Gelar SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Mendiktisaintek: Ciptakan Generasi Cerdas hingga Berdaya Saing Global

Selama ini, rentang waktu pendaftaran PTN yang terlalu panjang terbukti menutup peluang kampus swasta dalam menjaring calon mahasiswa. Padahal, PTS memegang peran vital dalam menampung jutaan lulusan sekolah menengah yang tidak terserap oleh institusi negeri.

Kurniasih menilai pengaturan waktu menjadi kunci utama keadilan akses pendidikan. Jika PTN terus memperpanjang masa seleksi hingga mendekati perkuliahan dimulai, maka PTS hanya mendapatkan sisa calon mahasiswa yang secara administratif sudah kelelahan atau kehabisan waktu.

“Kita harus menyadari bahwa PTN tidak mampu meng-cover seluruh kebutuhan. Oleh karena itu, PTS harus mendapatkan ruang yang adil dalam sistem penerimaan mahasiswa baru,” tegas Kurniasih, Rabu (22/4).

Evaluasi Jalur Mandiri dan Harapan Panja SPMB

Selain masalah durasi, Legislator Fraksi PKS ini juga menyoroti pembukaan jalur mandiri di PTN yang cenderung meluas. Meski merupakan hak institusi, kuota jalur mandiri yang terlalu besar berisiko mematikan minat calon mahasiswa untuk melirik PTS berkualitas.

Komisi X DPR RI saat ini tengah menggodok regulasi baru melalui Panitia Kerja (Panja) SPMB untuk menemukan titik keseimbangan.

Panja terus menyerap aspirasi dari berbagai daerah dan pemangku kepentingan sebelum menetapkan kebijakan akhir. Kurniasih berharap hasil evaluasi ini melahirkan sistem yang transparan dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh institusi pendidikan.

“Kalau misalnya PTN selesai sampai Juli, maka PTS masih punya kesempatan di bulan berikutnya. Ini penting agar ada keseimbangan. Kita ingin sistem yang lebih proporsional dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua,” tambahnya.

#DPR #DPR RI #Perguruan Tinggi #Perguruan Tinggi Negeri #Seleksi Perguruan Tingga #Universitas Swasta
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mitchell Baker dan Luke Vickery Sah Jadi WNI, PSSI Kena Sentil Jangan Pilih Kasih ke Anak Lokal
Selain menit bermain, pembatasan jumlah pemain asing dan naturalisasi dalam satu klub menjadi poin krusial berikutnya
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Mitchell Baker dan Luke Vickery Sah Jadi WNI, PSSI Kena Sentil Jangan Pilih Kasih ke Anak Lokal
Indonesia
DPR Bongkar Penyebab Puluhan Prodi di Perguruan Tinggi Ditutup, Peminat Sepi hingga tak Jamin Kehidupan di Masa Depan
Penutupan prodi yang didominasi jurusan keguruan dan kedokteran tersebut itu bukanlah keputusan sepihak kementerian.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
DPR Bongkar Penyebab Puluhan Prodi di Perguruan Tinggi Ditutup, Peminat Sepi hingga tak Jamin Kehidupan di Masa Depan
Berita Foto
Audiensi Koalisi Nasional Reforma Agraria dengan Pimpinan DPR Bahas Reforma Agraria
Sejumlah perwakilan petani yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) mengikuti audiensi di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 22 Juni 2026
Audiensi Koalisi Nasional Reforma Agraria dengan Pimpinan DPR Bahas Reforma Agraria
Berita Foto
Aksi Unjuk Rasa Nasional Petani dan Masyarakat Adat di Depan Gedung DPR
Massa yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) melakukan aksi mengecor badan di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 22 Juni 2026
Aksi Unjuk Rasa Nasional Petani dan Masyarakat Adat di Depan Gedung DPR
Indonesia
Banggar DPR Setujui Anggaran 7 Kemenko, Terbesar Perekonomian
Tidak hanya menyetujui pagu anggaran, Banggar DPR juga menyetujui usul tambahan anggaran dari setiap kementerian koordinator.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
Banggar DPR Setujui Anggaran 7 Kemenko, Terbesar Perekonomian
Indonesia
Bocoran Asumsi Makro RAPBN 2027 Racikan DPR dan Pemerintah
Komitmen bersama tersebut mewujud nyata melalui kesepakatan asumsi dasar ekonomi makro beserta pagu anggaran tujuh kementerian koordinator
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Bocoran Asumsi Makro RAPBN 2027 Racikan DPR dan Pemerintah
Indonesia
DPR Soroti Pemadaman Listrik di Jawa, Sebut PLN Seharusnya tak Kekurangan Batu Bara
Komisi XII DPR menyoroti pemadaman listrik di Jawa. PLN seharusnya tidak kekurangan batu bara.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
DPR Soroti Pemadaman Listrik di Jawa, Sebut PLN Seharusnya tak Kekurangan Batu Bara
Indonesia
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Yahya menyatakan aset bernilai ekonomis hasil pembiayaan uang rakyat harus mendatangkan manfaat optimal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Indonesia
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Gus Rivqy menilai setiap pemadaman listrik dapat dipastikan menimbulkan kerugian yang bersifat sistemik
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Indonesia
UI Pertahankan Posisi Nomor Satu PTN Indonesia di QS World University Rankings 2027
Bahwa keberhasilan mempertahankan posisi di 200 besar dunia merupakan modal yang harus terus dipacu, bukan titik untuk berpuas diri.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
UI Pertahankan Posisi Nomor Satu PTN Indonesia di QS World University Rankings 2027
Bagikan